Masuk | Jumat, 24 Mei 2019 |

Investor FAQ

Operasional

Q:

A:

 Apakah Production Sharing Contract  (PSC) itu dan bagaimanakah cara kerjanya?

Sebuah PSC asli diberikan untuk kegiatan eksplorasi dan mengembangkan produksi komersial. PSC biasanya diberikan untuk jangka waktu 30 tahun, tergantung penemuan jumlah komersial minyak dan gas dalam jangka waktu tertentu. Dalam setiap PSC, kontraktor dan SKK Migas membagi total produksi untuk setiap periode berdasarkan suatu rasio yang disepakati antara kedua di bawah ketentuan PSC itu. Kontraktor umumnya berhak untuk memulihkan semua dana dan biaya pengembangan, serta biaya operasi, di tiap PSC dari pendapatan yang tersedia yang dihasilkan oleh PSC setelah dikurangi First Tranche Petroleum ("FTP"). Semua PSC di Indonesia tunduk pada peraturan Domestic Market Obligation (DMO) dimana kontraktor harus menjual ke pasar domestik dengan harga lebih rendah, biasanya 25% dari harga pasar.

Q:

A:

Apakah keunggulan kompetitif MedcoEnergi Internasional?

Keunggulan kompetitif MedcoEnergi adalah pengetahuannya dalam mempertahankan produksi dari ladang tua dan memperpanjang produktivitas asetnya serta memiliki hubungan yang sangat erat dengan pemerintah negara-negara di mana Perusahaan beroperasi.

Q:

A:

Bagaimana MedcoEnergi akan mengelola peningkatan/pengisian cadangannya?

Perusahaan akan melakukan tiga strategi dalam meningkatkan / pengisian cadangan yaitu: 1. Mengakuisisi lebih banyak ladang yang sesuai di ceruk pasar di mana perusahaan beroperasi 2. Mempertahankan program eksplorasi. 3. Meningkatkan portofolio saat ini dengan pengeboran sumur baru dan menggunakan teknologi untuk meningkatkan cadangan dan produksi.

Q:

A:

Bagaimanakah produksi  minyak dan gas MedcoEnergi?

Sasaran Perusahaan adalah mempertahankan tingkat produksi minyak dan gas secara keseluruhan pada level 85 mboepd, yang dinilai cukup konservatif mengingat kapasitas produksi harian minyak dan gas MedcoEnergi adalah sekitar 100 mboepd.

Q:

A:

Biaya operasi E&P MedcoEnergi?

Rata-rata biaya lifting campuran minyak dan gas saat ini masih berada dibawah level US$10 / barel setara minyak (BOE). Sasaran Perusahaan adalah mempertahankan biaya operasi pada level <US$10/BOE setidaknya hingga tahun 2020.

Q:

A:

Apa strategi MedcoEnergi untuk mempertahankan pertumbuhan di masa depan?

Selama lima tahun ke depan Perusahaan akan menfokuskan usahanya dalam menyelesaikan aset-aset dalam pengembangan yang akan mendorong pertumbuhan aset Perusahaan untuk jangka menengah dan jangka panjang. Aset ini diantaranya adalah: 1. Pengembangan tahap 2 lapangan gas Senoro di Blok Senoro-Toili PSC-Joint Operating Body (JOB), Sulawesi Tengah; 2. Lapangan gas di Blok A, Aceh; 3. Proyek eksplorasi dan pengembangan lepas pantai di South Natuna Block B; 4. Proyek pengembangan minyak internasional di Area 47 Libya. Selain aset dalam pengembangan tersebut, Perseroan juga akan melihat ke dalam peluang akuisisi di industri minyak dan gas serta melakukan eksplorasi untuk membuktikan lebih banyak cadangan untuk perkembangan masa depan.

Q:

A:

Apa status terakhir dari Medco Power Indonesia?

MedcoEnergi saat ini memegang kepemilikan mayoritas sebesar 88% saham di Medco Power Indonesia bersama-sama dengan mitranya International Finance Coeporation (IFC) yang memiliki 12% saham. MedcoEnergi percaya ketenagalistrikan tetap merupakan bisnis yang menarik dan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan di masa depan dengan mengejar proyek-proyek baru seperti:

  • Proyek Combined Cycle Power Plant tenaga gas di Riau bersama mitranya Ratchaburi dari Thailand (275MW)
  • Membangun tambahan Combined Cycle Power Plant tenaga gas di Energi Listrik Batam (ELB) sebesar 40MW
  • Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Ijen, Jawa Timur (110MW)
  • Proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga gas di aset PSC MedcoEnergi di Blok A dan Senoro-Toili.

Q:

A:

Siapa pendiri Perusahaan?

Keluarga Panigoro, dengan Bapak Arifin Panigoro bertindak sebagai kepala keluarganya, merintis Perusahaan dengan awalnya mendirikan perusahaan jasa pengeboran pada tahun 1980. Keluarga memiliki bisnis lain di luar sektor minyak dan gas seperti kehutanan dan perkebunan, fabrikasi, properti, dll.