Masuk | Sabtu, 29 Januari 2022 |

Siaran Pers

2021-10-26

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Semester Pertama 2021

Ikhtisar Kinerja

 Keuangan

  • EBITDA AS$318 juta
  • Laba Kotor AS$234 juta
  • Hutang Bersih terhadap EBITDA2 3,1x
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas AS$551 juta

 Operasional

  • Produksi Minyak & Gas 94 mboepd
  • Penjualan listrik Medco Power 1.355 GWh
  • Biaya Produksi Minyak & Gas AS$9,6 per boe
  • Belanja Modal AS$28 juta

Jakarta, 26 Oktober 2021 – PT Medco Energi Internasional Tbk1 mengumumkan kinerja konsolidasi yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2021 (“1H-2021”).

Roberto Lorato, CEO, mengatakan “Dengan senang saya melaporkan peningkatan hasil kinerja semester pertama. Harga pada paruh kedua 2021 terus membaik dan permintaan gas domestik mulai pulih setelah lockdown ekonomi di Indonesia. Saat ini kami telah mempublikasikan Strategi Perubahan Iklim beserta langkah-langkah awal untuk memenuhi komitmen MedcoEnergi dalam mencapai emisi Net Zero untuk Scope 1 dan Scope 2 pada tahun 2050 dan Scope 3 pada tahun 2060.”

 Ihktisar Keuangan

  • EBITDA 1H-2021 sebesar AS$318 juta, meningkat 15% year-on-year, sebagian besar terkait pulihnya harga komoditas. Harga minyak AS$62,3/bbl, 61% lebih tinggi year-on-year (AS$38,7/bbl) dan harga rata-rata gas AS$5,9/mmbtu, 8% lebih tinggi year-on-year (AS$5,4/mmbtu).
  • EBITDA pada kuartal kedua 2021 adalah AS$159 juta, sedikit di bawah EBITDA kuartal pertama meskipun harga minyak lebih tinggi dikarenakan penghentian fasilitas yang tidak direncanakan serta adanya biaya terkait aset internasional dan Aceh.
  • Laba Bersih pada 1H-2021 adalah AS$46,5 juta. Ketiga segmen bisnis membukukan laba Minyak & Gas sebesar AS$88 juta, Ketenagalistrikan sebesar AS$22 juta dan Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebesar AS$33 juta seiring dengan kinerja Fase 7 yang terus meningkat dan diimbangi oleh biaya kantor pusat dan pinjaman.
  • Belanja modal adalah AS$28 juta, konsisten dengan rendahnya aktivitas selama pembatasan COVID-19 di 1H-2021. Pengeluaran akan meningkat pada paruh kedua namun rencana belanja modal setahun akan tetap sesuai pedoman tahun 2021 Perseroan.
  • Kas dan setara kas pada 1H-2021 adalah AS$551 juta. Hutang konsolidasi adalah AS$2,6 miliar, turun 14% dari 1H-2020. Hutang Restricted group3 adalah AS$2,2 miliar, turun AS$442 juta year-on-year dengan Hutang Bersih3 AS$1,8 Miliar dan Hutang Bersih terhadap EBITDA1 adalah 3,1x.
  • Perseroan akan terus proaktif mengelola kewajiban dan deleverage kuartal demi kuartal. Semua Obligasi IDR 2021 dan 2022 yang akan jatuh tempo, telah dijamin dalam escrow sebesar AS$123 juta.

Ikhtisar Operasi

Minyak & Gas

  • Produksi Minyak & Gas sebesar 94 mboepd, menurun 7% dari 1H-2020 disebabkan adanya program perawatan rutin dan penghentian fasilitas yang tidak direncanakan, dengan permintaan gas domestik yang masih rendah selama lockdown COVID-19 pada kuartal kedua di Indonesia. Biaya produksi Minyak & Gas per unit adalah AS$9,6 per boe.
  • Belanja modal Minyak & Gas sebagian besar digunakan untuk pekerjaan beberapa proyek pengembangan Minyak & Gas di PSC South Natuna Sea Block B. Pengembangan ini akan berlanjut pada 2022 dengan rencana gas pertama dari lapangan Hiu pada 2Q-2022, gas pertama dari proyek Belida Extension pada 4Q-2022 dan minyak pertama dari lapangan Forel serta gas dari lapangan Bronang pada 4Q-2023.

 Medco Power

  • Medco Power menghasilkan penjualan sebesar 1.355 GWh di semester pertama 2021 dimana sekitar 33% dari sumber energi terbarukan. Penjualan listrik naik 19% year-on-year, terutama karena peningkatan kinerja uap di Sarulla Geotermal diimbangi dengan permintaan listrik yang lebih rendah di Batam selama adanya lockdown lokal.
  • Belanja modal ketenagalistrikan digunakan untuk melanjutkan commissioning Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap 275 MW Riau, pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya 26 MWp di Sumbawa dan Tahap-1 Pembangunan 30 MW geotermal di Ijen.
  • Medco Power mengumumkan bahwa bersama mitra konsorsium akan mengembangkan proyek percontohan Impor Tenaga Surya 100 MW dengan kapasitas sebesar 670 MWp dari Indonesia ke Singapura, di Pulau Bulan, Provinsi Kepulauan Riau, menyusul pemberian izin prinsip impor dari Energy Market Authority (EMA) Singapura.

 AMNT

  • AMNT memproduksi 103,1 Mlbs tembaga dan 55 Koz emas. Penambangan bijih dari fase 7 terus berlanjut, demikian juga Pengembangan Fase 8.
  • AMNT memperoleh dua Penghargaan Praktik Pertambangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia atas kontribusinya terhadap pengelolaan lingkungan dan konservasi.

Panduan 2021

Panduan Perusahaan untuk 2021:

  • Produksi Minyak & Gas 95 mboepd
  • Penjualan Listrik 3.000 GWh
  • Biaya produksi migas per unit di bawah AS$10/boe
  • Total belanja modal Minyak & Gas AS$150 juta dan Power AS$65 juta

 

Presiden Direktur Hilmi Panigoro mengatakan, “Saya senang melihat peningkatan kinerja Perusahaan. Pengumuman Proyek Tenaga Surya di Pulau Bulan merupakan langkah lanjutan terhadap Strategi Climate Change kami dan saya sepenuhnya mendukung komitmen MedcoEnergi untuk mencapai Net Zero pada tahun 2050.”


1Disetahunkan dan tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” or “Medco Power”)
2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”, “Medco” atau “Perseroan”)
3Tidak termasuk Medco Power