Masuk | Rabu, 28 Juli 2021 |

Siaran Pers

2021-06-01

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja 2020 yang telah diaudit

Ikhtisar Kinerja

 Keuangan

  • EBITDA US$502 juta
  • Laba Kotor US$322 juta
  • Hutang Kotor US$2,7 miliar dan Hutang Bersih US$2,3 miliar
  • Kas dan setara kas US$446 juta

 Operasional

  • Produksi Minyak & Gas 100 mboepd
  • Penjualan listrik 2.639 GWh, 31% dari sumber energi terbarukan
  • Biaya produksi Minyak & Gas US$9,0 per boe
  • Belanja modal US$207 juta

Jakarta, 31 Mei 2021 – PT Medco Energi Internasional Tbk1 mengumumkan kinerja keuangan tahun 2020 (“FY2020”).

Roberto Lorato, CEO mengatakan, “Rendahnya permintaan energi akibat pandemi telah berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan tahun lalu. Dalam menyikapi keadaan luar biasa ini, kami segera melakukan adaptasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja, mendukung masyarakat di sekitar operasi dan menjaga likuiditas Perusahaan. Harga komoditas telah membaik pada tahun 2021, namun pandemi belum usai sepenuhnya dan volume gas di beberapa pasar utama Perseroan masih rendah. Kami akan tetap disiplin dan menjaga fleksibilitas untuk memanfaatkan pemulihan yang diharapkan.”

Ikhtisar Keuangan

  • EBITDA sebesar US$502 juta, 20% di bawah tahun 2019 karena permintaan gas dan harga minyak yang rendah.
  • Harga minyak US$40,3/bbl, 36% di bawah tahun 2019 (US$62,5/bbl) dan harga gas US$5,2/mmbtu, 23% di bawah tahun 2019 (US$6,7/mmbtu).
  • Tahun 2020 Perseroan mengalami kerugian sebesar US$189 juta, termasuk satu kali penurunan non-tunai sebesar US$93 juta pada Kuartal-4 tahun 2020. Perseroan melaporkan Laba Bersih sebesar US$9 juta untuk periode Kuartal-4 tahun 2020, sebelum penurunan nilai dan seiring pulihnya harga minyak.
  • AMNT2 melaporkan keuntungan sebesar US$25 juta dengan bijih produktif dari pengembangan Tahap 7 dan didukung oleh kenaikan harga tembaga dan emas.
  • Belanja modal Migas mencapai US$144 juta untuk menyelesaikan proyek Meliwis di Jawa Timur dan pengeboran empat sumur eksplorasi yang berhasil di Natuna. Belanja modal ketenagalistrikan mencapai US$63 juta, untuk pengembangan CCPP Riau dan pengeboran eksplorasi geotermal Ijen.
  • Kas dari operasi setelah belanja modal positif meskipun permintaan energi rendah dengan adanya pengurangan pengeluaran dan sinergi Ophir. Kas dan setara kas adalah US$446 juta.
  • Dukungan dari Pemegang saham dan liability management yang proaktif memungkinkan kelangsungan deleveraging.
  • Hutang mencapai US$2,7 miliar, turun 15% dari 2019. Untuk Restricted Group3, Hutang adalah US$2,3 miliar, turun 6% dan Hutang Bersih3 adalah US$ 2,0 miliar, turun 4% dari 2019. Hutang Bersih terhadap EBITDA3 4,2x.
  • MedcoEnergi telah bergabung dengan Carbon Disclosure Project (CDP) dan akan melaporkan sesuai rekomendasi TCFD4 mulai tahun 2020.
  • Intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan-1 terus membaik, berkurang 12% sejak tahun 2018 dan program pelestarian hutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun telah mengurangi 363.595 ton5 CO2 di atmosfer pada 2020.

 

Ikhtisar Operasi

Minyak & Gas

  • Produksi migas 100 mboepd, dampak dari permintaan gas yang rendah. Permintaan gas berangsur pulih pada tahun 2021 namun masih di bawah normal saat sebelum pandemi.
  • Biaya produksi migas per unit adalah US$9,0 per boe, sesuai panduan.
  • Empat penemuan gas eksplorasi komersial dilakukan pada sumur Bronang-2, Kaci-2, West Belut-1 dan Terubuk-5 di South Natuna Sea Block B PSC.
  • Menyelesaikan integrasi sistem, organisasi dan ruang kantor dari Ophir Energy.

 Medco Power

  • Penjualan ketenagalistrikan adalah 2.639 GWh, 31% berasal dari sumber energi terbarukan.
  • Medco Power membentuk Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company untuk mengoperasikan dan mengembangkan fasilitas IPP gas.
  • Sumur eksplorasi di Ijen, Jawa Timur telah menemukan reservoir uap dan pekerjaan sedang dilakukan untuk membuktikan kelayakan komersial fasilitas geotermal yang baru.
  • Pembangunan CCPP Gas Riau 275MW mencapai 97% dengan target operasi komersial pada Kuartal-4 tahun 2021 dan konstruksi fasilitas Solar PV 26MWp di Sumbawa sedang berlangsung dengan target penyelesaian pada Kuartal-1 tahun 2022.

 AMNT

  • AMNT mulai mengakses bijih produktif dari Tahap 7 dan telah berproduksi sebesar 294 Mlbs tembaga dan 132 Koz emas dari bijih tambang dan pengolahan stockpile di 2020.
  • Pengembangan Tahap 8 sedang berjalan.
  • AMNT memperoleh perpanjangan izin ekspor selama satu tahun sebesar 579.444 Wet Metric Ton.
 

Panduan 2021 

 Panduan Perusahaan untuk 2020:

  • Produksi Minyak & Gas sebesar 95 mboepd
  • Penjualan Listrik 3.000 GWh
  • Biaya produksi Minyak & Gas dibawah US$10/boe
  • Total belanja modal Minyak & Gas US$150 juta dan Power US$65 juta

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, mengatakan "Dengan selesainya aliansi Kansai Electric, keberhasilan eksplorasi, dan AMNT kembali menghasilkan keuntungan, sangat membanggakan melihat MedcoEnergi melewati masa yang sulit ini dan bangkit menjadi Perusahaan yang lebih kuat. Kami juga mulai melihat manfaat dari upaya kami mengendalikan emisi dan kami akan memperbarui sasaran ESG dan Transisi Energi jangka menengah kami.


1PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”)
2PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”)
3Tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “ Medco Power”)
4Task Force on Climate-Related Financial Disclosure
5Penanaman sukarela diatas pemenuhan kewajiban dari perijinan