Masuk | Senin, 19 November 2018 |

Siaran Pers

2017-04-03

MedcoEnergi Hasil Laporan Keuangan 2016

Jakarta, 3 April 2017 - PT Medco Energi Internasional Tbk, (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”) hari ini melaporkan laba bersih setahun penuh sebesar USD 185 Juta dibandingkan dengan rugi bersih 2015 sebesar USD 188 Juta. Produksi minyak dan gas 2016 adalah 66 MBOEPD (2015 56 MBOEPD) dan biaya kas per unit $ 8,8 / BOE (2015 $ 12,3 / BOE), EBITDA setahun penuh sebesar USD 274 Juta (2015 USD 220 Juta) dengan porsi Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dibukukan secara metode ekuitas.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur mengatakan bahwa “2016 merupakan tahun transformasi bagi Perusahaan. Meskipun ketidakpastian bisnis terus berlanjut, kami mengambil strategi yang jelas untuk memperoleh aset berproduksi berkualitas pada harga yang menguntungkan. Saya yakin bahwa peningkatan margin operasional akan terus memberikan nilai dan imbal balik bagi investor kami, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya. Kami bangga menjadi unggulan nasional yang kompetitif dan kuat secara finansial.”

Roberto Lorato, CEO mengatakan “Pada 2016 kami bisa melampaui target pencapaian kami di semua bidang. Kami mengakuisisi dua aset produksi strategis besar, terus maju dengan pelaksanaan pembangunan gas Aceh, mencapai tingkat produksi berjalan akhir tahun lebih dari 80 MBOEPD, sambil menyesuaikan organisasi kami dan struktur biaya dan memberikan kinerja HSE yang sangat baik. Di 2017 kita akan bertumpu pada pencapaian ini dan tetap disiplin dalam mengejar tujuan operasional dan keuangan”.

Ikhtisar Operasi

2016 hasil operasional adalah sebagai berikut:

  • Produksi minyak dan gas naik menjadi 66 MBOEPD dibandingkan dengan 56 MBOEPD pada tahun 2015.
  • Pengembangan gas Aceh sesuai anggaran dan perencanaan dan telah mencapai tingkat penyelesaian lebih dari 35%.
  • Tingkat penggantian hidrokarbon sebesar 232% dari produksi, penambahan sertifikasi teknis 880 BCF (gross) gas di lapangan Senoro dan memperoleh perpanjangan 10 tahun untuk Lematang PSC.
  • AMNT produksi tahun penuh adalah 477 juta lbs tembaga dan 798 ribu oz emas.
  • Medco Power menghasilkan produksi listrik 1.7GW dibandingkan dengan 1.3GW pada tahun 2015 dan memenangkan tender untuk pembangunan IPP 275MW di Riau.
  • Memperoleh Penghargaan Lingkungan PROPER Emas untuk Rimau PSC.

Ikhtisar keuangan

2016 hasil keuangan adalah sebagai berikut:

  • Menyelesaikan akuisisi kepemilikan secara tidak langsung sebesar 41,1% di AMNT.
  • Menyelesaikan akuisisi kepemilikan operasi sebesar 40% di South Natuna Sea Block B.
  • Mengkonsolidasi kepemilikan di Blok A Aceh menjadi 85% dengan mengakuisisi 16,67% dari Japex dan 26,67% dari KrisEnergy.
  • Menyelesaikan akuisisi kepentingan Lundin ini 25,8% di Lematang. 

Hasil keuangan lainnya adalah sebagai berikut: 

  • Keuntungan pembelian diskon sebesar USD 551 Juta, sebagian diimbangi oleh penurunan nilai aset sebesar USD 311 juta terutama karena penundaan pengembangan aset Afrika Utara akibat kondisi geopolitik yang menantang.
  • Menurunkan biaya hidrokarbon per unit menjadi USD 8,8 / BOE dibandingkan dengan USD 12,3 / BOE pada tahun 2015.
  • Menghimpun dana sebesar Rp 2,8 Triliun melalui program Obligasi Rupiah dan USD 55 juta melalui Wesel Jangka Menengah. 

Target Pencapaian 2017

  • Produksi minyak dan gas di kisaran 75-80 MBOED.
  • Biaya kas per unit akan tetap di bawah $ 10 / BOE pada tahun 2018, hingga 2020
  • Pengeboran di Blok South Natuna Sea untuk mengakses cadangan hidrokarbon yang belum dimanfaatkan
  • Pengembangan gas Aceh akan dilanjutkan dengan pengeboran di kuartal kedua.
  • Produksi listrik akan berada di kisaran 2,1 – 2,2GWh.
  • Produksi AMNT akan sebesar 300-310 juta lbs untuk tembaga, 400-420 ribu oz untuk emas.
  • AMNT akan menyelesaikan studi kelayakan smelter dan menjalankan rencana penambangan yang baru.