1948 - 2024

Raisis Arifin Panigoro

Penasihat MedcoEnergi



Dengan rasa hormat, kami sampaikan rasa kehilangan kami atas kepergian Ibu Raisis Arifin Panigoro, Penasihat MedcoEnergi (2022-2024). Jasa dan kontribusi almarhumah selama ini menjadikan tauladan bagi kita semua.

Lanjut ke website
Masuk | Selasa, 23 Juli 2024 |

MedcoEnergi Mengumumkan Laporan Keuangan 2015

Siaran Pers

2016-03-31

MedcoEnergi Mengumumkan Laporan Keuangan 2015

 

IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA MEDCOENERGI 2015

Operasional

Rata-rata produksi sebesar 55,6 MBOEPD (56,0 MBOEPD di 2014)

Produksi Minyak – 31,6 MBOPD (31,6 MBOPD di 2014)

Produksi Gas – 140,5 MMSCFD (142,9 MMSCFD di 2014)

Lapangan gas Senoro beroperasi tepat waktu dan sesuai anggaran

Perpanjangan Kontrak Servis Karim Field di Oman

PJBG ditandatangani dengan Pertamina untuk pengiriman gas sebesar 198 TBTU di Lapangan Blok A

PJBG  ditandatangani dengan Perusda Mura Energi untuk pengiriman gas sebesar 8,75 TBTU di Sumatera Selatan

Mencapai perjanjian kerja sama pengembangan panas bumi Ijen, dan perpanjangan kontrak penjualan listrik (PPA) untuk pembangkit listrik Singa di Sumatera Selatan

 

Keuangan

EBITDA sebesar AS$217 juta

Penurunan nilai aset net sebesar AS$180 juta

Pengurangan signifikan pada cash costs dan capex operasional

Menerbitkan SG$100 juta Medium Term Note dan melakukan pembiayaan kembali kilang gas Senoro

Menutup tahun 2015 dengan dengan cadangan kas lebih dari AS$450 juta

 

 

Jakarta, 31 Maret 2016 – Hari ini, PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” or “Perseroan”) mengeluarkan laporan keuangan akhir tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dengan laba kotor sebesar AS$208 juta dan laba operasi sebesar AS$90 juta. 

 

Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi, menyatakan, “Tahun 2015 merupakan tahun yang sulit bagi industri minyak dan gas bumi pada umumnya, namun Perseroan telah memperlihatkan kinerja yang kuat dan menghasilkan EBITDA 2015 sebesar AS$217 juta ditengah rendahnya harga minyak dunia. Kedepannya, jajaran direksi baru telah menetapkan prioritas bisnis untuk meningkatkan kinerja keuangan Perseroan. Prioritas ini termasuk melanjutkan efisiensi biaya dan modal serta berupaya untuk mempercepat siklus waktu proyek di dalam pengembangan portofolio domestik Perseroan. Kami akan tetap berupaya mempertahankan posisi strategis Perseroan di Indonesia dalam rangka menciptakan nilai lebih bagi pemegang saham melalui akuisisi sumber daya domestik yang selektif, perpanjangan kontrak serta renegosiasi penjualan gas dan subkontrak.”

 

Pencapaian operasi tahun 2015

<!--[if !supportLists]-->·       Meski terdapat gejolak di Yaman, Perseroan juga sukses berupaya dalam menahan laju penurunan produksi pada aset domestik sehingga memperoleh produksi minyak yang stabil dari tahun ke tahun sebesar 31,6 MBOPD. Penjualan gas sedikit menurun sehubungan dengan rendahnya permintaan di tahun 2015. Saat ini, Perseroan fokus pada penambahan nilai, maka produksi di tahun 2016 diperkirakan berkisar antara 55 sampai 60 MBOEPD.

<!--[if !supportLists]-->·       Lapangan gas Senoro berproduksi tepat waktu dan sesuai anggaran pada Juli 2015. Produksi lapangan gas Senoro terus melebihi ekspektasi dengan kapasitas produksi kotor sebesar 355 MMSCFD. Pada saat bersamaan, kilang Donggi Senoro LNG (“DS-LNG”) juga sukses beroperasi sesuai dengan rencana. Seiring dengan peresmian Lapangan gas Senoro dan kilang DS-LNG oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo, kilang DS-LNG mengirimkan kargo pertama pada September 2015. Di 2015, kilang Donggi Senoro telah mengirimkan 12 kargo LNG dan MedcoEnergi berharap jumlah pengiriman pada tahun 2016 menjadi lebih dari dua kali lipat di tahun 2016.

<!--[if !supportLists]-->·        Pada Juli 2015, MedcoEnergi menandatangani perpanjangan kontrak servis selama 25 tahun untuk lapangan Karim Field. Perseroan telah beroperasi di Oman sejak tahun 2006 dan perpanjangan ini menunjukkan kepercayaan pemerintah Oman kepada MedcoEnergi sebagai operator minyak dan gas.

<!--[if !supportLists]-->·   Melalui anak usaha kelistrikan, Perseroan mencapai perjanjian CSPA (Conditional Sales and Purchase Agreement) dengan perusahaan Filipina, Aboitiz Power untuk bersama-sama mengembangkan proyek panas bumi 110 MW Ijen dan perpanjangan perjanjian jual beli tenaga listrik (PPA) bagi pembangkit listrik Singa di Sumatera Selatan.

<!--[if !supportLists]-->·       Di Januari 2015, MedcoEnergi menandatangani kontrak jual beli gas dengan Pertamina dengan total volume gas sebesar 198 TBTU dari lapangan gas Blok A. Fase pengembangan awal dari proyek gas ini diharapkan dapat mulai berproduksi di 2018 dengan telah ditunjuknya JEC menjadi kontraktor EPC.

<!--[if !supportLists]-->·        Juga di Januari 2015, MedcoEnergi telah menandatangani kontrak jual beli gas dengan Perusda Mura Energi, Sumatera Selatan untuk pengiriman 8,75 TBTU selama 11 tahun. Kontrak ini akan memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di kabupaten Musi Rawas.

 

Pencapaian keuangan tahun 2015

<!--[if !supportLists]-->·    EBITDA tahun 2015 tercatat diatas AS$217 juta meskipun terjadi penurunan harga minyak hingga 50% sementara harga gas cenderung stabil. Hal ini mencerminkan komposisi kontrak penjualan minyak dengan harga pasar dan penjualan gas dengan harga tetap.

<!--[if !supportLists]-->·         <!--[endif]-->Perseroan mencatatkan penurunan nilai aset net sebesar AS$180 juta sehubungan dengan rendahnya harga minyak. 

<!--[if !supportLists]-->·         <!--[endif]-->Cash costs berkurang sebesar 16%. Pengurangan juga terjadi pada capex operasi di luar akuisisi sebesar 62% dan pada cash lifting cost sebesar 23%. Selama 2016 Perseroan akan meneruskan pengurangan biaya, melakukan penangguhan dan renegosiasi komitmen eksplorasi yang tepat.

<!--[if !supportLists]-->·         <!--[endif]-->Perseroan menerbitkan SG$100 juta di awal 2015 sebagai bagian dari program Medium Term Note senilai SG$500 juta. Mendekati akhir tahun, Perseroan juga melakukan pembiayaan kembali kilang gas Senoro.

<!--[if !supportLists]-->·         <!--[endif]-->Perseroan mengakhiri tahun 2015 dengan cadangan kas lebih dari AS$450 juta yang mencerminkan likuiditas yang baik.