Komitmen untuk Berinvestasi di Masa Depan yang Berkelanjutan

Laporan Keberlanjutan 2020: Tangguh Menghadapi Tantangan

Laporan Keberlanjutan 2020 ini memberikan informasi terkini tentang perjalanan keberlanjutan kami dan keberhasilan dan kekurangan dalam menghadapi tantangan global saat ini dengan tetap fokus pada tujuan keberlanjutan jangka panjang kami. Kami akan terus bergerak maju menuju penciptaan nilai dan mewujudkan pertumbuhan bisnis melalui praktik yang berkelanjutan.

Operasi Lepas Pantai Kelas Dunia

South Natuna Sea Block B, Riau,Indonesia

Sebuah PSC lepas pantai yang terletak di Laut Natuna Selatan dengan basis hidrokarbon yang besar dan standar Kesehatan, Keselamatan, dan Catatan Lingkungan terbaik di kelasnya. Dengan integrasi aset ini ke dalam portofolio MedcoEnergi melalui akuisisi, maka akan meningkatkan kemampuan dan skala Perseroan sebagai Perusahaan Minyak dan Gas dengan operasi lepas pantai kelas dunia.

Energi Bersih untuk Bumi

Panas Bumi Sarulla, Sumatera Utara, Indonesia

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla telah dimulai tahun 2014, dan akan menghasilkan daya listrik sebesar 3 x 110 MW. Setelah selesai, sebagai kontrak proyek listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia, pembangkit ini akan menghasilkan energi listrik yang bersih dan berkelanjutan dan diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga 1,3 juta ton per tahun.

Monetisasi Cadangan

Blok A, Aceh, Indonesia

Pada bulan Januari 2015, MedcoEnergi menandatangani perjanjian jual beli gas dengan Pertamina yang bernilai lebih dari AS$ 2 milyar, setara dengan 200 BCF cadangan dari Kontrak Kerja Sama Blok A di Provinsi Aceh, Indonesia. Kontrak ini menunjukkan dukungan Perusahaan untuk pengembangan pasar gas domestik Indonesia, disaat yang sama menciptakan nilai bagi perusahaan dan membangun nilai ekonomis penting di provinsi Aceh.

Mengembalikan Aset Strategis Milik Indonesia dari Newmont

Amman Mineral Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, Indonesia

Transaksi ini merupakan pencapaian yang sangat penting bagi Perseroan dan semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah Indonesia. Kami berkomitmen untuk mempertahankan standar kelas dunia dalam keamanan, pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial, serta sumberdaya manusia yang berkualitas tinggi.

Saham

26/09/2021
MEDC-IDX
(IDR)
492
Market Cap
(Trilion IDR)
12,4
Volume
(lot)
1.058.931

Whistleblower

Memastikan MedcoEnergi sebagai tempat yang aman, adil dan nyaman untuk bekerja.
Berita Terkini
Kamis, 26/08/2021 WIB Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan MedcoEnergi

MedcoEnergi mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Agustus 2021.

Sabtu, 26/06/2021 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Kuartal Pertama 2021

MedcoEnergi mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2021

Selasa, 01/06/2021 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja 2020 yang telah diaudit

MedcoEnergi mengumumkan kinerja keuangan tahun 2020 yang telah diaudit

Jumat, 09/04/2021 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company

MedcoEnergi mengumumkan penyelesaian transaksi untuk membentuk aliansi strategis antara MedcoPower dengan Kansai Electric Power Company.

Senin, 30/11/2020 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Sembilan Bulan 2020

PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan kinerja keuangan sembilan bulan tahun 2020 (“9M 2020”)

Sabtu, 03/10/2020 WIB MedcoEnergi Umumkan Hasil Keuangan Semester Pertama 2020

MedcoEnergi mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2020.

Jumat, 25/09/2020 WIB MedcoEnergi Berhasil Menutup Periode Perdagangan HMETD 2020

MedcoEnergi mengumumkan bahwa Perseroan telah berhasil melakukan penutupan periode perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu tahun 2020

Senin, 07/09/2020 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company

MedcoEnergi mengumumkan penandatanganan aliansi strategis antara PT Medco Power Indonesia dengan Kansai Electric Power Company

Rabu, 26/08/2020 WIB MedcoEnergi Umumkan Hasil Kinerja Kuartal Pertama 2020

MedcoEnergi mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2020.

Selasa, 25/08/2020 WIB Siaran Pers Paparan Publik 2020 dan Kinerja Terkini MedcoEnergi

PT Medco Energi Internasional Tbk telah berpartisipasi dalam Paparan Publik 2020 secarada ring, bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan MedcoEnergi

Jakarta, 26 Agustus 2021 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Agustus 2021.

Disamping menyetujui agenda RUPST reguler, para pemegang saham juga menyetujui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan penerbitan Obligasi USD, guna mendukung agenda pertumbuhan Perseroan. Pemegang saham juga menyetujui penetapan Ibu Yani Panigoro sebagai Komisaris Utama Perseroan.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi mengatakan, “Kami berhasil melalui tahun yang penuh tantangan dengan kedisiplinan, ketangguhan dan fleksibilitas. Direksi sangat menghargai kepercayaan dan keyakinan para pemegang saham MedcoEnergi, pemberi pinjaman dan pemangku kepentingan lainnya serta berterima kasih atas pengawasan dan arahan Dewan Komisaris.”

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Kuartal Pertama 2021

Ikhtisar Kinerja

 Keuangan

  • EBITDA AS$159 juta
  • Laba Bersih AS$5 juta
  • Hutang Bersih terhadap EBITDA2 3,0x
  • Kas dan setara kas AS$695 juta

 Operasional

  • Produksi Minyak & Gas 101 mboepd
  • Penjualan listrik Medco Power 666 GWh
  • Biaya Produksi Minyak & Gas AS$8,7 per boe
  • Belanja Modal AS$9 juta

Jakarta, 26 Juni 2021 – PT Medco Energi Internasional Tbk1 mengumumkan kinerja keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2021 (“Kuartal-1 2021”).

Roberto Lorato CEO mengatakan, “Saya senang melaporkan hasil kinerja yang membaik dengan Laba Bersih positif dan EBITDA yang meningkat. Harga komoditas terlihat telah berangsur pulih, namun permintaan gas masih rendah. Kinerja operasional dan keselamatan kerja kami tetap kuat, meskipun pandemi jelas belum berakhir, kami terus menjaga protokol kesehatan dengan ketat.”

 Ihktisar Keuangan

  • EBITDA AS$159 juta, hampir dua kali lipat dari Kuartal-4 tahun 2020 terutama dari pulihnya harga komoditas. Harga minyak AS$58,8/bbl, 14% lebih tinggi tahun ke tahun (AS$51,3/bbl) dan harga gas stabil di AS$5,7/mmbtu.
  • Laba bersih adalah AS$5,1 juta dari operasi Minyak & Gas dan Amman Mineral Nusa Tenggara yang menghasilkan pendapatan positif serta diuntungkan dengan pulihnya harga komoditas.
  • Belanja modal Migas sebesar AS$6 juta, rendahnya permintaan gas memungkinkan untuk dilakukan penangguhan belanja modal. Perseroan akan mempertahankan fleksibilitas keuangan untuk menanggapi permintaan gas yang meningkat. Belanja modal Ketenagalistrikan sebesar AS$3 juta untuk kelanjutan proses commissioning proyek 275MW CCGPP Riau.
  • Hutang Bersih terhadap EBITDA2 adalah 3,0x, meningkat signifikan mengikuti naiknya harga komoditas dan deleveraging baru-baru ini. Untuk Restricted Group2, Hutang adalah AS$2,3 miliar turun 14% dan Hutang Bersih2 AS$1,8 miliar turun 7% dari Kuartal-1 tahun 2020. Hutang konsolidasi mencapai AS$2,7 miliar, turun 19% dari Kuartal-1 tahun 2020.
  • Perseroan memiliki kas dan setara kas sebesar AS$695 juta. Obligasi IDR 2021 yang jatuh tempo sudah dijamin dalam escrow dan melalui liability management yang proaktif, saat ini umur pinjaman rata-rata adalah 5,1 tahun.
  • MedcoEnergi telah bergabung dengan Carbon Disclosure Project (CDP) dan akan melaporkan sesuai rekomendasi TCFD3 mulai tahun 2020.

Ikhtisar Operasi

Minyak & Gas

  • Produksi Minyak & Gas sebesar 101 mboepd, stabil dari tahun ke tahun meskipun portofolio gas lebih besar. Permintaan gas tetap rendah terutama di Aceh dan Jawa Timur.
  • Biaya produksi per unit adalah AS$8,7 per boe, sesuai dengan panduan setahun penuh.
  • South Natuna Sea Block B mendapatkan perubahan terms keekonomian setelah menyelesaikan pengembangan lapangan minyak Forel yang sedang berlangsung.
  • Menyelesaikan program Acid Fracturing pada dua sumur Alur Siwah untuk optimisasi produksi gas masa depan di Aceh.

 Medco Power

  • Medco Power menghasilkan penjualan sebesar 666 GWh, turun 4% tahun ke tahun, terutama karena permintaan listrik yang lebih rendah, 32% dihasilkan dari energi terbarukan pada Kuartal-1 2021.
  • CCGPP 275MW Riau telah 97% selesai, commissioning terus berlanjut dan fasilitas berada sesuai rencana untuk operasi komersial di Kuartal-4 2021.
  • Aliansi strategis dengan Kansai Electric Power Company diselesaikan pada 31 Maret 2021, memperkuat daya saing Medco Power pada proyek pembangkit listrik tenaga gas di masa datang.
  • Pembangunan fasilitas Solar PV 26MWp di Sumbawa sedang berlangsung dengan operasi komersial diharapkan pada Kuartal-1 2022.

 AMNT

  • AMNT memproduksi 48 Mlbs tembaga dan 34 Koz emas dengan terus mengakses bijih dari Fase 7. Pengembangan Fase 8 sedang berlangsung.
  • AMNT memperoleh perpanjangan satu tahun izin ekspor untuk 579.444 Wet Metric Ton dan penyelesaian proyek smelter telah mencapai progress 27% per Januari 2021.

Panduan 2021

Panduan Perusahaan untuk 2021:

  • Produksi Minyak & Gas 95 mboepd
  • Penjualan Listrik 3.000 GWh
  • Biaya produksi migas per unit di bawah AS$10/boe
  • Total belanja modal Minyak & Gas AS$150 juta dan Power AS$65 juta

 

Presiden Direktur Hilmi Panigoro mengatakan, “MedcoEnergi dan masyarakat telah menghadapi masa-masa yang sangat menantang akibat pandemi COVID-19. Kami telah menghasilkan kinerja awal yang positif di 2021 dan MedcoEnergi akan terus mendukung pemulihan serta memperbaharui komitmen kami terhadap pembangunan ekonomi dan sosial jangka panjang yang berkelanjutan”.


1PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”)
2Tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “ Medco Power”)
3Task Force on Climate-Related Financial Disclosure
 

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja 2020 yang telah diaudit

Ikhtisar Kinerja

 Keuangan

  • EBITDA US$502 juta
  • Laba Kotor US$322 juta
  • Hutang Kotor US$2,7 miliar dan Hutang Bersih US$2,3 miliar
  • Kas dan setara kas US$446 juta

 Operasional

  • Produksi Minyak & Gas 100 mboepd
  • Penjualan listrik 2.639 GWh, 31% dari sumber energi terbarukan
  • Biaya produksi Minyak & Gas US$9,0 per boe
  • Belanja modal US$207 juta

Jakarta, 31 Mei 2021 – PT Medco Energi Internasional Tbk1 mengumumkan kinerja keuangan tahun 2020 (“FY2020”).

Roberto Lorato, CEO mengatakan, “Rendahnya permintaan energi akibat pandemi telah berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan tahun lalu. Dalam menyikapi keadaan luar biasa ini, kami segera melakukan adaptasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja, mendukung masyarakat di sekitar operasi dan menjaga likuiditas Perusahaan. Harga komoditas telah membaik pada tahun 2021, namun pandemi belum usai sepenuhnya dan volume gas di beberapa pasar utama Perseroan masih rendah. Kami akan tetap disiplin dan menjaga fleksibilitas untuk memanfaatkan pemulihan yang diharapkan.”

Ikhtisar Keuangan

  • EBITDA sebesar US$502 juta, 20% di bawah tahun 2019 karena permintaan gas dan harga minyak yang rendah.
  • Harga minyak US$40,3/bbl, 36% di bawah tahun 2019 (US$62,5/bbl) dan harga gas US$5,2/mmbtu, 23% di bawah tahun 2019 (US$6,7/mmbtu).
  • Tahun 2020 Perseroan mengalami kerugian sebesar US$189 juta, termasuk satu kali penurunan non-tunai sebesar US$93 juta pada Kuartal-4 tahun 2020. Perseroan melaporkan Laba Bersih sebesar US$9 juta untuk periode Kuartal-4 tahun 2020, sebelum penurunan nilai dan seiring pulihnya harga minyak.
  • AMNT2 melaporkan keuntungan sebesar US$25 juta dengan bijih produktif dari pengembangan Tahap 7 dan didukung oleh kenaikan harga tembaga dan emas.
  • Belanja modal Migas mencapai US$144 juta untuk menyelesaikan proyek Meliwis di Jawa Timur dan pengeboran empat sumur eksplorasi yang berhasil di Natuna. Belanja modal ketenagalistrikan mencapai US$63 juta, untuk pengembangan CCPP Riau dan pengeboran eksplorasi geotermal Ijen.
  • Kas dari operasi setelah belanja modal positif meskipun permintaan energi rendah dengan adanya pengurangan pengeluaran dan sinergi Ophir. Kas dan setara kas adalah US$446 juta.
  • Dukungan dari Pemegang saham dan liability management yang proaktif memungkinkan kelangsungan deleveraging.
  • Hutang mencapai US$2,7 miliar, turun 15% dari 2019. Untuk Restricted Group3, Hutang adalah US$2,3 miliar, turun 6% dan Hutang Bersih3 adalah US$ 2,0 miliar, turun 4% dari 2019. Hutang Bersih terhadap EBITDA3 4,2x.
  • MedcoEnergi telah bergabung dengan Carbon Disclosure Project (CDP) dan akan melaporkan sesuai rekomendasi TCFD4 mulai tahun 2020.
  • Intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan-1 terus membaik, berkurang 12% sejak tahun 2018 dan program pelestarian hutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun telah mengurangi 363.595 ton5 CO2 di atmosfer pada 2020.

 

Ikhtisar Operasi

Minyak & Gas

  • Produksi migas 100 mboepd, dampak dari permintaan gas yang rendah. Permintaan gas berangsur pulih pada tahun 2021 namun masih di bawah normal saat sebelum pandemi.
  • Biaya produksi migas per unit adalah US$9,0 per boe, sesuai panduan.
  • Empat penemuan gas eksplorasi komersial dilakukan pada sumur Bronang-2, Kaci-2, West Belut-1 dan Terubuk-5 di South Natuna Sea Block B PSC.
  • Menyelesaikan integrasi sistem, organisasi dan ruang kantor dari Ophir Energy.

 Medco Power

  • Penjualan ketenagalistrikan adalah 2.639 GWh, 31% berasal dari sumber energi terbarukan.
  • Medco Power membentuk Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company untuk mengoperasikan dan mengembangkan fasilitas IPP gas.
  • Sumur eksplorasi di Ijen, Jawa Timur telah menemukan reservoir uap dan pekerjaan sedang dilakukan untuk membuktikan kelayakan komersial fasilitas geotermal yang baru.
  • Pembangunan CCPP Gas Riau 275MW mencapai 97% dengan target operasi komersial pada Kuartal-4 tahun 2021 dan konstruksi fasilitas Solar PV 26MWp di Sumbawa sedang berlangsung dengan target penyelesaian pada Kuartal-1 tahun 2022.

 AMNT

  • AMNT mulai mengakses bijih produktif dari Tahap 7 dan telah berproduksi sebesar 294 Mlbs tembaga dan 132 Koz emas dari bijih tambang dan pengolahan stockpile di 2020.
  • Pengembangan Tahap 8 sedang berjalan.
  • AMNT memperoleh perpanjangan izin ekspor selama satu tahun sebesar 579.444 Wet Metric Ton.
 

Panduan 2021 

 Panduan Perusahaan untuk 2020:

  • Produksi Minyak & Gas sebesar 95 mboepd
  • Penjualan Listrik 3.000 GWh
  • Biaya produksi Minyak & Gas dibawah US$10/boe
  • Total belanja modal Minyak & Gas US$150 juta dan Power US$65 juta

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, mengatakan "Dengan selesainya aliansi Kansai Electric, keberhasilan eksplorasi, dan AMNT kembali menghasilkan keuntungan, sangat membanggakan melihat MedcoEnergi melewati masa yang sulit ini dan bangkit menjadi Perusahaan yang lebih kuat. Kami juga mulai melihat manfaat dari upaya kami mengendalikan emisi dan kami akan memperbarui sasaran ESG dan Transisi Energi jangka menengah kami.


1PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”)
2PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”)
3Tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “ Medco Power”)
4Task Force on Climate-Related Financial Disclosure
5Penanaman sukarela diatas pemenuhan kewajiban dari perijinan

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company

JAKARTA, 9 April 2021 - PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”) mengumumkan penyelesaian transaksi untuk membentuk aliansi strategis antara PT Medco Power Indonesia ("Medco Power") dengan Kansai Electric Power Company ("Kansai Electric").

Melalui aliansi ini, Medco Power dan Kansai Electric akan bekerja sama melalui suatu unit usaha baru yang dimiliki bersama untuk mengembangkan dan mengoperasikan pembangkit listrik berbahan bakar gas yang sudah ada dan yang baru, serta memperluas bisnis operasi dan pemeliharaan ("O&M") di Indonesia. Aliansi ini menyatukan keahlian teknis global Kansai Electric dengan pengalaman Medco Power dalam mengembangkan dan mengoperasikan pembangkit listrik di Indonesia.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi, mengatakan, “Kami bangga dengan terbentuknya aliansi strategis dengan Kansai Electric dan berharap dapat mengembangkan bisnis kelistrikan secara bersama”.

Eka Satria, Presiden Direktur Medco Power mengatakan “Aliansi dengan Kansai Electric akan semakin memperkuat kapabilitas Medco Power untuk terus mengembangkan bisnis Gas IPP dan O&M di Indonesia, melalui penerapan teknologi terkini dan standar internasional terbaik”.

Didirikan pada tahun 2004, Medco Power adalah produsen listrik terkemuka di Indonesia, dengan kapasitas kontrak bruto ~3.100 MW. Medco Power fokus pada gas dan tenaga terbarukan, serta layanan O&M. Kansai Electric adalah salah satu perusahaan listrik Jepang terbesar yang berada di 13 negara di Asia, Eropa dan Amerika Serikat dengan total kapasitas pembangkit 33,5 GW.

J.P. Morgan bertindak sebagai sebagai penasehat keuangan tunggal Medco Power.

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Sembilan Bulan 2020

Ringkasan Kinerja

 Keuangan

  • EBITDA US$422 juta
  • Laba kotor US$288 juta
  • Hutang bersih terhadap EBITDA1 3,9x
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas diatas US$600 juta

 Operasional

  • Produksi Minyak & Gas sebesar 100 mboepd
  • Penjualan Tenaga Listrik Medco Power sebesar 1.956 GWh
  • Biaya produksi Minyak & Gas US$7,6 per boe
  • Belanja modal bersih sebesar US$194 juta

Jakarta, 30 November 2020 – PT Medco Energi Internasional Tbk2 mengumumkan kinerja keuangan sembilan bulan tahun 2020 (“9M 2020”).

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi mengatakan, “Rendahnya harga energi akibat pandemi telah berdampak signifikan terhadap operasi dan kinerja kami. Namun di tengah masa sulit ini, kami telah menjalankan sesuai strategi kami di berbagai bidang. Tahun ini kami sukses melakukan eksplorasi di Natuna dan Ijen, menandatangani Aliansi Strategis dengan mitra yang kuat yakni Kansai Electric, memperkuat neraca melalui rights issue yang sukses dan mendapat dukungan penuh, serta melakukan penghematan biaya investasi dan sinergi melalui pembelian kembali dan pembayaran hutang. Kini, menjelang akhir tahun, harga komoditas mulai pulih dan AMNT telah kembali memperoleh keuntungan dari produksi pertama fase 7 melalui kenaikan harga tembaga dan emas. ”

 Ikhtisar Keuangan

  • Dalam sembilan bulan pertama, permintaan energi dan harga komoditas, dipengaruhi oleh pandemi Covid-19. Harga minyak US$39,5/bbl, 37% di bawah 2019 (US$62,5/bbl) dan harga gas US$5,1/mmbtu, 25% di bawah 2019 (US$6,9/mmbtu). Harga minyak di Kuartal ke-3 pulih ke US$40,6/bbl, naik 52% dari US$26,8/bbl di Kuartal ke-2, namun harga gas terus turun di Kuartal ke-3 menjadi US$4,6/mmbtu, dari US$5,2/mmbtu di Kuartal ke-2, karena keterkaitan harga beberapa kontrak gas besar terhadap harga minyak di kuartal sebelumnya. Pada Kuartal ke-4, harga minyak & gas telah kembali ke arah positif.
  • Laba Bersih mengalami kerugian US$130 juta dengan kondisi perdagangan yang sangat sulit terutama di Kuartal ke-2 dimana Laba Bersih mengalami kerugian US$76 juta. Laba Bersih di Kuartal ke-3 mengalami kerugian US$34 juta, sehubungan dry-hole pengeboran laut dalam di Meksiko, harga gas yang rendah mengikuti harga minyak di Kuartal ke-2 dan permintaan listrik yang terus rendah di Medco Power. Sementara, AMNT melaporkan laba Kuartal ke-3 sebesar US$21 juta yang merupakan laba per-kuartal pertama sejak 2016 dengan produksi pertama dari fase 7 ditopang oleh harga tembaga dan emas yang lebih tinggi.
  • EBITDA US$422 juta, turun hanya 5% year-on-year, karena efisiensi biaya dan sinergi dari hasil penyelesaian integrasi Ophir Energy, mengimbangi dampak permintaan energi rendah.
  • Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara US$618 juta pada 30 September, naik dari US$596 juta pada akhir tahun 2019.
  • Belanja modal US$194 juta dimana sebesar US$147 juta digunakan untuk minyak & gas yaitu penyelesaian  Proyek Meliwis di Jawa Timur dan pengeboran eksplorasi yang sukses di Block B Laut Natuna Selatan. Sementara, sebesar US$47 juta digunakan Medco Power, terutama untuk pembangunan Riau PLTGU serta pengeboran eksplorasi geotermal Ijen.
  • Rights issue berhasil diselesaikan pada September dengan 43% oversubscribed dan menghasilkan Rp1.785 miliar (~ US$120 juta) dengan 98% pemegang saham turut berpartisipasi.
  • Pada Q1 2020, Perusahaan melakukan penawaran tender atas US$400 juta 144A / Reg S Senior Notes dan melaksanakan opsi beli untuk sisa Notes pada bulan Agustus.
  • Hutang Bruto pada bulan ke-9 mencapai US$2,5 miliar, turun 6% year-on-year sementara Hutang Bersih US$2 miliar, turun 9% year-on-year. Perseroan akan mempertahankan target leverage sebesar 3,0x dan akan terus mengurangi hutang di setiap kuartal dengan ekspektasi harga komoditas akan pulih dalam waktu dekat.
  • Pada periode setelah pelaporan di November, Perusahaan membayar kembali ~US$170 juta Obligasi Rupiah dan membeli kembali US$6 juta dari USD Notes.

 Ikhtisar Operasional

  • Produksi minyak & gas adalah 100 mboepd, sesuai acuan, meskipun tingkat permintaan gas masih jauh di bawah normal sebelum pandemi Covid-19.
  • Biaya produksi per unit adalah US$7,6 per boe sesuai acuan, meskipun terdapat biaya tambahan untuk menjaga kelangsungan bisnis dan keselamatan Pekerja selama pandemi Covid-19.
  • Program pengeboran dua anjungan sumur di Kerisi, Laut Natuna Selatan, Block B PSC pada bulan Juli meningkatkan produksi minyak dan kemampuan pengiriman gas.
  • Empat penemuan gas hasil eksplorasi komersial di Laut Natuna Selatan, Block B PSC pada sumur-sumur Bronang-2, Kaci-2, West Belut-1 dan Terubuk-5. Penemuan ini akan dipercepat proses pengembangannya pada 2021-22 bersamaan dengan pengembangan Hiu yang telah direncanakan sebelumnya.
  • Medco Power menandatangani Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company untuk mengembangkan fasilitas IPP gas baru di Indonesia.
  • Medco Power menghasilkan penjualan listrik sebesar 1.956 GWh. Pengeboran sumur eksplorasi di Blawan Ijen, Jawa Timur baru-baru ini berhasil menemukan reservoir geotermal dan pengeboran sumur-sumur lanjutan sedang dilakukan untuk membuktikan kelayakan komersial dari pengembangan geotermal di masa depan.
  • Pembangunan Riau PLTGU 275MW saat ini telah mencapai 91%, sementara pembangunan fasilitas 26MWp PV di Sumbawa telah dimulai.
  • Pengembangan fase 7 di AMNT mulai mengakses bijih produktif dengan peningkatan produksi mulai April 2020. Pada 2020, AMNT menghasilkan 192 Mlbs tembaga dan 73 Koz emas dari penambangan dan pemrosesan stockpiles.
 

Panduan Tahun 2020 

 Berdasarkan penurunan permintaan energi jangka pendek, panduan 2020 direvisi sebagai berikut:

  • Produksi Minyak & Gas sebesar 100 – 105 mboepd
  • Biaya produksi Minyak & Gas dibawah US$10/boe
  • Total belanja modal di bawah US$240juta
  • Penjualan daya ketenagalistrikan 2.600 GWh

  

Presiden Direktur MedcoEnergi Hilmi Panigoro mengatakan, “Saya berterima kasih kepada para pemegang saham yang telah berpartisipasi dalam pemesanan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan telah berbagi kesuksesan dengan Medco selama 40 tahun sejarah kami. Dengan adanya aliansi Kansai Electric, eksplorasi yang sukses dan AMNT yang kembali membukukan laba, menjadi suatu kebanggaan melihat MedcoEnergi berkembang di tengah masa yang sulit ini menjadi Perusahaan yang lebih kuat.”

 


1Disetahunkan dan tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” or “Medco Power)
2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”, “Medco” atau “Perseroan”)

Click here to download

MedcoEnergi Umumkan Hasil Keuangan Semester Pertama 2020

Ikhtisar Kinerja

  Keuangan    

  • EBITDA US$305 juta.
  • Laba kotor US$203 juta.
  • Hutang bersih terhadap EBITDA1 3,7x.
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas diatas US$695 juta.

 Operasional

  • Oil and gas production 101 mboepd.
  • Medco Power generated sales of 1,136 GWh.
  • Oil and gas cash production cost US$7.8 per boe.
  • Capex expenditures US$178 million.

 

Jakarta, 3 Oktober 2020 – PT Medco Energi Internasional Tbk2 mengumumkan kinerja keuangan semester pertama (“1H 2020”).

Roberto Lorato, CEO, mengatakan “Menurunnya kebutuhan energi akibat pandemi COVID-19 mengakibatkan harga minyak kuartal kedua berada di bawah US$30/bbl dan memangkas permintaan gas ke level minimum. Menyikapi kondisi luar biasa ini MedcoEnergi menerapkan protokol keselamatan dan kesehatan di tempat kerja untuk melindungi pekerja dan menjaga keberlangsungan usaha. Perusahaan juga mengurangi pengeluaran sebesar US$200 juta dan merevisi panduan produksi tahun 2020 menjadi 100 - 105 mboed. Namun untuk  mengantisipasi masa depan yang lebih baik, segmen minyak dan gas bumi akan terus berinvestasi dalam eksplorasi dan proyek lain memberikan nilai tambah, sedangkan di bidang ketenagalistrikan, Medco Power tengah menyelesaikan Proyek CCGPP Riau 275MW.

Ikhtisar Keuangan

  • Menyelesaikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang oversubscribed sebesar 43% senilai Rp1.785 miliar (~US$ 120 juta) dengan partisipasi 98% pemegang saham.
  • EBITDA 1H 2020 sebesar US$305 juta, turun 5% year-on-year. Efisiensi biaya dan sinergi dari integrasi Ophir Energi mengurangi biaya overhead sebesar US$17 juta, mempertahankan EBITDA untuk tetap stabil meskipun terjadi penurunan permintaan energi dan turunnya realisasi harga minyak sebesar 39% (1H 2020 US$38,7/bbl, 1H 2019 US$63,6/bbl).
  • Membukukan rugi bersih di 1H 2020 sebesar US$96 juta, dengan keuntungan dari segmen minyak dan gas serta ketenagalistrikan mengimbangi  kerugian di Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), impairment keuangan akibat harga minyak dan kerugian pada operasi yang dihentikan.
  • Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara kas sebesar US$695 juta pada 30 Juni, naik dari US$595 juta pada akhir 2019.
  • Perusahaan telah melakukan lindung nilai sebesar 7,5% dari produksi 2020 hingga 2021 dengan rata-rata harga di US$48/bbl dan US$42/bbl untuk memberikan perlindungan terhadap permintaan energi yang lebih rendah.
  • Pada Juni 2020, Perusahaan menandatangani Perjanjian dengan SKK Migas untuk beberapa PSC di Indonesia guna menjaga agar pendapatan Perusahaan dari produksi gas tidak berubah. Hal ini mengacu pada penyesuaian harga gas konsumen sesuai Peraturan Menteri No.89K/2020 dan No.91K/2020.
  • Belanja modal pada 1H 2020 adalah US$178 juta, US$120 juta pada minyak dan gas untuk penyelesaian Proyek Meliwis di Jawa Timur pada Juli, pengeboran eksplorasi yang berhasil di South Natuna dan US$58 juta pada Medco Power untuk pembangunan Riau CCGPP serta pengeboran eksplorasi panas bumi Ijen.
  • Pada Q1 2020, Perusahaan melakukan tender offer untuk obligasi 144A/Reg S Senior Notes sebesar US$400 juta dan pada Agustus melaksanakan call option atas sisa hutang.
  • Hutang bruto1 sebesar US$2,7 miliar, turun 8% year-on-year dengan hutang bersih1 sebesar US$2.074 juta, turun 5% year-on year. Hutang bersih terhadap EBITDA1 pada akhir 1H 2020 adalah 3,7x, Perseroan akan mempertahankan target leverage 3,0x dan akan terus mengurangi hutang dengan ekspektasi bahwa harga komoditas akan pulih kembali dalam waktu dekat.

Ikhtisar Operasional

  • Produksi minyak dan gas adalah 101 mboepd, naik 5% year-on-year setelah akuisisi Ophir. Permintaan gas jauh di bawah kapasitas Perseroan dan di bawah tingkat normal sebelum COVID-19.
  • Biaya tunai per unit adalah US$7,8 per boe, sesuai panduan tahunan dan di bawah 1H 2019 meskipun terdapat pengeluaran sebesar US$8 juta untuk menjaga kelangsungan bisnis selama pandemi COVID-19.
  • Menyusul penemuan eksplorasi komersial pada Q1 2020 di sumur Bronang-2 dan Kaci-2, Perseroan sukses mengebor sumur eksplorasi lanjutan pada September di sumur Terubuk-5. Penemuan ini akan dikembangkan dengan cepat dengan menggunakan infrastruktur PSC South Natuna Sea.
  • Medco Power dan Kansai Electric Power Company telah menandatangani Aliansi Strategis untuk mengembangkan fasilitas IPP gas baru di Indonesia.
  • Medco Power menghasilkan penjualan sebesar 1.136 GWh pada 1H 2020, penurunan 9% year-on-year karena adanya penurunan permintaan listrik di Batam.
  • Eksplorasi sumur baru di Ijen 6-1 dan 5-1, Blawan Ijen, Jawa Timur menemukan reservoir uap yang kuat dan Medco Power sedang melakukan kegiatan eksplorasi pada dua sumur lagi untuk membuktikan kelayakan komersial dari pengembangan panas bumi.
  • Konstruksi CCGPP Riau telah mencapai progres 86% dan diharapkan dapat selesai pada 2021. Sementara konstruksi pada fasilitas PV 26MWp di Sumbawa sudah dimulai.
  • Pengembangan Fase 7 di AMNT mulai mengakses bijih produktif dengan peningkatan produksi mulai April 2020. Pada 1H 2020 AMNT menghasilkan 106 Mlbs tembaga dan 37 Koz emas.

 

Panduan 2020

 Mengikuti penurunan permintaan energi jangka pendek, panduan 2020 yang direvisi sebagai berikut:

  • Produksi Minyak dan Gas sebesar 100 – 105 mboepd
  • Biaya produksi Minyak dan Gas dibawah US$10/boe
  • Total belanja modal dibawah US$240juta
  • Penjualan daya ketenagalistrikan 2.600 GWh

               

 

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi mengatakan, “Saya berterima kasih kepada pemegang saham yang telah berpartisipasi dalam Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan telah berbagi kesuksesan dengan MedcoEnergi selama 40 tahun perjalanan kami. Kedepannya, saya bangga dengan keberhasilan eksplorasi baru-baru ini di Natuna dan aliansi dengan Kansai Electric yang akan membuka peluang untuk memperluas integrasi bisnis Gas dan Ketenagalistrikan Perseroan.”

 



1Disetahunkan dan tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” or “Medco Power”)

2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”, “Medco” atau “Perseroan”)

Click here to download

MedcoEnergi Berhasil Menutup Periode Perdagangan HMETD 2020

Jakarta, 25 September 2020, PT Medco Energi Internasional Tbk1 mengumumkan bahwa Perseroan telah berhasil melakukan penutupan periode perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) tahun 2020. Pemesanan awal telah diterima dari dari 98% pemegang saham, dimana terdapat kelebihan permintaan sebesar 43%. Dana sebesar Rp1.785 miliar (~US$122 juta) akan digunakan untuk kebutuhan umum dan modal kerja Perseroan. Rincian lebih lanjut tersedia dalam laporan Prospektus Perseroan dan Keterbukaan di media massa.

Hilmi Panigoro Presiden Direktur MedcoEnergi mengatakan bahwa, “Saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemegang saham, investor, regulator, dan pemangku kepentingan lain atas kepercayaan dan keyakinan terhadap rencana bisnis Perusahaan dimana kami terus membangun nilai pemegang saham. Penetapan harga HMETD memungkinkan pemegang saham mendapatkan manfaat dari keberhasilan Perseroan dan telah memperkuat struktur permodalan MedcoEnergi menghadapi masa ketidakpastian yang terus masih berlanjut”.



1PT Medco Energi Internasional (“Medco”, “MedcoEnergi” atau "Perseroan")

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company

JAKARTA, 7 September 2020 - PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”) mengumumkan penandatanganan aliansi strategis antara anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, PT Medco Power Indonesia ("Medco Power") dengan Kansai Electric Power Company ("Kansai Electric").

Melalui aliansi ini, Medco Power dan Kansai Electric akan membentuk unit usaha baru dengan menyatukan keahlian  teknis Kansai Electric yang telah diakui dunia dengan pengalaman Medco Power sebagai Perusahaan yang mengembangkan dan mengoperasikan pembangkit listrik di Indonesia, untuk menghasilkan Pembangkit Tenaga Listrik Independen Berbahan Bakar Gas (“Gas IPP”) dan jasa Operasi dan Pemeliharaan (“O&M”) yang handal.

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi, menyampaikan rasa optimisnya dengan mengatakan, “Kolaborasi teknis dan finansial antara Medco Power dan Kansai Electric ini akan membuka potensi dan pengembangan Perusahaan kami pada sektor Ketenagalistrikan di Indonesia, sejalan dengan strategi Perseroan untuk menjadi pemain sektor energi terkemuka”.

Eka Satria, Presiden Direktur Medco Power, menyampaikan, “Aliansi dengan Kansai Electric akan memperkuat kapabilitas Medco Power untuk dapat terus mengembangkan bisnis Gas IPP dan O&M di Indonesia melalui penerapan teknologi terkini dengan standar internasional yang tinggi”.

Didirikan pada tahun 2004, Medco Power adalah salah satu Produsen Listrik Independen terkemuka di Indonesia untuk tenaga listrik berbahan bakar gas dan energi terbarukan. Medco Power memiliki kapasitas bruto lebih dari 3,3 GW dalam bisnis gabungan IPP dan O&M, di 18 lokasi di Indonesia. Kansai Electric adalah salah satu perusahaan listrik terbesar di Jepang, dengan lini bisnis mulai dari pengadaan bahan bakar, pembangkit listrik, penjualan, dan jasa. Kansai Electric beroperasi di 13 negara yang tersebar di Asia, Eropa, dan AS dengan total kapasitas pembangkit 33,5 GW, dimana sebesar 2,8 GW berlokasi di luar Jepang.

Click here to download

MedcoEnergi Umumkan Hasil Kinerja Kuartal Pertama 2020

Ikhtisar Kinerja

  Keuangan    

  • EBITDA US$181 juta.
  • Laba kotor konsolidasi US$120 juta.
  • Hutang bersih terhadap EBITDA1 3,0x.
  • Likuiditas yang kuat dengan kas dan setara kas US$775 juta.

 Operasional

  • Produksi Minyak dan Gas 101 mboepd.
  • Penjualan Tenaga Listrik Medco Power sebesar 694 GWh.
  • Biaya produksi Minyak dan Gas US$7,7 per boe.
  • Belanja modal sebesar US$67 juta

Jakarta, 26 Agustus 2020 – PT Medco Energi Internasional Tbk2 mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2020 (“1Q 2020”).

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi mengatakan, “Tahun 2020 ini akan diingat atas terjadinya penyebaran Covid-19 secara global dan jatuhnya harga minyak maupun permintaan pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Disaat harga komoditas dan pasar modal mulai berangsur pulih, MedcoEnergi telah menanggapi dengan cepat tantangan ini dengan protokol ketat guna memastikan kesehatan dan keselamatan pekerja kami, serta melakukan penangguhan dan efisiensi pengeluaran sebesar lebih dari US$200 juta untuk menjaga kas dan mendukung neraca keuangan Perseroan. Meskipun harus melakukan pengurangan program belanja modal, saya senang atas keberhasilan kedua temuan eksplorasi kami di Natuna dan Ijen.”

Ikhtisar Keuangan

  • Penawaran Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang sebelumnya telah diumumkan berjalan sesuai rencana, dengan target penyelesaian pada awal September.
  • EBITDA Q1 2020 sebesar US$181 juta, meningkat 13% dari US$160 juta pada Q1 2019 dari hasil akuisisi Ophir Energy Plc pada Juni 2019, melebihi penurunan 15% realisasi harga minyak (Q1 2020 US$51,3/bbl, Q1 2019 US$60,7/bbl). EBITDA Q1 2020 juga setara dengan Q4 2019 (US$183 juta) walaupun realisasi harga minyak turun 18% dibandingkan Q4 2019 (US$62,9/bbl).
  • Laba Bersih pada Q1 2020 mengalami kerugian sebesar US$20 juta, dengan keuntungan dari segmen Migas dan Ketenagalistrikan, diimbangi dengan kerugian di Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), seiring dengan berlanjutnya pengembangan fase 7.
  • Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara kas sebesar US$775 juta pada akhir Q1 2020, naik dari US$544 juta pada Q1 2019 dan US$595 juta pada akhir tahun 2019.
  • Perusahaan telah melakukan lindung nilai sebesar 7,5% dari produksi tahun 2020 hingga 2021 pada harga rata-rata US$48/bbl dan US$42/bbl untuk memberikan buffer terhadap volatilitas harga kedepan.
  • Belanja modal pada Q1 2020 sebesar US$67 juta, Minyak & Gas sebesar US$51 juta, dan Ketenagalistrikan sebesar US$16 juta, turun dari US$130 juta pada Q4 2019 menyusul penyelesaian awal pengembangan Fase 4B Bualuang di Thailand pada Desember 2019 serta penangguhan dan efisiensi atas program belanja modal tahun 2020.
  • Hutang Bersih terhadap EBITDA1 pada akhir Q1 2020 adalah 3,0x, dengan hutang bersih sebesar US$1.961 juta turun dari US$2.038 juta pada Q4 2019. Pada bulan Agustus 2020, Perusahaan menggunakan Call Options terhadap obligasi (Senior Notes) 144A/Reg S sebesar US$400 juta, yang jatuh tempo pada 2022, dan telah melunasi semua hutang yang tersisa dari hasil tender offer yang sukses dilakukan pada awal bulan Maret. Hal ini memungkinkan penurunan tingkat hutang lebih awal serta mengurangi biaya bunga di masa depan.
  • Pada Juni 2020 Perusahaan menandatangani Perjanjian dengan SKK Migas untuk beberapa PSC di Indonesia guna menjaga agar pendapatan Perusahaan dari produksi gas tidak berubah sementara menurunkan harga gas konsumen sesuai dengan Peraturan Menteri No.89K/2020 dan No.91K/2020.

Ikhtisar Operasional

  • Produksi minyak dan gas pada Q1 2020 adalah 101 mboepd, meningkat 10% dari Q1 2019, akan tetapi turun 5% dari Q4 2019 sebagai akibat perpanjangan penghentian operasi Blok A Aceh pada 1Q 2020.
  • Blok A Aceh telah kembali beroperasi penuh pada awal Maret 2020 setelah berhasil menyelesaikan program pemeliharaan fasilitas terjadwal Central Processing Plant (CPP), yang diperpanjang guna menyelesaikan masalah stabilitas lahan yang disebabkan oleh curah hujan musiman yang sangat tinggi.
  • Biaya produksi Minyak dan Gas per unit pada Q1 2020 adalah US$7,7 per boe, sejalan dengan panduan setahun penuh dan stabil dibandingkan Q1 2019.
  • Proyek pengembangan gas Meliwis di Madura Offshore PSC, Jawa Timur telah selesai dan dioperasikan dengan aman pada Juli 2020. Ladang ini dikelola melalui anjungan tak berawak untuk memasok gas ke industri lokal.
  • Lapangan gas Paus Biru di PSC Sampang, lepas pantai Jawa Timur telah memperoleh persetujuan mitra dan SKK MIGAS untuk mengembangkan anjungan kepala sumur tak berawak.
  • Program pengeboran eksplorasi di PSC South Natuna Sea Blok B telah berhasil dilakukan dengan penemuan komersial sumur Bronang-2 dan Kaci-2. Kedua sumur telah diuji dengan hasil gas kering berkualitas tinggi dan membuka beberapa kemungkinan adanya potensi baru untuk kedepannya. Dua sumur eksplorasi lanjutan akan dibor di Blok B sepanjang 2020.
  • Medco Power menghasilkan penjualan 694 GWh pada Q1 2020, peningkatan 11% tahun ke tahun yang sebagian besar dihasilkan oleh kinerja yang lebih tinggi dari fasilitas Sarulla Geothermal.
  • Eksplorasi panas bumi di Blawan Ijen, Jawa Timur baru-baru ini berhasil menemukan reservoir uap pada sumur Ijen 6-1. Pengujian untuk menilai komersialitas sedang berlangsung sementara rig telah pindah untuk mengebor sumur eksplorasi lanjutan Ijen 5-1. Dua sumur eksplorasi berikutnya akan diselesaikan sebelum Q1 2021.
  • Pembangunan CCGPP Riau telah mencapai 84% dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2021.
  • Medco Power juga memulai pekerjaan sipil untuk fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PV) 26MWp di Sumbawa dan berdiskusi dengan PLN untuk penyelesaian desain fasilitas PV 2x25MWp di Bali serta mengamankan lahan untuk proyek tersebut.
  • Amman Mineral Nusa Tenggara Tahap ke-7 telah berhasil mengakses bijih produktif dengan peningkatan produksi mulai April 2020. Selama Q1 2020 AMNT memproduksi 45 Mlbs tembaga dan 16 Koz emas.
  • MedcoEnergi berkomitmen untuk menjaga keselamatan di tempat kerja, kelangsungan bisnis, dan mematuhi protokol kesehatan dan keselamatan COVID-19 sesuai standar tertinggi. Perseroan juga mendukung masyarakat di sekitar operasi dalam memerangi COVID-19 melalui donasi peralatan medis dan alat uji, Alat Pelindung Diri, peralatan sterilisasi dan sanitasi ke rumah sakit, puskesmas dan klinik kesehatan. MedcoEnergi juga mendukung masyarakat dengan melakukan kampanye edukasi yang berfokus pada kebersihan diri, penggunaan masker dan pembatasan jarak sosial.

Panduan Tahun 2020 

Dengan pengurangan pengeluaran sebesar US$200 juta, maka panduan untuk 2020 adalah sebagai berikut:   

  • Produksi Minyak dan Gas 100 – 105 mboepd
  • Biaya produksi minyak dan gas dibawah US$10/boe
  • Total belanja modal dibawah US$240 juta
  • Penjualan Daya Ketenagalistrikan 2.600 GWh

               

             

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi mengatakan, “Dunia dan industri migas terus beradaptasi dengan tantangan yang luar biasa ini yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 dan rendahnya harga minyak. MedcoEnergi akan terus fokus dalam menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja kami dan meminimalkan dampaknya terhadap bisnis Perseroan untuk dapat terus memenuhi komitmen terhadap para pemangku kepentingan”.



1Tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “Medco Power”)
2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”)

Click here to download

Siaran Pers Paparan Publik 2020 dan Kinerja Terkini MedcoEnergi

Jakarta, 25 Agustus 2020 - PT Medco Energi Internasional Tbk telah berpartisipasi dalam Paparan Publik 2020 secara daring, bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan memaparkan langkah-langkah yang telah dilaksanakan dalam memprioritaskan kesehatan dan keselamatan Pekerja dan masyarakat di sekitar wilayah operasi serta meminimalisir gangguan bisnis selama pandemi COVID-19.

Dalam paparan tersebut, Perseroan menegaskan kembali target produksi minyak dan gas pada 2020 adalah sebesar 100-105 MBOEPD, biaya produksi di bawah US$10/BOE dan total belanja modal di bawah US$240 juta.

Perseroan juga membahas hasil kinerja terkini, diantaranya:

  • Keberhasilan program pengeboran eksplorasi Bronang-2 dan Kaci-2 di PSC South Natuna Sea Blok B. Sumur telah diuji dengan hasil gas kering berkualitas tinggi dan membuka potensi baru untuk kedepannya. Dua sumur eksplorasi lanjutan akan dibor di Blok B sepanjang 2020.
  • Lapangan gas Paus Biru di PSC Sampang, di lepas pantai Jawa Timur telah mendapatkan persetujuan dari mitra JV dan SKK MIGAS untuk pengembangan anjungan kepala sumur tak berawak dengan satu sumur pengembangan horisontal.
  • Proyek pengembangan gas lapangan Meliwis di PSC Madura Offshore, Jawa Timur telah beroperasi secara aman, dengan produksi gas Perdana pada 13 Juli 2020. Lapangan dikembangkan dengan anjungan tak berawak dan pipa bawah laut sepanjang 11 km, yang terhubung ke anjungan Maleo untuk mensuplai kebutuhan industri domestik di Jawa Timur sebesar sampai dengan 20 MMCFD.
  • Eksplorasi sumur geotermal di Blawan Ijen, Jawa Timur telah berhasil menemukan sumber cadangan panas bumi. Pengujian untuk penilaian komersialitas sedang berlangsung, sementara rig telah dipindahkan untuk pengeboran sumur eksplorasi panas bumi berikutnya di Ijen.
  • Amman Mineral Nusa Tenggara Tahap ke-7 telah berhasil mengakses bijih produktif dengan peningkatan produksi dimulai sejak April 2020.
  • Pelaksanaan Call Option telah dilakukan pada Agustus 2020 untuk membayar sisa Obligasi USD 5NC3 S144A, yang jatuh tempo pada 2022. Pelaksanaan Call Option merupakan kelanjutan dari proses Tender Offer yang dilakukan pada bulan Maret 2020 terkait Obligasi ini. Melalui proses ini, MedcoEnergi dapat mengurangi posisi hutang lebih awal.

Ronald Gunawan, Direktur Operasi MedcoEnergi mengatakan, “Kami sangat senang dengan keberhasilan Perusahaan dalam melakukan pengeboran eksplorasi di Blok B dan Ijen, dimana hal ini membuka peluang baru terhadap dua dari tiga segmen bisnis utama kami. Perusahaan akan melanjutkan investasi di masa sulit ini dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan pekerja dan kontraktor.”

Click here to download