MedcoEnergi Merayakan Usianya yang ke-40 Tahun

We Are 40 Years Young!

Berawal pada 1980 sebagai perusahaan jasa pengeboran Indonesia pertama, MedcoEnergi telah berkembang menjadi perusahaan energi dan sumber daya alam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan tiga segmen bisnis utama yaitu: Minyak & Gas, Ketenagalistrikan, dan Pertambangan. Kami berkomitmen terhadap keberlanjutan dengan tiga pilar utama: Kepemimpinan dari dan oleh Pekerja, Pengembangan Sosial dan Lingkungan Hidup, serta Pemberdayaan Masyarakat Lokal.

Operasi Lepas Pantai Kelas Dunia

South Natuna Sea Block B, Riau,Indonesia

Sebuah PSC lepas pantai yang terletak di Laut Natuna Selatan dengan basis hidrokarbon yang besar dan standar Kesehatan, Keselamatan, dan Catatan Lingkungan terbaik di kelasnya. Dengan integrasi aset ini ke dalam portofolio MedcoEnergi melalui akuisisi, maka akan meningkatkan kemampuan dan skala Perseroan sebagai Perusahaan Minyak dan Gas dengan operasi lepas pantai kelas dunia.

Energi Bersih untuk Bumi

Panas Bumi Sarulla, Sumatera Utara, Indonesia

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla telah dimulai tahun 2014, dan akan menghasilkan daya listrik sebesar 3 x 110 MW. Setelah selesai, sebagai kontrak proyek listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia, pembangkit ini akan menghasilkan energi listrik yang bersih dan berkelanjutan dan diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga 1,3 juta ton per tahun.

Monetisasi Cadangan

Blok A, Aceh, Indonesia

Pada bulan Januari 2015, MedcoEnergi menandatangani perjanjian jual beli gas yang bernilai lebih dari AS$ 2 milyar, setara dengan 200 BCF cadangan dari Kontrak Kerja Sama Blok A di Provinsi Aceh, Indonesia. Pembeli gas Blok A adalah perusahaan negara Pertamina, dengan harga gas yang disepakati AS$ 9,45 per MMBTU. Kontrak ini menunjukkan dukungan Perusahaan untuk pengembangan pasar gas domestik Indonesia, disaat yang sama menciptakan nilai bagi perusahaan dan membangun nilai ekonomis penting di provinsi Aceh.

Mengembalikan Aset Strategis Milik Indonesia dari Newmont

Amman Mineral Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, Indonesia

Transaksi ini merupakan pencapaian yang sangat penting bagi Perseroan dan semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah Indonesia. Kami berkomitmen untuk mempertahankan standar kelas dunia dalam keamanan, pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial, serta sumberdaya manusia yang berkualitas tinggi.

Saham

07/08/2020
MEDC-IDX
(IDR)
470
Market Cap
(Trilion IDR)
8,4
Volume
(lot)
0

Whistleblower

Memastikan MedcoEnergi sebagai tempat yang aman, adil dan nyaman untuk bekerja.
Berita Terkini
Senin, 20/07/2020 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Gas Perdana Dari Proyek Pengembangan Lapangan Meliwis

MedcoEnergi mengumumkan gas perdana diproduksi pada 13 Juli 2020 dari sumur Meliwis di Wilayah Kerja Lepas Pantai Madura, Jawa Timur.

Kamis, 25/06/2020 WIB Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan MedcoEnergi

MedcoEnergi mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni 2020.

Selasa, 09/06/2020 WIB MedcoEnergi Optimis Terus Beroperasi Saat Pandemi

Memasuki usia ke-40 tahun, MedcoEnergi tetap optimis mampu menghadapi krisis di masa Pandemi COVID-19.

Kamis, 21/05/2020 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja 2019 yang telah diaudit

MedcoEnergi mengumumkan hasil kinerja 2019 laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada 31 December 2019

Senin, 20/01/2020 WIB MedcoEnergi Menerbitkan Obligasi Sebesar US$650 juta

MedcoEnergi mengumumkan penerbitan dari 6x oversubscribed obligasi 144A/Reg S senilai US$650 juta dengan tenor tujuh tahun dengan kupon 6,375%.

Senin, 06/01/2020 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Teraudit Untuk Periode Sembilan Bulan Tahun 2019

PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan hasil yang telah diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 20 ...

Selasa, 17/12/2019 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Beroperasinya Proyek Pengembangan Minyak Tahap 4B di Bualuang, Thailand

MedcoEnergi mengumumkan minyak pertama dari Proyek Pengembangan Fase 4B di Bualuang di Thailand.

Jumat, 02/08/2019 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Kinerja Semester Pertama Tahun 2019

PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan hasil kinerja keuangan semester pertama yang berakhir pada 30 Juni 2019.

Rabu, 22/05/2019 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Penyelesaian Akuisisi Ophir Energy plc

MedcoEnergi mengumumkan penyelesaian akuisisi Ophir Energy plc melalui penawaran tunai yang direkomendasikan senilai £408,4 juta.

Sabtu, 18/05/2019 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Kinerja Kuartal Pertama tahun 2019

PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan hasil keuangan Perseroan untuk kuartal yang berakhir 31 Maret 2019 (1Q 2019).

MedcoEnergi Mengumumkan Gas Perdana Dari Proyek Pengembangan Lapangan Meliwis

Jakarta, 20 Juli 2020 - PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”) mengumumkan gas perdana diproduksi pada 13 Juli 2020 dari sumur Meliwis di Wilayah Kerja Lepas Pantai Madura, Jawa Timur.

Sumur Meliwis ditemukan pada tahun 2016 ketika gas ditemukan dalam formasi Mundu. Lapangan ini dikembangkan melalui platform tak berawak dan pipa bawah laut sepanjang 11 km ke Maleo Platform untuk memasok hingga 20 MMCFD ke industri dalam negeri di Jawa Timur.

Roberto Lorato CEO MedcoEnergi, mengatakan, “Saya sangat senang bahwa terlepas dari tantangan logistik dan operasional yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, MedcoEnergi menyelesaikan Pengembangan Meliwis dengan aman, dan dalam waktu 4 tahun penemuan lapangan. Ini adalah bukti kemampuan eksekusi MedcoEnergi dan komitmen berkelanjutan kami terhadap semua pemangku kepentingan kami ”

Click here to download

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan MedcoEnergi

Jakarta, 25 Juni 2020 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan") mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni 2020.


Pemegang Saham menyetujui rencana Perseroan untuk menerbitkan maksimum 7.500.000.000 (tujuh miliar lima ratus juta) lembar saham baru untuk Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang direncanakan pada kuartal tiga tahun 2020. Pemegang Saham juga menyetujui agenda rapat untuk menunjuk Auditor tahun 2020, menyetujui Laporan Tahunan 2019 dan Laporan Keuangan yang Diaudit untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019 dan menyetujui remunerasi Dewan Komisaris dan Dewan Direksi untuk tahun 2020.


Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi mengatakan, "Kami memberikan hasil yang solid pada 2019 dan akuisisi Ophir meningkatkan kinerja keuangan Perseroan. Pada peringatan 40 tahun MedcoEnergi di tahun 2020 ini, dunia dan industri kami sedang menghadapi masa yang sangat menantang akibat pandemi coronavirus dan harga minyak yang rendah. Fokus kami tentu menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja, sementara pada saat yang sama meminimalkan dampaknya terhadap bisnis Perusahaan. Kami akan tetap waspada dan mempersiapkan semua kemungkinan untuk dapat terus melanjutkan komitmen kepada pemangku kepentingan”.

Click here to download

MedcoEnergi Optimis Terus Beroperasi Saat Pandemi

Jakarta, 9 Juni 2020 – Memasuki usia ke-40 tahun, MedcoEnergi tetap optimis mampu menghadapi krisis di masa Pandemi COVID-19. Saat ini, Perusahaan terus tumbuh secara berkelanjutan dengan fokus di segmen Minyak & Gas Bumi, Kelistrikan dan Pertambangan. Melalui akuisisi Ophir Energy plc pada 2019, MedcoEnergi menjadi Perusahaan energi terkemuka di Asia Tenggara dengan tingkat produksi di atas 100.000 boe per hari.

Dalam beroperasi, Perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga keselamatan kerja serta mematuhi berbagai protokol penanganan COVID-19 dari Pemerintah. Di masa pandemi, MedcoEnergi juga turut berupaya mendukung pemerintah dan masyarakat melawan COVID-19 dengan menggalang dana dari pekerja dan seluruh anak usahanya sebesar miliaran rupiah yang telah disalurkan oleh Medco Foundations. Jenis bantuan yang disalurkan antara lain perlengkapan medis, fasilitas laboratorium Biosafety Level 2 di Rumah Sakit Kanker Dharmais dan kebutuhan lainnya. Fasilitas ini dibangun untuk mendukung pemerintah dan masyarakat guna mempercepat hasil tes COVID-19. 

Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro menyatakan, "Saat ini, kita tengah menghadapi masa sulit dan berharap kondisi segera kembali normal. Menurunnya tingkat permintaan pasar energi saat ini menurun sementara ketersediaan pasokan meningkat, menjadikan kondisi ini sangat menantang bagi MedcoEnergi. Namun, dengan tekad dan pengalaman yang dimiliki serta komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan, saya tetap optimis, MedcoEnergi dapat terus berkiprah mendukung Pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional serta meraih berbagai prestasi seperti yang sudah dibuktikan selama 40 tahun penjalanannya”.

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja 2019 yang telah diaudit

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja 2019 yang telah diaudit

Ikhtisar Kinerja

  Keuangan    

  • EBITDA Konsolidasi US$660 juta, pro forma Ophir US$802 juta.
  • Laba Kotor Konsolidasi US$592 juta, pro forma Ophir US$667 juta.
  • Hutang Bersih terhadap EBITDA1 3,4x, pro forma1 Ophir 2,8x.
  • Likuiditas yang kuat dengan kas dan setara kas US$596 juta

 Operasional

  • Produksi minyak dan gas 103 mboepd, pro forma Ophir 115 mboepd.
  • Penjualan Tenaga Listrik Medco Power 2.600 GWh.
  • Biaya per unit minyak dan gas US$9,3 per boe.

Jakarta, 20 Mei 2020 – PT Medco Energi Internasional Tbk2 mengumumkan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 (“2019”).

Roberto Lorato, CEO, mengatakan “Kinerja tahun lalu didominasi oleh keberhasilan akuisisi Ophir Energy plc. Namun, untuk Tahun 2020, hal utama yang akan diingat adalah penyebaran global Covid-19 dan jatuhnya harga minyak. Respons cepat yang MedcoEnergi lakukan dalam menghadapi tantangan baru ini adalah penerapan protokol ketat untuk memastikan kesejahteraan pekerja kami, serta penangguhan dan efisiensi pengeluaran sebesar lebih dari US$200 juta untuk menjaga kas dan mendukung neraca Perusahaan."

Ikhtisar Keuangan

  • Penawaran Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu di 2020, akan diajukan pada Rapat Umum Pemegang Saham pada bulan Juni. Informasi lebih lanjut akan diumumkan secara terpisah.
  • EBITDA US$660 juta, Laba Kotor US$592 juta dengan EBITDA Pro forma Ophir sebesar US$802 juta
  • Akuisisi Ophir secara langsung menambah EBITDA tujuh bulan sebesar US$131 juta setelah dikurangi dengan biaya akuisisi tak berulang sebesar US$35 juta dan biaya integrasi US$10 juta. Pro forma Ophir EBITDA adalah US$238 juta. Sinergi tahunan yang berulang dari akuisisi ini akan di atas US$50 juta.
  • Rugi Bersih sebesar US$27 juta (Rugi Bersih 2018 US$51 juta), dimana laba bersih dari segmen minyak dan gas dan kelistrikan diimbangi dengan rugi yang lebih besar di Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebesar US$49 juta.
  • Belanja modal adalah US$313 juta, pro forma US$356 juta, sesuai dengan panduan.
  • Menyelesaikan penjualan beberapa aset non-inti, termasuk Tunisia, Mexico Block 5, melaksanakan monetisasi pinjaman pemegang saham AMNT dan diikuti dengan dilusi lanjutan kepemilikan di AMNT pada 2019 dan 2020.
  • Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara kas sebesar US$596 juta, dengan dana pembayaran obligasi rupiah yang akan jatuh tempo untuk tahun 2020 dan 2021 sudah tersedia di escrow.
  • Peringkat kredit baru-baru ini ditetapkan kembali di level B+ dari Fitch, B+ dari Standard & Poor, B1 dari Moody's dan A+ dari Pefindo.
  • Rasio Hutang Bersih terhadap EBITDA1 adalah 3,4x, pro forma 2,8x dan di bawah target Hutang Bersih terhadap EBITDA1 3,0x. Hutang Bruto1 adalah US$2,5 miliar.

Ikhtisar Operasional

  • Produksi minyak dan gas 103 mboepd, 115 mboepd proforma Ophir.
  • Biaya tunai per unit US$9,3 per boe, lebih rendah dari acuan Perusahaan.
  • Menyelesaikan pengembangan baru di Bualuang, Thailand dan Temelat, Sumatera Selatan dan pengembangan  sub-sea Buntal-5, Blok B Natuna Selatan. Kemajuan pengembangan gas Meliwis di Jawa Timur telah mencapai 90% pada Mei 2020 dan first-gas diperkirakan sesuai target pada pertengahan tahun.
  • Menyelesaikan dengan sukses pengeboran sumur eksplorasi Bronang-2 di Blok B, Natuna Selatan.
  • Medco Power menghasilkan penjualan listrik 2.600 GWh, turun 4% Year on Year karena adanya pemeliharaan tidak terjadwal di Sarulla Geothermal, Sumatera Utara.
  • Kemajuan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Combined Cycle Riau mencapai 76%, dan sesuai target untuk beroperasi pada 2021.
  • Medco Power menandatangani dua kontrak Operasi & Pemeliharaan baru dengan PLN di Sulut-1, Sulawesi Utara dan Timor-1, Nusa Tenggara Timur.
  • Medco Power juga memenangkan tender untuk membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga Surya (PV) dengan kapasitas 2x25MWp di Bali, sementara fasilitas PV dengan kapasitas 26MWp di Sumbawa sudah memulai konstruksi.
  • Produksi AMNT dari stockpile adalah 130,3 Mlbs tembaga dan 56 Koz emas. AMNT terus melanjutkan pengembangan fase 7 dengan produksi pertama pada pertengahan 2020.

Panduan 2020 

Dengan pengurangan pengeluaran sebesar US$200 juta, maka panduan untuk 2020 adalah sebagai berikut:   

  • Produksi minyak dan gas sebesar 100 – 105 mboepd.
  • Biaya tunai per unit Minyak dan Gas di bawah US$10 per boe.
  • Belanja modal total di bawah US$240 juta.
  • Penjualan listrik sebesar 2.600 GWh.

               

             

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, mengatakan “Saya bangga, memasuki usianya ke-40, Perusahaan mengukuhkan kekuatannya menyelesaikan proyek pengembangan Blok A, Aceh dan akuisisi Ophir Energy, sehingga menempatkan MedcoEnergi sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam terkemuka di Asia Tenggara. Saat ini, dunia sedang menghadapi masa yang penuh tantangan, dan MedcoEnergi akan terus melakukan apa yang selalu dilakukannya, yaitu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dan terus menghasilkan energi yang aman dan terjangkau bagi negara-negara dimana kami beroperasi. ”

1Tidak Termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “Medco Power”)

2PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan")

Click here to download

MedcoEnergi Menerbitkan Obligasi Sebesar US$650 juta

Jakarta, 20 Januari 2020 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan") mengumumkan keberhasilan penerbitan dari 6 kali oversubscribed obligasi 144A/Reg S senilai US$650 juta dengan tenor tujuh tahun dengan kupon 6,375%.

Perusahaan menerima peningkatan peringkat dari B ke B+ (Stabil) dari S&P Ratings dan dari B2 ke B1 (Stabil) dari Moody's, sementara Fitch menegaskan peringkat B+ (Stabil). Peningkatan tersebut mencerminkan peningkatan yang berkelanjutan dalam kinerja Perusahaan melalui peningkatan visibilitas pendapatan, peningkatan skala dan diversifikasi geografis menyusul keberhasilan akuisisi dan integrasi Ophir Energy plc. Perusahaan juga menerima peningkatan peringkat dari B ke BB dari MSCI ESG, setelah penerbitan Laporan Keberlanjutan yang menunjukkan peningkatan yang berkesinambungan untuk mencapai tujuan-tujuan berkelanjutan jangka panjang.

Perusahaan akan menggunakan dana dari obligasi ini untuk menggunakan haknya untuk menebus Obligasi USD yang jatuh tempo pada tahun 2022 dan membayar Obligasi Rupiah yang jatuh tempo pada 2021. (***)

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Teraudit Untuk Periode Sembilan Bulan Tahun 2019

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Teraudit Untuk Periode Sembilan Bulan Tahun 2019

Ringkasan Kinerja

Keuangan

  •   Laba Kotor Konsolidasi US$440 juta, Ophir pro forma US$472 juta
  •   EBITDA Konsolidasi US$477 juta, pro forma Ophir US$605 juta
  •   Utang Bersih Tahunan terhadap EBITDA1 3,9x, proforma1 Ophir 3,0x.
  •   Likuiditas yang kuat dengan kas dan setara kas sebesar US$575 juta.

Operasional

  • Produksi minyak dan gas 102 mboepd, pro forma Ophir 117 mboepd.
  • Medco Power menghasilkan penjualan 1.870 GWh.
  • Biaya produksi tunai minyak dan gas US$9,5 per boe

Jakarta, 6 Januari 2020, PT Medco Energi Internasional Tbk2 mengumumkan hasil yang telah diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2019.

Roberto Lorato, CEO berkata, “Kami terus menunjukkan kinerja operasional yang kuat seiring dengan meningkatnya portofolio melalui akuisisi dan divestasi yang selektif. Integrasi operasi Ophir berjalan dengan baik. Sinergi US$50 juta yang telah kami identifikasi, bersamaan dengan pengembangan Bualuang, Thailand yang berjalan lancar menempatkan kami di posisi yang sangat baik untuk tahun 2020.”

 

Ikhtisar Keuangan

  • Menyelesaikan pembelian serta penghapusan pencatatn saham Ophir Energy plc. Hasil kinerja Ophir dikonsolidasikan (selama empat bulan) sejak 1 Juni 2019. Angka pro forma mengasumsikan kinerja gabungan sejak 1 Januari 2019.
  • Akuisisi Ophir langsung memberikan peningkatan dengan EBITDA empat bulan sebesar US$65 juta sejak 1 Juni, setelah dikurangi biaya-biaya satu kali terkait akuisisi sebesar US$35 juta. Integrasi tersebut akan mewujudkan sinergi yang berulang sebesar lebih dari US$50 juta per tahun mulai tahun 2020.
  • Laba Kotor US$440 juta, EBITDA US$477 juta dengan margin 47% setelah biaya-biaya transaksi. EBITDA Pro forma Ophir adalah sebesar US$605 juta.
  • Menyelesaikan penjualan aset minyak dan gas di Amerika Serikat, Tunisia, dan Blok 5 di Meksiko, menjual 35% saham kami di PSC Rimau dan Sumatra Selatan Indonesia dan keluar dari aset eksplorasi laut dalam di Bangladesh, Vietnam, Equatorial Guinea, Aru dan Papua Barat. Selain itu menjual 51% saham AMG (gedung The Energy) dan melakukan dilusi unit usaha tambang Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan panas bumi Ijen, Jawa Timur.
  • Kami juga mengakuisisi 100% PSC North Sokang di Natuna Timur di mana pengeboran akan dilakukan pada tahun 2020, penambahan 7% di Oman KSF dan 11,4% di Medco Power guna mendapatkan kontrol penuh.
  • Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara kas sebesar US$575 juta dan pro forma capex sebesar US$204 juta.
  • Utang bersih terhadap EBITDA1 3,9x, pro forma1 3,0x setelah pembayaran utang1 sebesar US$409 juta pada 2019 dan sejalan untuk mencapai target Utang Bersih terhadap EBITDA1 3,0x dan utang bruto1 di bawah US$2,6 miliar.

 

Ikhtisar Operasi

  • Produksi minyak dan gas 102 mboepd, pro forma Ophir 117 mboepd dengan biaya tunai per unit sebesar US$9,5 per boe.
  • Pengembangan Fase 4B Bualuang, Thailand menghasilkan minyak pertama dengan tingkat produksi awal diatas ekspektasi, sebesar 12.900 bopd. Setelah selesainya program pengeboran pada pertengahan 2020 diperkirakan angka produksi akan mencapai lebih dari 14.000 bopd.
  • Kemajuan di Meliwis, pengembangan gas di Jawa Timur telah mencapai 57% sesuai rencana, dengan selesainya pemasangan instalasi lepas pantai dan pengaliran gas pertama diharapkan sesuai jadwal pertengahan 2020.
  • Medco Power menghasilkan penjualan 1.870 GWh, dengan kemajuan proyek Riau Combined Cycle Gas Power Plant sebesar 46%, sesuai rencana untuk mencapai tanggal operasi layanan di Q4 2021.
  • Produksi AMNT dari stockpile adalah 96 Mlbs tembaga dan 42 Koz emas. Pengembangan Tahap 7 yang telah didanai penuh terus berlanjut dengan ekspektasi produksi pertama pada pertengahan 2020.

Panduan 2019

 Panduan operasional perusahaan untuk 2019 adalah sebagai berikut:

  •  Produksi 100 mboepd, Ophir pro forma 110 mboepd
  •  Biaya tunai per unit minyak dan gas akan dipertahankan   di bawah US$10 per boe.
  •  Capex Ophir pro forma di bawah US$350 juta.
  •  Target Hutang Bersih ke EBITDA1 3,0x atau lebih rendah.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, mengatakan, “Saya senang melihat hasil operasional dan keuangan perusahaan yang kuat. Akuisisi asset-aset Ophir telah memperkuat posisi kami sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam Asia Tenggara yang terkemuka, di saat harga komoditas tampaknya akan berubah ke arah yang menguntungkan kami”.

1Tidak Termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “Medco Power”)

2PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan")

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Beroperasinya Proyek Pengembangan Minyak Tahap 4B di Bualuang, Thailand

Jakarta, 17 Desember 2019 – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mengumumkan minyak pertama dari Proyek Pengembangan Fase 4B pada konsesi Bualuang di Thailand.

Proyek ini berlokasi di Teluk Thailand dan terdiri dari struktur platform wellhead new bridge-linked terbaru bersama dengan penguatan struktur ekstensi ke platform yang ada. Tingkat produksi awal sebesar 12.900 bopd telah melampaui harapan dan dengan selesainya program pengeboran pada pertengahan 2020, produksi lapangan diperkirakan akan mencapai puncak lebih dari 14.000 bopd.

Roberto Lorato, CEO mengatakan, “Saya bangga melaporkan bahwa Proyek Pengembangan Fase 4B telah berhasil mencapai produksi minyak pertama, dengan kinerja pengeboran 70 hari lebih cepat dari yang direncanakan. Hal yang juga sangat penting, proyek ini telah menyelesaikan proses serah terima dari Ophir Energy Plc pada bulan Mei, serta berjalan aman tanpa insiden keselamatan atau gangguan. Integrasi MedcoEnergi dengan Ophir Energy plc berjalan dengan baik, dengan potensi sinergi yang teridentifikasi sekitar US$ 50 juta per tahun”.

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Kinerja Semester Pertama Tahun 2019

Ringkasan Kinerja

Keuangan

  • Laba Kotor Konsolidasi US$347 juta, pro forma Ophir US$400 juta.
  • EBITDA Konsolidasi US$343 juta, pro forma Ophir US$450 juta.
  • Utang Bersih Tahunan terhadap EBITDA1 3,6x, pro forma Ophir 2,7x.  
  • Likuiditas yang kuat dengan kas dan setara kas diatas US$800 juta.

Operasional

  • Produksi minyak dan gas 96 mboepd, pro forma Ophir 120 mboepd.
  • Penjualan Medco Power Indonesia sebesar 1.253 GWh.
  • Biaya produksi tunai minyak dan gas US$9,0 per boe.

 

Jakarta, 2 Agustus 2019 – PT Medco Energi Internasional Tbk2 mengumumkan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019.

Roberto Lorato, CEO, mengatakan “Saya senang melaporkan hasil kinerja semester pertama atas produksi yang lebih tinggi dan EBITDA yang kuat. Hasil ini termasuk kinerja Ophir pada bulan pertama dibawah kendali MedcoEnergi. Pengintegrasian asset-asset serta organisasi Ophir berlangsung lancar dan saat ini kami terus berupaya untuk meningkatkan kombinasi portofolio MedcoEnergi dan Ophir.”

Ikhtisar Keuangan

  • Perseroan telah menyelesaikan pembelian dan penghapusan pencatatan saham Ophir Energy plc. Hasil kinerja Ophir dikonsolidasikan sejak 1 Juni 2019. Hasil pro forma mengasumsikan hasil konsolidasi perusahaan sejak 1 Januari 2019.
  • Proses integrasi Ophir berjalan sesuai dengan rencana, berfokus pada sistem, organisasi dan penyelarasan proses guna mewujudkan sinergi yang diharapkan.
  • Laba Kotor sebesar US$347 juta. EBITDA sebesar US$343 juta dengan marjin 55%. EBITDA pro forma Ophir sebesar US$450 juta, lebih tinggi 50% dari tahun sebelumnya. 
  • Segmen Minyak, Gas dan Ketenagalistrikan menghasilkan Laba Bersih sebesar US$136 juta dengan Laba Bersih Konsolidasi mencapai US$28 juta, dengan pro forma Ophir sebesar US$41 juta.
  • Likuiditas tetap kuat dengan Kas dan Setara Kas mencapai US$838 juta. Arus Kas dari Aktivitas Operasi sebesar US$265 juta dan belanja modal mencapai US$63 juta. Arus Kas dari Aktivitas Operasi pro forma Ophir dan belanja modal masing-masing adalah US$308 million dan US$101 juta.
  • Menerima peningkatan peringkat dari B (Positif) ke B+ dari Fitch, B (Positif) dari Standard & Poor’s serta Moody’s menegaskan peringkat B2 (Pandangan Positif). 
  • Pinjaman Ophir sebesar US$355 juta sudah dibayar pada bulan Juni dan dilanjuti dengan pembayaran sebesar US$105 juta pada awal Juli. Hingga akhir Juni, rasio Utang Bersih terhadap EBITDA adalah sebesar 3,9x (3,6x tanpa Medco Power),  pro forma Ophir adalah 3,0x (2,7x tanpa Medco Power).  Seluruh pinjaman pembayaran penuh (bullet payment) yang jatuh tempo pada tahun 2019 dan 2020 telah terjamin oleh dana yang ada dalam escrow account. 
  • Kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan portofolio tahun ini dengan telah dilakukannya beberapa penjualan dan pembelian aset strategis. Pembelian secara tunai atas 11,4% kepemilikan saham di Medco Power guna mencapai kontrol 100%, tambahan 7% partisipasi di Oman KSF dan memperluas area kerja di Natuna Timur dengan membeli 100% North Sokang PSC.
  • MedcoEnergi melepas 51% saham di Api Metra Graha (pemilik gedung The Energy), mendilusi kepemilikan di AMNT, menurunkan kepemilikan 49% saham di Pembangkit Panas Bumi Ijen, menjual 35% kepemilikan di Rimau dan 35% kepemilikan di Sumatera Selatan, 100% kepemilikan di Guinea Ekuatorial blok 24, 100% kepemilikan di Aru dan Papua Barat IV, serta menarik diri dari operasi laut dalam Ophir di Bangladesh blok SS-11 dan Vietnam blok 123 dan 124. 
  • Penawaran potensial dari beberapa mitra strategis baru untuk MPI sedang dievaluasi dan penjualan Blok 5, Meksiko, dan Tunisia juga sedang dalam proses.

Ikhtisar Operasional

  • Produksi minyak dan gas sebesar 96 mboepd, 120 mboepd pro forma Ophir dengan biaya tunai per unit sebesar US$9,0 per boe.
  • Produksi dan nominasi dari pengembangan gas di Blok A, Aceh cukup stabil pada kisaran 52-53 BBtupd.
  • Pengembangan minyak di Bualuang, Thailand sedang berlangsung, dimana instalasi topside telah selesai dan pengeboran sesuai dengan rencana untuk produksi minyak pertama pada Q4 2019. Pada proyek pengembangan gas di Meliwis, Jawa Timur, telah mencapai progres sebesar 38% dengan produksi gas pertama sesuai rencana pada Q2 2020. 
  • Medco Power menghasilkan penjualan daya sebesar 1.253 GWh dan menerbitkan obligasi syariah senilai Rp850 miliar untuk pembiayaan kembali dan pengembangan. 
  • Progres pembangunan pembangkit listrik Riau telah mencapai 34%, dengan perkiraan mulai beroperasi pada Q4 2021.
  • Produksi AMNT dari stockpile adalah 63,4 Mlbs untuk tembaga dan 28,4 Koz untuk emas, serta tetap melanjutkan pengembangan Tahap 7 dan FEED Smelter.

Panduan 2019

Panduan operasional Perseroan untuk tahun 2019 adalah sebagai berikut:

  • Produksi 100 mboepd, pro forma Ophir 110 mboepd.
  • Biaya tunai per unit Minyak dan Gas akan dipertahankan dibawah US$10 per boe.
  • MPI akan menghasilkan penjualan daya sebesar 2,710 GWh.
  • Belanja modal sebesar US$350 juta, pro forma Ophir US$400 juta.
  • Target rasio Utang Bersih terhadap EBITDA sebesar 3,0x atau lebih rendah.

 

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, mengatakan “Saya senang melihat hasil kinerja operasional dan keuangan yang kuat. Pengintegrasian kegiatan operasi Ophir akan terus berlanjut dan menegaskan posisi Perseroan sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam terkemuka di Asia Tenggara.”



1Tanpa PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “Medco Power”)
2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”)

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Penyelesaian Akuisisi Ophir Energy plc

Jakarta, 22 Mei 2019 - PT Medco Energi Internasional Tbk1 hari ini mengumumkan keberhasilan penyelesaian akuisisi Ophir Energy plc2 terhadap seluruh penawaran tunai yang direkomendasikan dengan nilai £408,4 juta.

Aset Ophir sangat melengkapi portofolio MedcoEnergi yang ada dan gabungan bisnis ini menjadikan Perseroan sebagai pelaku usaha minyak dan gas regional yang terkemuka di Asia Tenggara. Akuisisi Ophir ini akan meningkatkan proforma produksi Perseroan tahun 2019 sebesar 29% yakni 110 Mboepd, dan gabungan cadangan 2P3 dan sumber daya 2C4 naik sebesar 86% menjadi 1.439 MMboe.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi, mengatakan, “Kami senang telah berhasil menyelesaikan akuisisi Ophir, yang menjadikan MedcoEnergi sebagai perusahaan minyak dan gas terkemuka di Asia Tenggara. Akuisisi ini memperkuat lagi strategi Perseroan yang memperluas kehadiran MedcoEnergi secara selektif dan kami yakin hal ini akan menciptakan nilai bagi semua pemangku kepentingan kami."

     

Panduan 2019

 

Panduan operasional untuk 2019 adalah sebagai berikut:

  • Produksi pro-forma akan menjadi 110 Mboepd.
  • Biaya tunai per unit untuk minyak dan gas akan dipertahankan di bawah US$10 per boe.
  • Medco Power Indonesia akan menghasilkan penjualan daya sebesar 2.850 GWh.
  • Pro-forma belanja modal sebesar US$400 juta atau dibawah.
  • Target Hutang Bersih terhadap EBITDA tetap 3,0x atau lebih rendah pada harga pertengahan siklus.

                       

 



1 PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”).

2 Ophir Energy plc (“Ophir”) diakuisisi oleh MedcoEnergi melalui Medco Energi Global PTE Ltd. (“Medco Global”) salah satu anak perusahaan MedcoEnergi.

3 Cadangan 2P akhir tahun 2018: MedcoEnergi 281,7 MMboe + Ophir 70,1 MMboe = 351,8 MMboe

4 Cadangan 2C akhir tahun 2018: MedcoEnergi 490,6 MMboe + Ophir 596,6 MMboe = 1.087,2 MMboe

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Kinerja Kuartal Pertama tahun 2019

 

Ikhtisar Kinerja

 Keuangan

  • Laba   Kotor US$172,3 juta, 14,2% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
  • EBITDA   US$159,5 juta, 8,2% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Penghasilan   Bersih US$28,1 juta, 29,7% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Utang   Bersih terhadap EBITDA1 anualisasi sebesar 3,1x
  • Likuiditas   yang kuat dengan kas dan setara kas di atas US$540 juta.

 

 Operasional

  • Produksi   minyak dan gas bumi 90,5 MBOEPD, diatas pedoman.
  • Penjualan   daya dari Medco Power Indonesia sebesar 624 GWh, 5,2% lebih tinggi   dibandingkan tahun sebelumnya dan sesuai dengan panduan.
  • Biaya   per Unit minyak dan gas S$7,9 per boe, sesuai dengan panduan

 

  

Jakarta, 18 Mei 2019- PT Medco Energi Internasional Tbk2 mengumumkan hasil keuangan Perseroan untuk kuartal yang berakhir 31 Maret 2019 (1Q 2019).

Roberto Lorato, CEO mengatakan, “Hasil kuartal pertama yang sangat kuat didorong oleh mulai meningkatnya produksi dari Blok A Aceh dan kinerja yang solid dari asset-aset kami lainnya. Keyakinan dari lembaga-lembaga pemeringkat sangat memuaskan, juga hampir tercapainya target Hutang Bersih terhadap EBITDA meskipun harga minyak yang lemah di level US$60 per bbl untuk kuartal ini."

 

Ikhtisar Keuangan

  • Laba Kotor mencapai US$172,3 juta, 14,2% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan marjin kotor 60,7% (52,8% pada 1Q 2018).
  • EBITDA mencapai US$159,5 juta, 8,2% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan marjin EBITDA 56,2% (51,6% pada 1Q 2018) didorong oleh volume gas, harga gas dan harga listrik yang lebih tinggi.
  • Laba Bersih adalah US$28,1 juta, 29,7% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen Minyak, Gas dan Kelistrikan menghasilkan Laba Bersih sebesar US$61,0 juta, naik 43,8% dibandingkan tahun sebelumnya, melebihi dari kerugian non-tunai di AMNT.
  • Utang bersih terhadap EBITDA1 anualisasi adalah 3,1x, dengan harga minyak terealisasi di US$60,8 per bbl dan terus maju berusaha mencapai target 3,0x pada siklus harga pertengahan.
  • Menerbitkan obligasi dengan tenor tujuh tahun sebesar US$650 juta dengan kupon 7,375%.
  • Menerima peningkatan peringkat dari B (Positif) ke B+ dari Fitch, B (Positif) dari Standard & Poor’s serta Moody’s menegaskan peringkat B2 (pandangan positif).
  • Terselesaikannya penjualan aset di Amerika Serikat, pelepasan 51% saham Gedung Energy dan konversi serta monetisasi pinjaman pemegang saham AMNT. Selain itu telah ditandatanganinya perjanjian penjualan aset minyak dan gas di Tunisia.
  • Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara kas sejumlah US$544 juta.

 

Ikhtisar Operasi

  • Produksi minyak dan gas 90,5 Mboepd, didorong oleh produksi baru dari Aceh dan dimulai kembalinya produksi di Yaman.
  • Biaya tunai per unit adalah US$7,9 per boe, sesuai dengan panduan.
  • MPI menghasilkan penjualan daya sebesar 624 GWh, 5% lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan sesuai dengan pedoman 2019.
  • MPI menandatangani perjanjian keuangan proyek dengan konsorsium bank internasional untuk mendanai CCPP Riau.
  • Produksi AMNT dari stockpile adalah 33,9 Mlbs tembaga dan 16,8 Koz emas dan terus melanjutkan pengembangan Tahap 7.

 



1Tanpa PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “Medco Power”)
2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”)

Click here to download