Komitmen untuk Keberlanjutan yang Unggul

Laporan Keberlanjutan: Berinvestasi untuk Masa Depan

MedcoEnergi berkomitmen untuk berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Bangsa. Kami telah mengambil langkah nyata untuk meningkatkan kebijakan keberlanjutan dan praktik bisnis kami dengan menggunakan kekuatan kami di sektor Energi untuk kepentingan masyarakat di Indonesia. Kami akan terus berinvestasi untuk masa depan.

Operasi Lepas Pantai Kelas Dunia

South Natuna Sea Block B, Riau,Indonesia

Sebuah PSC lepas pantai yang terletak di Laut Natuna Selatan dengan basis hidrokarbon yang besar dan standar Kesehatan, Keselamatan, dan Catatan Lingkungan terbaik di kelasnya. Dengan integrasi aset ini ke dalam portofolio MedcoEnergi melalui akuisisi, maka akan meningkatkan kemampuan dan skala Perseroan sebagai Perusahaan Minyak dan Gas dengan operasi lepas pantai kelas dunia.

Energi Bersih untuk Bumi

Panas Bumi Sarulla, Sumatera Utara, Indonesia

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla telah dimulai tahun 2014, dan akan menghasilkan daya listrik sebesar 3 x 110 MW. Setelah selesai, sebagai kontrak proyek listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia, pembangkit ini akan menghasilkan energi listrik yang bersih dan berkelanjutan dan diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga 1,3 juta ton per tahun.

Monetisasi Cadangan

Blok A, Aceh, Indonesia

Pada bulan Januari 2015, MedcoEnergi menandatangani perjanjian jual beli gas yang bernilai lebih dari AS$ 2 milyar, setara dengan 200 BCF cadangan dari Kontrak Kerja Sama Blok A di Provinsi Aceh, Indonesia. Pembeli gas Blok A adalah perusahaan negara Pertamina, dengan harga gas yang disepakati AS$ 9,45 per MMBTU. Kontrak ini menunjukkan dukungan Perusahaan untuk pengembangan pasar gas domestik Indonesia, disaat yang sama menciptakan nilai bagi perusahaan dan membangun nilai ekonomis penting di provinsi Aceh.

Mengembalikan Aset Strategis Milik Indonesia dari Newmont

Amman Mineral Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, Indonesia

Transaksi ini merupakan pencapaian yang sangat penting bagi Perseroan dan semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah Indonesia. Kami berkomitmen untuk mempertahankan standar kelas dunia dalam keamanan, pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial, serta sumberdaya manusia yang berkualitas tinggi.

Saham

23/08/2019
MEDC-IDX
(IDR)
765
Market Cap
(Trilion IDR)
13,7
Volume
(lot)
0

Whistleblower

Memastikan MedcoEnergi sebagai tempat yang aman, adil dan nyaman untuk bekerja.
Berita Terkini
Jumat, 02/08/2019 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Kinerja Semester Pertama Tahun 2019

PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan hasil kinerja keuangan semester pertama yang berakhir pada 30 Juni 2019.

Rabu, 22/05/2019 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Penyelesaian Akuisisi Ophir Energy plc

MedcoEnergi hari ini mengumumkan keberhasilan penyelesaian akuisisi Ophir Energy plc melalui penawaran tunai yang direkomendasikan senilai £408,4 juta.

Sabtu, 18/05/2019 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Kinerja Kuartal Pertama tahun 2019

PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan hasil keuangan Perseroan untuk kuartal yang berakhir 31 Maret 2019 (1Q 2019).

Senin, 06/05/2019 WIB MedcoEnergi Menerbitkan Obligasi 7NC4 Sebesar US$650 juta

MedcoEnergi mengumumkan keberhasilan penerbitan obligasi 7NC4 144A/Reg S sebesar US$650 juta (7NC4) dengan tenor 7 tahun dengan kupon 7,375%.

Senin, 08/04/2019 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja 2018 yang telah diaudit

MedcoEnergi mengumumkan hasil kinerja 2018 laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada 31 December 2018

Rabu, 30/01/2019 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Penawaran Tunai yang Direkomendasikan untuk Ophir Energy Plc

Medco Energi Global PTE. Ltd., anak perusahaan MedcoEnergi dan Ophir Energy Plc hari ini mengumumkan ketentuan penawaran tunai atas Ophi ...

Senin, 10/12/2018 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Penelaahan Terbatas Periode Sembilan Bulan Tahun 2018

MedcoEnergi mengumumkan hasil Limited Review laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 30 September 2018

Kamis, 15/11/2018 WIB Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa MedcoEnergi

MedcoEnergi menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada hari Kamis, 15 November 2018.

Kamis, 02/08/2018 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Keuangan Semester Pertama 2018

PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan hasil keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2018.

Kamis, 19/07/2018 WIB FITCH Meningkatkan Peringkat Outlook MedcoEnergi

Peringkat Outlook ini direvisi karena adanya peningkatan profil keuangan MedcoEnergi yang didorong oleh harga minyak dan gas yang kuat.

MedcoEnergi Mengumumkan Kinerja Semester Pertama Tahun 2019

Ringkasan Kinerja

Keuangan

  • Laba Kotor Konsolidasi US$347 juta, pro forma Ophir US$400 juta.
  • EBITDA Konsolidasi US$343 juta, pro forma Ophir US$450 juta.
  • Utang Bersih Tahunan terhadap EBITDA1 3,6x, pro forma Ophir 2,7x.  
  • Likuiditas yang kuat dengan kas dan setara kas diatas US$800 juta.

Operasional

  • Produksi minyak dan gas 96 mboepd, pro forma Ophir 120 mboepd.
  • Penjualan Medco Power Indonesia sebesar 1.253 GWh.
  • Biaya produksi tunai minyak dan gas US$9,0 per boe.

 

Jakarta, 2 Agustus 2019 – PT Medco Energi Internasional Tbk2 mengumumkan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019.

Roberto Lorato, CEO, mengatakan “Saya senang melaporkan hasil kinerja semester pertama atas produksi yang lebih tinggi dan EBITDA yang kuat. Hasil ini termasuk kinerja Ophir pada bulan pertama dibawah kendali MedcoEnergi. Pengintegrasian asset-asset serta organisasi Ophir berlangsung lancar dan saat ini kami terus berupaya untuk meningkatkan kombinasi portofolio MedcoEnergi dan Ophir.”

Ikhtisar Keuangan

  • Perseroan telah menyelesaikan pembelian dan penghapusan pencatatan saham Ophir Energy plc. Hasil kinerja Ophir dikonsolidasikan sejak 1 Juni 2019. Hasil pro forma mengasumsikan hasil konsolidasi perusahaan sejak 1 Januari 2019.
  • Proses integrasi Ophir berjalan sesuai dengan rencana, berfokus pada sistem, organisasi dan penyelarasan proses guna mewujudkan sinergi yang diharapkan.
  • Laba Kotor sebesar US$347 juta. EBITDA sebesar US$343 juta dengan marjin 55%. EBITDA pro forma Ophir sebesar US$450 juta, lebih tinggi 50% dari tahun sebelumnya. 
  • Segmen Minyak, Gas dan Ketenagalistrikan menghasilkan Laba Bersih sebesar US$136 juta dengan Laba Bersih Konsolidasi mencapai US$28 juta, dengan pro forma Ophir sebesar US$41 juta.
  • Likuiditas tetap kuat dengan Kas dan Setara Kas mencapai US$838 juta. Arus Kas dari Aktivitas Operasi sebesar US$265 juta dan belanja modal mencapai US$63 juta. Arus Kas dari Aktivitas Operasi pro forma Ophir dan belanja modal masing-masing adalah US$308 million dan US$101 juta.
  • Menerima peningkatan peringkat dari B (Positif) ke B+ dari Fitch, B (Positif) dari Standard & Poor’s serta Moody’s menegaskan peringkat B2 (Pandangan Positif). 
  • Pinjaman Ophir sebesar US$355 juta sudah dibayar pada bulan Juni dan dilanjuti dengan pembayaran sebesar US$105 juta pada awal Juli. Hingga akhir Juni, rasio Utang Bersih terhadap EBITDA adalah sebesar 3,9x (3,6x tanpa Medco Power),  pro forma Ophir adalah 3,0x (2,7x tanpa Medco Power).  Seluruh pinjaman pembayaran penuh (bullet payment) yang jatuh tempo pada tahun 2019 dan 2020 telah terjamin oleh dana yang ada dalam escrow account. 
  • Kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan portofolio tahun ini dengan telah dilakukannya beberapa penjualan dan pembelian aset strategis. Pembelian secara tunai atas 11,4% kepemilikan saham di Medco Power guna mencapai kontrol 100%, tambahan 7% partisipasi di Oman KSF dan memperluas area kerja di Natuna Timur dengan membeli 100% North Sokang PSC.
  • MedcoEnergi melepas 51% saham di Api Metra Graha (pemilik gedung The Energy), mendilusi kepemilikan di AMNT, menurunkan kepemilikan 49% saham di Pembangkit Panas Bumi Ijen, menjual 35% kepemilikan di Rimau dan 35% kepemilikan di Sumatera Selatan, 100% kepemilikan di Guinea Ekuatorial blok 24, 100% kepemilikan di Aru dan Papua Barat IV, serta menarik diri dari operasi laut dalam Ophir di Bangladesh blok SS-11 dan Vietnam blok 123 dan 124. 
  • Penawaran potensial dari beberapa mitra strategis baru untuk MPI sedang dievaluasi dan penjualan Blok 5, Meksiko, dan Tunisia juga sedang dalam proses.

Ikhtisar Operasional

  • Produksi minyak dan gas sebesar 96 mboepd, 120 mboepd pro forma Ophir dengan biaya tunai per unit sebesar US$9,0 per boe.
  • Produksi dan nominasi dari pengembangan gas di Blok A, Aceh cukup stabil pada kisaran 52-53 BBtupd.
  • Pengembangan minyak di Bualuang, Thailand sedang berlangsung, dimana instalasi topside telah selesai dan pengeboran sesuai dengan rencana untuk produksi minyak pertama pada Q4 2019. Pada proyek pengembangan gas di Meliwis, Jawa Timur, telah mencapai progres sebesar 38% dengan produksi gas pertama sesuai rencana pada Q2 2020. 
  • Medco Power menghasilkan penjualan daya sebesar 1.253 GWh dan menerbitkan obligasi syariah senilai Rp850 miliar untuk pembiayaan kembali dan pengembangan. 
  • Progres pembangunan pembangkit listrik Riau telah mencapai 34%, dengan perkiraan mulai beroperasi pada Q4 2021.
  • Produksi AMNT dari stockpile adalah 63,4 Mlbs untuk tembaga dan 28,4 Koz untuk emas, serta tetap melanjutkan pengembangan Tahap 7 dan FEED Smelter.

Panduan 2019

Panduan operasional Perseroan untuk tahun 2019 adalah sebagai berikut:

  • Produksi 100 mboepd, pro forma Ophir 110 mboepd.
  • Biaya tunai per unit Minyak dan Gas akan dipertahankan dibawah US$10 per boe.
  • MPI akan menghasilkan penjualan daya sebesar 2,710 GWh.
  • Belanja modal sebesar US$350 juta, pro forma Ophir US$400 juta.
  • Target rasio Utang Bersih terhadap EBITDA sebesar 3,0x atau lebih rendah.

 

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, mengatakan “Saya senang melihat hasil kinerja operasional dan keuangan yang kuat. Pengintegrasian kegiatan operasi Ophir akan terus berlanjut dan menegaskan posisi Perseroan sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam terkemuka di Asia Tenggara.”



1Tanpa PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “Medco Power”)
2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”)

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Penyelesaian Akuisisi Ophir Energy plc

Jakarta, 22 Mei 2019 - PT Medco Energi Internasional Tbk[1] hari ini mengumumkan keberhasilan penyelesaian akuisisi Ophir Energy plc[2] terhadap seluruh penawaran tunai yang direkomendasikan dengan nilai £408,4 juta.

 

Aset Ophir sangat melengkapi portofolio MedcoEnergi yang ada dan gabungan bisnis ini menjadikan Perseroan sebagai pelaku usaha minyak dan gas regional yang terkemuka di Asia Tenggara. Akuisisi Ophir ini akan meningkatkan proforma produksi Perseroan tahun 2019 sebesar 29% yakni 110 Mboepd, dan gabungan cadangan 2P [3]dan sumber daya 2C[4] naik sebesar 86% menjadi 1.439 MMboe.

 

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi, mengatakan, “Kami senang telah berhasil menyelesaikan akuisisi Ophir, yang menjadikan MedcoEnergi sebagai perusahaan minyak dan gas terkemuka di Asia Tenggara. Akuisisi ini memperkuat lagi strategi Perseroan yang memperluas kehadiran MedcoEnergi secara selektif dan kami yakin hal ini akan menciptakan nilai bagi semua pemangku kepentingan kami."

  

     

Panduan 2019

     

Panduan operasional untuk 2019 adalah sebagai berikut:

   
  • Produksi pro-forma akan menjadi 110 Mboepd.
  • Biaya tunai per unit untuk minyak dan gas akan dipertahankan di bawah US$10 per boe.
  • Medco Power Indonesia akan menghasilkan penjualan daya sebesar 2.850 GWh.
  • Pro-forma belanja modal sebesar US$400 juta atau dibawah.
  • Target Hutang Bersih terhadap EBITDA tetap 3,0x atau lebih rendah pada harga pertengahan siklus.
                   
   

 



[1] PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”).

[2] Ophir Energy plc (“Ophir”) diakuisisi oleh MedcoEnergi melalui Medco Energi Global PTE Ltd. (“Medco Global”) salah satu anak perusahaan MedcoEnergi.

[3] Cadangan 2P akhir tahun 2018: MedcoEnergi 281,7 MMboe + Ophir 70,1 MMboe = 351,8 MMboe

[4] Cadangan 2C akhir tahun 2018: MedcoEnergi 490,6 MMboe + Ophir 596,6 MMboe = 1.087,2 MMboe

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Kinerja Kuartal Pertama tahun 2019

 

Ikhtisar Kinerja

 Keuangan

  • Laba   Kotor US$172,3 juta, 14,2% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
  • EBITDA   US$159,5 juta, 8,2% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Penghasilan   Bersih US$28,1 juta, 29,7% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Utang   Bersih terhadap EBITDA1 anualisasi sebesar 3,1x
  • Likuiditas   yang kuat dengan kas dan setara kas di atas US$540 juta.

 

 Operasional

  • Produksi   minyak dan gas bumi 90,5 MBOEPD, diatas pedoman.
  • Penjualan   daya dari Medco Power Indonesia sebesar 624 GWh, 5,2% lebih tinggi   dibandingkan tahun sebelumnya dan sesuai dengan panduan.
  • Biaya   per Unit minyak dan gas S$7,9 per boe, sesuai dengan panduan

 

  

Jakarta, 18 Mei 2019- PT Medco Energi Internasional Tbk2 mengumumkan hasil keuangan Perseroan untuk kuartal yang berakhir 31 Maret 2019 (1Q 2019).

Roberto Lorato, CEO mengatakan, “Hasil kuartal pertama yang sangat kuat didorong oleh mulai meningkatnya produksi dari Blok A Aceh dan kinerja yang solid dari asset-aset kami lainnya. Keyakinan dari lembaga-lembaga pemeringkat sangat memuaskan, juga hampir tercapainya target Hutang Bersih terhadap EBITDA meskipun harga minyak yang lemah di level US$60 per bbl untuk kuartal ini."

 

Ikhtisar Keuangan

  • Laba Kotor mencapai US$172,3 juta, 14,2% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan marjin kotor 60,7% (52,8% pada 1Q 2018).
  • EBITDA mencapai US$159,5 juta, 8,2% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan marjin EBITDA 56,2% (51,6% pada 1Q 2018) didorong oleh volume gas, harga gas dan harga listrik yang lebih tinggi.
  • Laba Bersih adalah US$28,1 juta, 29,7% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen Minyak, Gas dan Kelistrikan menghasilkan Laba Bersih sebesar US$61,0 juta, naik 43,8% dibandingkan tahun sebelumnya, melebihi dari kerugian non-tunai di AMNT.
  • Utang bersih terhadap EBITDA1 anualisasi adalah 3,1x, dengan harga minyak terealisasi di US$60,8 per bbl dan terus maju berusaha mencapai target 3,0x pada siklus harga pertengahan.
  • Menerbitkan obligasi dengan tenor tujuh tahun sebesar US$650 juta dengan kupon 7,375%.
  • Menerima peningkatan peringkat dari B (Positif) ke B+ dari Fitch, B (Positif) dari Standard & Poor’s serta Moody’s menegaskan peringkat B2 (pandangan positif).
  • Terselesaikannya penjualan aset di Amerika Serikat, pelepasan 51% saham Gedung Energy dan konversi serta monetisasi pinjaman pemegang saham AMNT. Selain itu telah ditandatanganinya perjanjian penjualan aset minyak dan gas di Tunisia.
  • Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara kas sejumlah US$544 juta.

 

Ikhtisar Operasi

  • Produksi minyak dan gas 90,5 Mboepd, didorong oleh produksi baru dari Aceh dan dimulai kembalinya produksi di Yaman.
  • Biaya tunai per unit adalah US$7,9 per boe, sesuai dengan panduan.
  • MPI menghasilkan penjualan daya sebesar 624 GWh, 5% lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan sesuai dengan pedoman 2019.
  • MPI menandatangani perjanjian keuangan proyek dengan konsorsium bank internasional untuk mendanai CCPP Riau.
  • Produksi AMNT dari stockpile adalah 33,9 Mlbs tembaga dan 16,8 Koz emas dan terus melanjutkan pengembangan Tahap 7.

 



1Tanpa PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “Medco Power”)
2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”)

Click here to download

MedcoEnergi Menerbitkan Obligasi 7NC4 Sebesar US$650 juta

JAKARTA, 6 Mei 2019 – PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan") mengumumkan keberhasilan penerbitan obligasi 144A/Reg S sebesar US$650 juta (7NC4) dengan tenor 7 tahun dengan kupon 7,375%.

Perusahaan menerima peningkatan peringkat dari B (outlook positif) menjadi B+ dari Fitch Ratings, B (outlook positif) dari S&P Ratings dan Moody's menegaskan kembali peringkat B2 (outlook positif) sejalan dengan rencana akuisisi Ophir Energy Plc dan terus membaiknya kinerja keuangan. Perusahaan akan menggunakan hasil penerbitan obligasi ini untuk membiayai akuisisi Ophir Energy Plc ini serta membayar utang-utang tertentu.

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi, mengatakan, "Permintaan yang kuat dari para investor obligasi mencerminkan rekam-jejak pencapaian perusahaan yang konsisten sesuai dengan komitmennya, baik kinerja operasional kami maupun rencana deleveraging."

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi, mengatakan "Kami sangat senang dengan hasil akhir dari penerbitan obligasi ini, dan juga peningkatan peringkat kredit yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap perusahaan kami. Persetujuan oleh pemegang saham Ophir Energy Plc jelas merupakan tonggak baru dalam menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan transaksi yang kompleks, serta bersifat multi-yurisdiksi. Dengan selesainya transaksi ini pada kuartal kedua, kami berharap akan lebih memperkuat posisi kami sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam yang terintegrasi. Kami akan terus menyampaikan hasil yang sesuai rencana dan komitmen kami dalam meningkatkan nilai bagi semua pemangku kepentingan."

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja 2018 yang telah diaudit

Ikhtisar Kinerja 2018

Keuangan

  • Gross profit1 US$645juta, 53% lebih tinggi tahun ke tahun.
  • EBITDA1 US$596juta, 37% lebih tinggi tahun ke tahun.
  • Utang Bersih terhadap EBITDA1 tanpa Medco Power 3.3x (3.6x in 2017).
  • Likuiditas yang kuat dengan kas dan setara kas US$627 juta.
  • Belanja modal US$329juta dan dibawah panduan.

Operasional

  • Produksi minyak dan gas 85mboepd dan sesuai panduan.
  • Penjualan 2.704 GWh tenaga listrik, 24% lebih tinggi dari tahun ke tahun sesuai panduan.
  • Biaya per unit minyak dan gas US$8,7 per boe (US$9,1 per boe pada 2017) dan dibawah   panduan.
  • Menerima perpanjangan kontrak selama 20 tahun untuk Rimau dan Tarakan PSC.

 

Jakarta, 8 April 2019 – PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perusahaan”) mengumumkan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 (“2018”).

Roberto Lorato, CEO, mengatakan, “Hasil capaian kami diakhir tahun lalu sangat solid, dengan EBITDA dan margin operasi yang lebih baik sebagai hasil dari upaya berkelanjutan yand disiplin dalam menjaga biaya. Keberhasilan pengembangan gas Blok A di Aceh menegaskan kemampuan kami yang handal dalam menyelesaikan proyek, sementara itu persetujuan yang baru saja diperoleh dari  pemegang saham Ophir terkait akusisi Ophir Energy merupakan peluang yang baik untuk memperoleh portofolio aset yang saling melengkapi, meningkatkan skala, diversifikasi serta memberikan peluang pertumbuhan yang bermanfaat bagi para pemangku kepentingan kami, karyawan, para mitra, dan negara tuan rumah. Kami akan terus bekerja untuk menyelesaikan transaksi ini pada akhir kuartal kedua.”

Ikhtisar Keuangan

  • Laba Kotor1 US$645juta, 53% lebih tinggi dari 2017, dengan margin kotor 52% (46% di tahun 2017).
  • EBITDA1 US$596 juta (US$582 juta terkonsolidasi) naik 37% dari 2017 didorong oleh peningkatan margin, harga komoditas dan daya listrik yang lebih tinggi, dan konsolidasi Medco Power selama setahun penuh.
  • Harga minyak dan gas naik 32% dan 15% tahun ke tahun US$67,8/bbl dan US$6,4/mmbtu untuk masing-masingnya dan harga daya listrik (tanpa bahan bakar) Medco Power Indonesia (MPI) meningkat 28%.
  • Segmen minyak dan gas membukukan Pendapatan Bersih US$135 juta meningkat 80% tahun ke tahun, namun Penghasilan Bersih Konsolidasi mengalami kerugian sebesar US$51 juta terutama akibat kerugian non tunai dari afiliasi pertambangan PT Amman Mineral Nusa Tenggara ("AMNT") guna mempercepat pengembangan Phase 7.
  • Utang Bersih terhadap EBITDA1, tidak termasuk MPI, adalah 3,3x (3,6x in 2017). Hutang Bersih Konsolidasi terhadap EBITDA adalah 3,7x (4,5x in 2017).
  • Pengeboran, efisiensi proyek dan penangguhan bersamaan dengan nilai tukar yang menguntungkan memungkinkan Perusahaan untuk mengurangi belanja modal 2018 menjadi US$329 juta.
  • Penjualan listrik yang dihasilkan MPI adalah 2.704 GWh, 24% lebih tinggi dari tahun ke tahun dan sejalan dengan pedoman 2018 setelah beroperasinya secara penuh Sarulla Geothermal.
  • MPI menghimpun Rp1,2 triliun dari transaksi pasar modal pertamanya melalui penerbitan obligasi standar dan syariah.
  • Divestasi bisnis pertambangan batubara dan infrastruktur air telah selesai pada tahun 2018. Penjualan aset minyak dan gas di Amerika Serikat selesai pada kuartal pertama 2019, begitu juga penjualan 51% saham pada  Gedung Energi.
  • Perusahaan menerima persetujuan para pemegang saham untuk penambahan modal perusahaan tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu hingga 10% dari saham yang diterbitkan dengan harga minimum Rp868 per saham, ~ US$100 juta. Perusahaan secara kontinu melakukan diskusi untuk penempatan saham bagi yang memenuhi persyaratan.
  • Likuiditas Perusahaan kuat dengan kas dan setara kas US$627 juta di akhir tahun.

Ikhtisar Operasional

  • Produksi minyak dan gas rata-rata adalah 85 mboepd, sejalan dengan panduan dan biaya tunai per unit yaitu US$8,7 per boe
  • Perusahaan mendapatkan perpanjangan kontrak selama 20 tahun untuk Rimau PSC dan Tarakan PSC.
  • Telah ditemukan gas di sumur eksplorasi Nowera-1 di Sumatra Selatan PSC dan rencana percepatan pembangunannya telah disetujui oleh SKKMIGAS dan produksi gas pertama diharapkan dimulai pada tahun 2021. Telah ditandangani kontrak GSA baru dengan PGN untuk menjual gas tambahan dari Sumatra Selatan PSC sebesar 30bbtupd.
  • Kapasitas operasi kotor terpasang MPI naik menjadi 2.819 MW setelah selesainya fasilitas 330MW Sarulla Geothermal. Pembangkit listrik bertenaga gas CCPP Riau, milik MPI, telah mendapatkan Deklarasi Pembiayaan dari PLN dan telah menandatangani perjanjian keuangan proyek dengan konsorsium bank internasional.
  • Produksi AMNT tahun 2018 berasal dari stockpile sebesar 141,9 Mlbs tembaga dan 70,9 Koz emas. AMNT terus melanjutkan pengembangan fase 7 yang sekarang sepenuhnya dibiayai dengan fasilitas yang berkomitmen sebesar US$1,2 miliar dari empat bank besar berbasis di Asia. Produksi pertama dari fase 7 diharapkan akan dimulai pada paruh pertama tahun 2020.
  • AMNT memperoleh Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dan izin Kelayakan Lingkungan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk pengembangan smelter berkapasitas 1,3 juta ton yang berlokasi di Benete, Sumbawa Barat. Outotec Oyj telah ditunjuk untuk mengembangkan Front-End Engineering Design.
  • Perusahaan telah menerbitkan Laporan Keberlanjutan 2014-2017 yang sesuai dengan GRI (Global Reporting Initiative) yang mencakup komitmen yang terukur terhadap target Keberlanjutan di masa depan.

Panduan 2019

Perusahaan berekspektasi agar akuisisi Ophir Energy plc ("Ophir") selesai pada kuartal kedua. Panduan operasional untuk 2019 adalah sebagai berikut:

  • Pro-forma produksi akan mencapai 110mboepd setelah penyelesaian akuisisi Ophir.
  • Biaya tunai per unit untuk minyak dan gas akan dipertahankan di bawah US$10 per boe.
  • MPI akan menghasilkan penjualan daya 2.850 GWh.
  • Pro-forma belanja modal sebesar $400 juta atau dibawah.
  • Perusahaan menargetkan Hutang Bersih terhadap EBITDA akan tetap 3,0x atau dibawah.

 

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, mengatakan “Perusahaan memiliki kinerja sangat baik di tahun 2018, meskipun lingkungan bisnis yang penuh dengan tantangan, posisi keuangan kami semakin menguat dibalik kinerja operasional yang kuat pada bisnis minyak, gas dan ketenagalistrikan.  Dengan persetujuan yang baru saja diperoleh dari Pemegang Saham Ophir jelas merupakan tonggak sejarah bagi yang menunjukkan peningkatan kematangan dan kemampuan Perusahaan dalam mengelola transaksi multi-yurisdiksi yang kompleks. Menutup transaksi pada kuartal kedua akan semakin memperkuat posisi kami sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam regional yang terintegrasi. "



1Asset terbaru yang tersedia untuk dijual

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Penawaran Tunai yang Direkomendasikan untuk Ophir Energy Plc
MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Penelaahan Terbatas Periode Sembilan Bulan Tahun 2018

IKHTISAR KINERJA PERIODE SEMBILAN BULAN TAHUN 2018

Finansial

  • Laba kotor sebesar US$498,4 juta naik sebesar 68% dibanding tahun sebelumnya.
  • EBITDA sebesar US$450,2 juta naik sebesar 47% dibanding tahun sebelumnya.
  • Rasio hutang bersih terhadap EBITDA tanpa Medco Power, turun menjadi 3,2x.
  • Likuiditas yang kuat dengan kas dan setara kas diatas US$500 juta.

 

Operasional

  • Produksi minyak dan gas bumi 83,7mboepd; meningkat 9% kuartal ke kuartal.
  • Pedoman produksi setahun dapat dipertahankan pada level 85mboepd.
  • Penandatanganan mandat bersama IFC untuk menambah kepemilikan saham di Medco Power.
  • Penjualan listrik sebesar 2.001 GWh, meningkat 30% dibanding tahun sebelumnya.
  • Biaya per unit minyak dan gas bumi sebesar US$8,8/boe.
  • Tarakan PSC telah diperpanjang selama 20 tahun hingga 2042.

Jakarta, 10 November 2018 - PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perusahaan”) mengumumkan hasil Penelaahan Terbatas (Limited Review) laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 30 September 2018 (“9M 2018”).

 Roberto Lorato, CEO Perusahaan mengatakan bahwa “kinerja sembilan bulan cukup solid dengan pencapaian EBITDA yang lebih tinggi serta membaiknya marjin operasi sebagai hasil kedisiplinan dalam efisiensi biaya. Pada tahun 2015 kami menetapkan rasio hutang bersih terhadap EBITDA sebesar 3,0x dan saya senang dengan progres yang membaik dalam mencapai target.”

 Ikhtisar Keuangan

  • Laba kotor US$498,4 juta, 68% lebih tinggi dibandingkan sembilan bulan pertama tahun 2017, marjin laba kotor sebesar 54%, lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun 2017 sebesar 50%. Diatas 95% dari Pendapatan Perusahaan diterima dalam mata uang dolar AS, sekitar 60% dari pengeluaran dibayar dalam mata uang Rupiah.
  • EBITDA mencapai US$450,2 juta, 47% lebih tinggi dari sembilan bulan pertama tahun 2017 didorong oleh peningkatan harga komoditas, harga jual listrik, volume produksi yang stabil, serta diikuti dengan dikonsolidasikannya Medco Power. Harga minyak dan gas bumi masing-masing meningkat sebesar 39% dan 11% menjadi US$68,8/bbl dan US$6,1/mmbtu, disamping itu rata-rata harga jual listrik (diluar komponen bahan bakar) meningkat sebesar 36% dari tahun ke tahun.
  • Rasio hutang bersih terhadap EBITDA, tanpa Medco Power adalah 3,2x, lebih rendah dibanding periode akhir tahun 2017 sebesar 3,6x, dan 6,6x pada akhir tahun 2016, hal ini seiiring dengan target Perusahaan sebesar 3,0x di Q1 2019. Rasio hutang bersih terhadap EBITDA secara konsolidasi adalah 3,6x, lebih rendah dibandingkan akhir tahun 2017 sebesar 4,5x.
  • Segmen minyak dan gas bumi membukukan laba bersih sebesar US$113,1 juta, sedangkan secara konsolidasi, Perusahaan membukukan kerugian sebesar US$11,1 juta sebagai akibat dari kerugian non-tunai dari afiliasi pertambangan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”). AMNT telah menyelesaikan penambangan tahap-6 dari tambang Batu Hijau di Q3 2017, dan saat ini pendapatan AMNT berasal dari hasil pengolahan stock-pile.
  • Dalam kondisi harga yang tidak menentu saat ini, likuiditas Perusahaan cukup kuat dengan kas dan setara kas di atas US$500 juta. Atas total produksi Perusahaan, 67% dari kontrak gas jangka panjang telah memiliki kuantitas take-or-pay, dimana sebesar 35% berkontrak dengan harga jual tetap (fixed price), dan 32% berkontrak dengan harga gas yang terhubung pada harga komoditas. Pada tahun 2019, komposisi 20% dari produksi minyak telah memiliki kontrak lindung nilai pada harga Brent setara US$50/bbl.
  • Perusahaan telah melakukan pembiayaan ulang (refinancing) kembali dan menggabungkan fasilitas Reserve Based Lending (RBL) dari Senoro dan Blok A menjadi RBL tunggal yang dapat digunakan untuk membiayai pengembangan lebih lanjut.
  • Pengeboran, efisiensi, serta penangguhan proyek, dan didukung oleh nilai tukar yang menguntungkan, memungkinkan Perusahaan untuk mengurangi belanja modal di tahun 2018 menjadi US$340 juta. Pedoman terhadap belanja modal konsolidasi perusahaan tahun di 2019 adalah US$270 juta, yang akan digunakan untuk mengurangi beban hutang dan mempertahankan likuiditas.
  • Perusahaan telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk penambahan modal perusahaan tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu hingga 10% dari saham yang diterbitkan dengan harga minimum Rp868/saham, ekuivalen dengan US$100 juta. Perusahaan secara berkelanjutan melakukan diskusi untuk penempatan saham dengan para pembeli yang memenuhi syarat.

 

Ikhtisar Operasional

  • Rata-rata produksi minyak dan gas bumi untuk sembilan bulan terakhir di tahun 2018 mencapai 83,7 mboepd, meningkat 9% kuartal ke kuartal. Produksi gas dari Blok A Aceh mulai meningkat dari 34 mmscfd menuju 83 mmscfd pada akhir tahun 2018.
  • Perusahaan terus mempertahankan panduan produksi sepanjang tahun 2018 sebesar ~85 mboepd dengan kapasitas produksi hingga 100 mboepd, sesuai dengan permintaan gas dari pelanggan. Panduan produksi minyak dan gas bumi untuk tahun 2019 yaitu 85mboepd.
  • Biaya per unit minyak dan gas bumi sebesar US$8,8/boe. Perusahaan tetap mempertahankan panduan biaya ini untuk berada dibawah US$10/boe pada tahun 2019 dan 2020.
  • Perusahaan telah memperoleh perpanjangan kontrak selama 20 tahun untuk PSC Tarakan dari Pemerintah Indonesia.
  • Medco telah menandatangani mandat dengan International Finance Corporation untuk meningkatkan kepemilikan di Medco Power. Perusahaan telah menunjuk JPMorgan guna mengidentifikasi investor strategis kedua bagi Medco Power terkait pengembangan lebih lanjut.
  • Kapasitas terpasang (gross) Medco Power meningkat lebih dari 10% tahun ke tahun menjadi 2,819MW, menyusul operasi komersial unit ketiga dan yang terakhir pada bulan Mei lalu dari fase satu Sarulla Geothermal. Panduan kapasitas terpasang (gross) pada tahun 2019 adalah 2,835MW.
  • Pembangkit Listik Tenaga Uap (CCPP) Riau telah mendapatkan Deklarasi Pembiayaan dari PLN pada bulan September 2018. Proyek ini sedang dalam tahap pembangunan, yang diharapkan dapat beroperasi secara komersial pada Q2 2021.
  • AMNT akan terus melakukan pengembangan tahap-7, dan telah mendapat kepastian komitmen pendanaan lebih dari US$1,2 miliar dari empat bank terkemuka di Asia. Tahap-7 diharapkan dapat mulai berproduksi pada paruh kedua tahun 2020.

 

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi, mengatakan bahwa “Saya sangat puas dengan hasil pencapaian dalam sembilan bulan ini dan juga telah diterbitkannya Sustainability Report Perusahaan yang dengan jelas menjabarkan berbagai komitmen jangka panjang Perusahaan dalam melaksanakan praktik-praktik terbaik atas pelaksanaan operasi dan pengembangan yang berkelanjutan.”

Click here to download

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa MedcoEnergi

Jakarta, 15 November 2018 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan") pada hari ini mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dan telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk Peningkatan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu hingga 10% (sepuluh persen) dari modal yang ditempatkan dan disetor Perusahaan.


Penerbitan ini diharapkan akan selesai dalam waktu dua tahun dengan harga baru minimum Rp 868 per saham, berpatokan pada harga penutupan rata-rata untuk 25 hari perdagangan terakhir sebelum pengumuman. Peningkatan modal ini nantinya akan digunakan untuk keperluan umum perusahaan.


Hilmi Panigoro, Direktur Utama, mengatakan, “Menanggapi pasar komoditas dan ekuitas dunia yang tidak stabil, Perusahaan menganggap perlunya untuk berhati-hati dan konservatif dalam menentukan pilihan dalam mengelola struktur permodalan perusahaan”.

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Keuangan Semester Pertama 2018

RINGKASAN KINERJA SEMESTER PERTAMA 2018

Finansial

  • EBITDA di atas US$300 juta, lebih tinggi 50% di banding tahun sebelumnya
  • Laba kotor sekitar US$320 juta, lebih tinggi 60% dibanding tahun sebelumnya 
  • Rasio hutang bersih terhadap EBITDA yang telah dianualisasi dipertahankan pada level 3.5x
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas serta yang dibatasi penggunaannya di atas US$500 juta

Operasional

  • Produksi minyak dan gas sebesar 82,4 mboepd; turun dibandingkan tahun sebelumnya karena penyesuaian permintaan pelanggan gas. Estimasi produksi 2018 dipertahankan pada> 85 mboepd
  • Ramp up penjualan gas Aceh dimulai pada awal Agustus, meningkatkan kapasitas produksi harian hingga 100 mboepd
  • Biaya per unit minyak dan gas US$8,5 per boe
  • Penjualan tenaga listrik menjadi sebesar 1,3GWh, naik 28% dari tahun sebelumnya
  • Unit 110 MW ketiga dari Sarulla tahap satu sudah dijalankan

Jakarta, 2 Agustus 2018 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") mengumumkan kinerja keuangan semester pertama yang berakhir 30 Juni 2018 ("1H 2018").

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi, mengatakan, “Kinerja operasional kami yang kuat dan fokus kami terhadap biaya produksi memungkinkan kami untuk memanfaatkan harga komoditas yang menguntungkan saat ini. Dengan selesainya Sarulla tahap 1 dan memasuki operasi komersial dan Aceh dalam tahap commissioning, kami harus memastikan kelancaran operasi kedua proyek tersebut agar terus memberikan hasil yang semakin baik.”

Ikhtisar Keuangan

  • EBITDA semester pertama 2018 sebesar US$301,3 juta, 50,4% lebih tinggi dari paruh pertama tahun 2017 yang didorong oleh membaiknya harga komoditas dan volume yang stabil, bersamaan dengan telah dikonsolidasikannya Medco Power. Harga minyak dan gas masing-masing meningkat 35% dan 9% menjadi US$66,8 per bbl dan US$6,0 per mmbbtu dan harga rata-rata penjualan listrik naik 56% menjadi 4,19c / kwh, tidak termasuk biaya bahan bakar.
  • Laba kotor sebesar US$319,8 juta, 61,5% lebih tinggi dari paruh pertama tahun 2017, dengan marjin laba kotor 55% lebih tinggi dibandingkan 49% pada semester pertama tahun 2017. Lebih dari 95% pendapatan semester pertama Perseroan diterima dalam dolar AS, dan sekitar 60% dari pengeluaran dibayarkan dalam rupiah.
  • Pendapatan bersih US$ 41,4 juta, lebih rendah 35% dari semester pertama 2017 karena meski kinerja minyak dan gas meningkat, namun diimbangi dengan adanya kerugian dalam afiliasi pertambangan Perseroan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang mulai menggiatkan pengembangan tahap 7 dari tambang Batu Hijau.
  • Efisiensi di pengeboran dan proyek pengembangan serta penangguhan biaya disertai perubahan nilai tukar dollar AS yang memberikan dampak positif  telah memungkinkan Perseroan untuk memangkas panduan belanja modal 2018 sebesar ~15%.
  • Medco Power Indonesia menggalang dana sebesar Rp.1,2 triliun melalui obligasi konvensional dan obligasi syariah dalam transaksi di pasar modal pertamanya.
  • Rasio hutang bersih terhadap EBITDA yang telah dianualisasi adalah 3,5x, atau 3,2x tanpa Medco Power.

Ikhtisar Operasional

  • Pada semester pertama 2018, rata-rata produksi minyak dan gas adalah 82,4 mboepd, lebih rendah dari semester pertama 2017 karena penyesuaian permintaan pasar gas. Perusahaan mempertahankan estimasi produksi sepanjang tahun 2018 sebesar 85 mboepd dengan kapasitas produksi yang dimiliki hingga 100 mboepd, menyesuaikan permintaan dari para pelanggan gas.
  • Biaya per unit minyak dan gas adalah US$8,5 per boe, sejalan dengan target Perseroan untuk mempertahankan biaya per unit di bawah US$10 per boe
  • Peningkatan produksi gas Aceh dimulai pada awal Agustus, dengan nilai proyek di bawah anggaran.
  • Kapasitas terpasang bruto Medco Power Indonesia naik 20% dibandingkan tahun lalu menjadi 2,795MW setelah operasi komersial pada bulan Mei dari unit ketiga dan terakhir dari fase pertama fasilitas Sarulla Geothermal.
  • Di semester pertama tahun 2018 AMNT telah meningkatkan pembangunan fase 7 tambang Batu Hijau ke kapasitas penuh dan telah mendapatkan fasilitas pinjaman pertamanya dari sebuah bank internasional. Amman saat ini sedang dalam proses penunjukan kontraktor Front End Engineering and Design untuk pembangunan smelter.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi, mengatakan “Melalui semester pertama di tahun 2018 ini, MedcoEnergi mampu memperkuat posisi fundamentalnya dan berkontribusi secara signifikan terhadap ekonomi negara dengan menyediakan energi yang kompetitif dan terjangkau serta mampu memperluas kapasitas produksi dan kontribusi pajak kami. Kami akan melanjutkan rencana kami untuk memberikan keuntungan bagi para pemangku kepentingan kami serta berinvestasi di masa depan.”

Click here to download

FITCH Meningkatkan Peringkat Outlook MedcoEnergi

Jakarta, 19 Juli 2018 – Fitch Ratings hari ini mempertahankan peringkat B emiten PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") dan menaikkan peringkat Outlook perusahaan dari ‘Stabil’ menjadi ‘Positif’. Peringkat Outlook ini direvisi karena adanya peningkatan profil keuangan MedcoEnergi yang didorong oleh harga minyak dan gas yang kuat. Revisi peringkat menjadi Positif ini menyusul revisi serupa yang dilakukan oleh Moody pada bulan Januari 2018 lalu.

Roberto Lorato, Direktur dan CEO PT Medco Energi Internasional Tbk mengatakan, "Kami bersyukur atas meningkatnya peringkat Outlook Perseroan. Revisi ini mencerminkan kemampuan Perseroan yang konsisten dalam menjalankan komitmennya. Kami akan terus memperhatikan efisiensi biaya dan deleveraging di tengah kondisi tingginya harga komoditas saat ini."

Click here to download