ESG dan Transisi Energi

Strategi Perubahan Iklim MedcoEnergi dan Komitmen ESG Perseroan

Oxford Business Group baru-baru ini menyoroti Strategi Perubahan Iklim MedcoEnergi dan catatan panjang kinerja Environmental, Social & Governance (ESG) Perseroan yang kuat

Komitmen untuk Berinvestasi di Masa Depan yang Berkelanjutan

Laporan Keberlanjutan 2020: Tangguh Menghadapi Tantangan

Laporan Keberlanjutan 2020 ini memberikan informasi terkini tentang perjalanan keberlanjutan kami dan keberhasilan dan kekurangan dalam menghadapi tantangan global saat ini dengan tetap fokus pada tujuan keberlanjutan jangka panjang kami. Kami akan terus bergerak maju menuju penciptaan nilai dan mewujudkan pertumbuhan bisnis melalui praktik yang berkelanjutan.

Operasi Lepas Pantai Kelas Dunia

South Natuna Sea Block B, Riau,Indonesia

Sebuah PSC lepas pantai yang terletak di Laut Natuna Selatan dengan basis hidrokarbon yang besar dan standar Kesehatan, Keselamatan, dan Catatan Lingkungan terbaik di kelasnya. Dengan integrasi aset ini ke dalam portofolio MedcoEnergi melalui akuisisi, maka akan meningkatkan kemampuan dan skala Perseroan sebagai Perusahaan Minyak dan Gas dengan operasi lepas pantai kelas dunia.

Energi Bersih untuk Bumi

Panas Bumi Sarulla, Sumatera Utara, Indonesia

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla telah dimulai tahun 2014, dan akan menghasilkan daya listrik sebesar 3 x 110 MW. Setelah selesai, sebagai kontrak proyek listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia, pembangkit ini akan menghasilkan energi listrik yang bersih dan berkelanjutan dan diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga 1,3 juta ton per tahun.

Monetisasi Cadangan

Blok A, Aceh, Indonesia

Pada bulan Januari 2015, MedcoEnergi menandatangani perjanjian jual beli gas dengan Pertamina yang bernilai lebih dari AS$ 2 milyar, setara dengan 200 BCF cadangan dari Kontrak Kerja Sama Blok A di Provinsi Aceh, Indonesia. Kontrak ini menunjukkan dukungan Perusahaan untuk pengembangan pasar gas domestik Indonesia, disaat yang sama menciptakan nilai bagi perusahaan dan membangun nilai ekonomis penting di provinsi Aceh.

Mengembalikan Aset Strategis Milik Indonesia dari Newmont

Amman Mineral Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, Indonesia

Transaksi ini merupakan pencapaian yang sangat penting bagi Perseroan dan semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah Indonesia. Kami berkomitmen untuk mempertahankan standar kelas dunia dalam keamanan, pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial, serta sumberdaya manusia yang berkualitas tinggi.

Saham

28/01/2022
MEDC-IDX
(IDR)
510
Market Cap
(Trilion IDR)
12,8
Volume
(lot)
620.503

Whistleblower

Memastikan MedcoEnergi sebagai tempat yang aman, adil dan nyaman untuk bekerja.
Berita Terkini
Senin, 20/12/2021 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Sembilan Bulan 2021

MedcoEnergi mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 30 September 2021

Rabu, 08/12/2021 WIB MedcoEnergi mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi Aset ConocoPhilips di Indonesia

MedcoEnergi telah menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi seluruh saham yang diterbitkan ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd.

Senin, 29/11/2021 WIB Medco E&P Kembali Dipercaya Kelola Wilayah Kerja Senoro-Toili

MedcoEnergi mendapatkan persetujuan perpanjangan pengelolaan blok minyak dan gas Senoro-Toili selama 20 tahun dari Pemerintah

Kamis, 04/11/2021 WIB MedcoEnergi Menerbitkan Obligasi Sebesar AS$400 juta

MedcoEnergi mengumumkan keberhasilan penerbitan obligasi 144A/Reg senilai AS$400 juta dengan tenor tujuh tahun dengan kupon 6,95%

Selasa, 26/10/2021 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Semester Pertama 2021

MedcoEnergi mengumumkan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2021

Kamis, 26/08/2021 WIB Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan MedcoEnergi

MedcoEnergi mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Agustus 2021.

Sabtu, 26/06/2021 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Kuartal Pertama 2021

MedcoEnergi mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2021

Selasa, 01/06/2021 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja 2020 yang telah diaudit

MedcoEnergi mengumumkan kinerja keuangan tahun 2020 yang telah diaudit

Jumat, 09/04/2021 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company

MedcoEnergi mengumumkan penyelesaian transaksi untuk membentuk aliansi strategis antara MedcoPower dengan Kansai Electric Power Company.

Senin, 30/11/2020 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Sembilan Bulan 2020

PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan kinerja keuangan sembilan bulan tahun 2020 (“9M 2020”)

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Sembilan Bulan 2021

Ikhtisar Kinerja

 Keuangan

  • EBITDA AS$508 juta
  • Laba Kotor AS$376 juta
  • Hutang Bersih terhadap EBITDA1 2,9x
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas AS$548 juta

 Operasional

  • Produksi Minyak & Gas 93 mboepd
  • Penjualan listrik Medco Power 2.011 GWh
  • Biaya Produksi Minyak & Gas AS$9,3 per boe
  • Belanja Modal AS$53 juta

Jakarta, 20 Desember 2021 – PT Medco Energi Internasional Tbk2 (“MedcoEnergi”) mengumumkan kinerjanya untuk periode yang berakhir 30 September 2021 (“9M-2021”).

Roberto Lorato, CEO, mengatakan “Saya senang melaporkan satu lagi periode dengan hasil yang lebih baik. Harga komoditas tetap fluktuatif, tetapi masih pada tingkat yang baik dan permintaan gas domestik terus pulih setelah lockdown ekonomi akibat COVID-19. Pengajuan akuisisi atas aset ConocoPhillips di Indonesia akan memperkuat posisi MedcoEnergi di Asia Tenggara dan menghasilkan sinergi dengan operasi kami di Sumatera serta mendukung Strategi Perubahan iklim kami”.

Ikhtisar Keuangan

  • EBITDA mencapai AS$508 juta, meningkat 25% tahun-ke-tahun, terutama karena pulihnya harga komoditas. Harga jual rata-rata untuk minyak adalah AS$64/bbl, 62% lebih tinggi tahun-ke-tahun (AS$39/bbl) dan harga penjualan rata-rata tertimbang gas adalah AS$6,3/mmbtu, 23% lebih tinggi tahun-ke-tahun (AS$5,1/ mmbtu).
  • EBITDA pada kuartal ketiga adalah AS$190 juta, meningkat dari kuartal kedua karena harga dan permintaan pulih dan produksi secara bertahap meningkat sesudah periode lockdown ekonomi.
  • Laba Bersih adalah AS$56 juta. Ketiga segmen usaha melaporkan laba dengan Minyak dan Gas AS$140 juta, Ketenagalistrikan AS$21 juta dan Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) AS$48 juta diimbangi dengan biaya kantor pusat dan pembiayaan kegiatan keuangan.
  • Belanja modal sebesar AS$53 juta meningkat seiring pulihnya permintaan tetapi akan berada di bawah panduan tahun 2021 Perusahaan.
  • Kas dan setara kas adalah AS$548 juta. Utang konsolidasi mencapai AS$2,6 miliar, turun 10% dari 9M-2020. Hutang grup yang dibatasi3 adalah AS$2,2 miliar, turun AS$305 juta tahun-ke-tahun. Hutang Bersih3 adalah AS$1,8 miliar dan Hutang Bersih terhadap EBITDA1 2,9x.

Ikhtisar Operasi

Minyak dan Gas

  • Produksi minyak dan gas mencapai 93 mboepd, turun 7% dari 9M-2020 menyusul perpanjangan waktu henti pada kuartal kedua dan rendahnya permintaan gas domestik selama Lockdown ekonomi Indonesia. Biaya produksi minyak dan gas adalah AS$9,3 per boe.
  • Belanja modal minyak dan gas sebesar AS$31 juta digunakan untuk pengembangan beberapa proyek pengembangan migas di South Natuna Sea Block B PSC. Pekerjaan pengembangan ini akan berlanjut hingga 2022 dengan gas pertama di lapangan Hiu diharapkan pada 2Q-22, gas pertama di Proyek Belida Extension di 4Q-22 dan minyak pertama di lapangan Forel dan gas di lapangan Bronang diharapkan di 4Q-23.
  • MedcoEnergi mendapatkan perpanjangan PSC selama 20 tahun untuk Blok Senoro-Toili (Senoro) efektif mulai Desember 2027.
  • MedcoEnergi meraih tujuh penghargaan di bidang keuangan, perencanaan, pengendalian pengadaan dan operasi dari SKK Migas pada 2nd International Convention on Oil & Gas (IOG) 2021 yang baru-baru ini diadakan di Bali.

Medco Power

  • Medco Power menghasilkan penjualan 2.011 GWh, sekitar 32% dari sumber energi terbarukan. Penjualan listrik stabil dari tahun ke tahun, karena peningkatan kinerja uap di pembangkit tenaga panas bumi Sarulla diimbangi oleh permintaan listrik yang lebih rendah di Batam selama lockdown ekonomi baru-baru ini.
  • Belanja modal listrik digunakan untuk menyelesaikan commissioning IPP Riau 275MW, pembangunan fasilitas Solar PV 26MWp di Sumbawa dan pengembangan panas bumi Tahap-1 30MW di Ijen.

AMNT

  • AMNT menghasilkan 163 Mlbs tembaga dan 95 Kozs emas. Penambangan bijih pit dari Tahap 7 terus berlanjut demikian pula dengan pengembangan Tahap 8.
  • AMNT meraih dua penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia untuk inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan konservasi mineral.
  • AMNT menandatangani kontrak pengembangan smelter dan pemurnian logam mulia dengan China Non-ferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction dan PT Pengembangan Industri Logam.

 

 

Panduan 2021 dan 2022 

Panduan Perusahaan untuk 2021:

  • Produksi minyak & gas 94 - 95 mboepd
  • Penjualan listrik 2.700 GWh
  • Biaya produksi migas per unit di bawah AS$10/boe
  • Belanja modal Minyak & Gas AS$150 juta dan Power AS$65 juta

Panduan Perusahaan untuk 2022*: 

  • Produksi minyak & gas 155 mboepd 
  • Penjualan listrik 3.500 GWh
  • Biaya produksi migas per unit di bawah AS$10/boe
  • Belanja modal Minyak & Gas AS$275 juta and Power AS$50 juta

*Panduan 2022 termasuk Corridor

 

Hilmi Panigoro, Direktur Utama, mengatakan “Saya senang melihat peningkatan kinerja MedcoEnergi dan dukungan pemangku kepentingan kami untuk perpanjangan PSC Senoro-Toili. Akuisisi Corridor kini memperkuat posisi MedcoEnergi sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam independen terkemuka di Indonesia dan menegaskan kembali komitmen kami terhadap pembangunan nasional.”


1Disetahunkan dan tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” or “Medco Power”)
2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”, “Medco” atau “Perseroan”)
3Tidak termasuk Medco Power
 

Click here to download

MedcoEnergi mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi Aset ConocoPhilips di Indonesia

Jakarta, 8 Desember 2021 – PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi" atau  “Perseroan”) dengan ini mengumumkan bahwa Perseroan telah menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi seluruh saham yang diterbitkan ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd. (“CIHL”) dari Phillips International Investment Inc., yang merupakan anak perusahaan dari ConocoPhillips (“COP”) (“Transaksi”).

CIHL memegang 100% saham di ConocoPhillips (Grissik) Ltd. (“CPGL”) dan 35% saham di Transasia Pipeline Company Pvt. Ltd. (“Transasia”). CPGL adalah Operator dari Corridor PSC dengan kepemilikan 54% working interest.

Corridor PSC memiliki dua lapangan produksi minyak dan tujuh lapangan produksi gas berlokasi di onshore Sumatera Selatan, Indonesia. Mayoritas produksi adalah gas yang dijual melalui kontrak jangka panjang kepada para mitra yang handal di Indonesia dan Singapura. Melalui Transasia, MedcoEnergi akan memiliki saham minoritas pada jaringan pipa gas yang menyuplai pelanggan di Sumatra Tengah, Batam, dan Singapura. Setelah Transaksi, proforma pedoman MedcoEnergi tahun 2022 untuk segmen minyak & gas adalah produksi 155 mboepd, belanja modal US$275 juta dan biaya kas per unit di bawah US$10/boe.

Roberto Lorato, CEO, mengatakan bahwa, “Transaksi ini melanjutkan rekam jejak MedcoEnergi dalam memberikan nilai tambah melalui akuisisi dan sesuai dengan strategi Perubahan Iklim kami. Akuisisi ini akan semakin memperkuat posisi MedcoEnergi di Asia Tenggara dan akan menghasilkan sinergi yang kuat dengan wilayah kerja kami di Sumatra. Kami siap menyambut seluruh pekerja berkualitas dari Corridor PSC untuk bergabung ke dalam grup MedcoEnergi.”

Transaksi ini diharapkan selesai pada Q1 2022, dengan mengikuti persyaratan yang berlaku umum serta persetujuan para pemegang saham di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan sesuai jadwal.

Hilmi Panigoro, Direktur Utama mengatakan, “Akuisisi Corridor sesuai dengan strategi kami yakni memiliki dan mengembangkan aset berkualitas tinggi serta menghasilkan arus kas positif. Untuk seluruh operasi, kami berkomitmen untuk tetap menjaga standar keselamatan kerja yang tinggi, pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial. Akuisisi ini akan memperkuat posisi MedcoEnergi sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam independen terkemuka di Indonesia dan memperkuat komitmen kami dalam pembangunan nasional.”

 

Click here to download

Medco E&P Kembali Dipercaya Kelola Wilayah Kerja Senoro-Toili

Jakarta, 29 November 2021 – PT Medco E&P Tomori Sulawesi (Medco E&P) bersama PT Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi (PHE Tomori Sulawesi), dan Tomori E&P Limited (TEL) sebagai Kontraktor (KKKS) untuk Wilayah Kerja Senoro-Toili (WK Senoro-Toili) mendapatkan persetujuan perpanjangan pengelolaan blok minyak dan gas selama 20 tahun dari Pemerintah. Perpanjangan ini terhitung efektif dari Desember 2027. Wilayah Kerja tersebut berlokasi di Sulawesi Tengah dan telah menghasilkan gas sejak tahun 2015 untuk suplai PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), pabrik amonia PT Panca Amara Utama (PAU) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN).

Pengembangan Wilayah Kerja Senoro Toili akan terus dilaksanakan dengan mengembangkan lapangan Senoro Selatan yang diharapkan akan selesai di tahun 2025 serta melaksanakan kegiatan eksplorasi baru.

“Medco E&P berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan Pemerintah untuk terus melanjutkan pengelolaan WK Senoro-Toili dan juga untuk kerjasama yang baik dengan PHE Tomori Sulawesi dan TEL selama ini. Perusahaan terus berkomitmen untuk memenuhi target produksi yang ditetapkan Pemerintah dan memberikan sumbangsih bagi industri serta masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujar Direktur Utama Medco E&P Ronald Gunawan.

Click here to download

MedcoEnergi Menerbitkan Obligasi Sebesar AS$400 juta

Jakarta, 4 November 2021 – PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”) mengumumkan keberhasilan penerbitan obligasi 144A/Reg senilai AS$400 juta dengan tenor tujuh tahun dengan kupon 6,95%.

Afirmasi peringkat kredit Perseroan dengan peringkat B+ dari Fitch, B+ dari S&P dan B1 dari Moodys. Perseroan akan menggunakan dana bersih dari obligasi untuk membiayai kembali hutang dan/atau untuk mendukung agenda pertumbuhan Perseroan.

Perseroan baru saja mempublikasikan Strategi Perubahan Iklim dengan tujuan untuk mencapai Net Zero untuk emisi Scope 1 and Scope 2 di 2050 dan Scope 3 di 2060. Strategi Perubahan Iklim ini memperkuat komitmen berkelanjutan kami terhadap tujuan jangka panjang.

Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi mengatakan, “Kami senang dengan hasil akhir dari penerbitan obligasi, dukungan kuat dari investor obligasi internasional dan domestik mencerminkan catatan Perusahaan dalam memberikan komitmen, kinerja operasional dan rencana deleveraging yang konsisten. Dengan membaiknya harga komoditas dan permintaan energi, kami berharap dapat terus melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan kami”.

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Semester Pertama 2021

Ikhtisar Kinerja

 Keuangan

  • EBITDA AS$318 juta
  • Laba Kotor AS$234 juta
  • Hutang Bersih terhadap EBITDA2 3,1x
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas AS$551 juta

 Operasional

  • Produksi Minyak & Gas 94 mboepd
  • Penjualan listrik Medco Power 1.355 GWh
  • Biaya Produksi Minyak & Gas AS$9,6 per boe
  • Belanja Modal AS$28 juta

Jakarta, 26 Oktober 2021 – PT Medco Energi Internasional Tbk1 mengumumkan kinerja konsolidasi yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2021 (“1H-2021”).

Roberto Lorato, CEO, mengatakan “Dengan senang saya melaporkan peningkatan hasil kinerja semester pertama. Harga pada paruh kedua 2021 terus membaik dan permintaan gas domestik mulai pulih setelah lockdown ekonomi di Indonesia. Saat ini kami telah mempublikasikan Strategi Perubahan Iklim beserta langkah-langkah awal untuk memenuhi komitmen MedcoEnergi dalam mencapai emisi Net Zero untuk Scope 1 dan Scope 2 pada tahun 2050 dan Scope 3 pada tahun 2060.”

 Ihktisar Keuangan

  • EBITDA 1H-2021 sebesar AS$318 juta, meningkat 15% year-on-year, sebagian besar terkait pulihnya harga komoditas. Harga minyak AS$62,3/bbl, 61% lebih tinggi year-on-year (AS$38,7/bbl) dan harga rata-rata gas AS$5,9/mmbtu, 8% lebih tinggi year-on-year (AS$5,4/mmbtu).
  • EBITDA pada kuartal kedua 2021 adalah AS$159 juta, sedikit di bawah EBITDA kuartal pertama meskipun harga minyak lebih tinggi dikarenakan penghentian fasilitas yang tidak direncanakan serta adanya biaya terkait aset internasional dan Aceh.
  • Laba Bersih pada 1H-2021 adalah AS$46,5 juta. Ketiga segmen bisnis membukukan laba Minyak & Gas sebesar AS$88 juta, Ketenagalistrikan sebesar AS$22 juta dan Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebesar AS$33 juta seiring dengan kinerja Fase 7 yang terus meningkat dan diimbangi oleh biaya kantor pusat dan pinjaman.
  • Belanja modal adalah AS$28 juta, konsisten dengan rendahnya aktivitas selama pembatasan COVID-19 di 1H-2021. Pengeluaran akan meningkat pada paruh kedua namun rencana belanja modal setahun akan tetap sesuai pedoman tahun 2021 Perseroan.
  • Kas dan setara kas pada 1H-2021 adalah AS$551 juta. Hutang konsolidasi adalah AS$2,6 miliar, turun 14% dari 1H-2020. Hutang Restricted group3 adalah AS$2,2 miliar, turun AS$442 juta year-on-year dengan Hutang Bersih3 AS$1,8 Miliar dan Hutang Bersih terhadap EBITDA1 adalah 3,1x.
  • Perseroan akan terus proaktif mengelola kewajiban dan deleverage kuartal demi kuartal. Semua Obligasi IDR 2021 dan 2022 yang akan jatuh tempo, telah dijamin dalam escrow sebesar AS$123 juta.

Ikhtisar Operasi

Minyak & Gas

  • Produksi Minyak & Gas sebesar 94 mboepd, menurun 7% dari 1H-2020 disebabkan adanya program perawatan rutin dan penghentian fasilitas yang tidak direncanakan, dengan permintaan gas domestik yang masih rendah selama lockdown COVID-19 pada kuartal kedua di Indonesia. Biaya produksi Minyak & Gas per unit adalah AS$9,6 per boe.
  • Belanja modal Minyak & Gas sebagian besar digunakan untuk pekerjaan beberapa proyek pengembangan Minyak & Gas di PSC South Natuna Sea Block B. Pengembangan ini akan berlanjut pada 2022 dengan rencana gas pertama dari lapangan Hiu pada 2Q-2022, gas pertama dari proyek Belida Extension pada 4Q-2022 dan minyak pertama dari lapangan Forel serta gas dari lapangan Bronang pada 4Q-2023.

 Medco Power

  • Medco Power menghasilkan penjualan sebesar 1.355 GWh di semester pertama 2021 dimana sekitar 33% dari sumber energi terbarukan. Penjualan listrik naik 19% year-on-year, terutama karena peningkatan kinerja uap di Sarulla Geotermal diimbangi dengan permintaan listrik yang lebih rendah di Batam selama adanya lockdown lokal.
  • Belanja modal ketenagalistrikan digunakan untuk melanjutkan commissioning Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap 275 MW Riau, pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya 26 MWp di Sumbawa dan Tahap-1 Pembangunan 30 MW geotermal di Ijen.
  • Medco Power mengumumkan bahwa bersama mitra konsorsium akan mengembangkan proyek percontohan Impor Tenaga Surya 100 MW dengan kapasitas sebesar 670 MWp dari Indonesia ke Singapura, di Pulau Bulan, Provinsi Kepulauan Riau, menyusul pemberian izin prinsip impor dari Energy Market Authority (EMA) Singapura.

 AMNT

  • AMNT memproduksi 103,1 Mlbs tembaga dan 55 Koz emas. Penambangan bijih dari fase 7 terus berlanjut, demikian juga Pengembangan Fase 8.
  • AMNT memperoleh dua Penghargaan Praktik Pertambangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia atas kontribusinya terhadap pengelolaan lingkungan dan konservasi.

Panduan 2021

Panduan Perusahaan untuk 2021:

  • Produksi Minyak & Gas 95 mboepd
  • Penjualan Listrik 3.000 GWh
  • Biaya produksi migas per unit di bawah AS$10/boe
  • Total belanja modal Minyak & Gas AS$150 juta dan Power AS$65 juta

 

Presiden Direktur Hilmi Panigoro mengatakan, “Saya senang melihat peningkatan kinerja Perusahaan. Pengumuman Proyek Tenaga Surya di Pulau Bulan merupakan langkah lanjutan terhadap Strategi Climate Change kami dan saya sepenuhnya mendukung komitmen MedcoEnergi untuk mencapai Net Zero pada tahun 2050.”


1Disetahunkan dan tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” or “Medco Power”)
2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”, “Medco” atau “Perseroan”)
3Tidak termasuk Medco Power
 

Click here to download

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan MedcoEnergi

Jakarta, 26 Agustus 2021 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Agustus 2021.

Disamping menyetujui agenda RUPST reguler, para pemegang saham juga menyetujui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan penerbitan Obligasi USD, guna mendukung agenda pertumbuhan Perseroan. Pemegang saham juga menyetujui penetapan Ibu Yani Panigoro sebagai Komisaris Utama Perseroan.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi mengatakan, “Kami berhasil melalui tahun yang penuh tantangan dengan kedisiplinan, ketangguhan dan fleksibilitas. Direksi sangat menghargai kepercayaan dan keyakinan para pemegang saham MedcoEnergi, pemberi pinjaman dan pemangku kepentingan lainnya serta berterima kasih atas pengawasan dan arahan Dewan Komisaris.”

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Kuartal Pertama 2021

Ikhtisar Kinerja

 Keuangan

  • EBITDA AS$159 juta
  • Laba Bersih AS$5 juta
  • Hutang Bersih terhadap EBITDA2 3,0x
  • Kas dan setara kas AS$695 juta

 Operasional

  • Produksi Minyak & Gas 101 mboepd
  • Penjualan listrik Medco Power 666 GWh
  • Biaya Produksi Minyak & Gas AS$8,7 per boe
  • Belanja Modal AS$9 juta

Jakarta, 26 Juni 2021 – PT Medco Energi Internasional Tbk1 mengumumkan kinerja keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2021 (“Kuartal-1 2021”).

Roberto Lorato CEO mengatakan, “Saya senang melaporkan hasil kinerja yang membaik dengan Laba Bersih positif dan EBITDA yang meningkat. Harga komoditas terlihat telah berangsur pulih, namun permintaan gas masih rendah. Kinerja operasional dan keselamatan kerja kami tetap kuat, meskipun pandemi jelas belum berakhir, kami terus menjaga protokol kesehatan dengan ketat.”

 Ihktisar Keuangan

  • EBITDA AS$159 juta, hampir dua kali lipat dari Kuartal-4 tahun 2020 terutama dari pulihnya harga komoditas. Harga minyak AS$58,8/bbl, 14% lebih tinggi tahun ke tahun (AS$51,3/bbl) dan harga gas stabil di AS$5,7/mmbtu.
  • Laba bersih adalah AS$5,1 juta dari operasi Minyak & Gas dan Amman Mineral Nusa Tenggara yang menghasilkan pendapatan positif serta diuntungkan dengan pulihnya harga komoditas.
  • Belanja modal Migas sebesar AS$6 juta, rendahnya permintaan gas memungkinkan untuk dilakukan penangguhan belanja modal. Perseroan akan mempertahankan fleksibilitas keuangan untuk menanggapi permintaan gas yang meningkat. Belanja modal Ketenagalistrikan sebesar AS$3 juta untuk kelanjutan proses commissioning proyek 275MW CCGPP Riau.
  • Hutang Bersih terhadap EBITDA2 adalah 3,0x, meningkat signifikan mengikuti naiknya harga komoditas dan deleveraging baru-baru ini. Untuk Restricted Group2, Hutang adalah AS$2,3 miliar turun 14% dan Hutang Bersih2 AS$1,8 miliar turun 7% dari Kuartal-1 tahun 2020. Hutang konsolidasi mencapai AS$2,7 miliar, turun 19% dari Kuartal-1 tahun 2020.
  • Perseroan memiliki kas dan setara kas sebesar AS$695 juta. Obligasi IDR 2021 yang jatuh tempo sudah dijamin dalam escrow dan melalui liability management yang proaktif, saat ini umur pinjaman rata-rata adalah 5,1 tahun.
  • MedcoEnergi telah bergabung dengan Carbon Disclosure Project (CDP) dan akan melaporkan sesuai rekomendasi TCFD3 mulai tahun 2020.

Ikhtisar Operasi

Minyak & Gas

  • Produksi Minyak & Gas sebesar 101 mboepd, stabil dari tahun ke tahun meskipun portofolio gas lebih besar. Permintaan gas tetap rendah terutama di Aceh dan Jawa Timur.
  • Biaya produksi per unit adalah AS$8,7 per boe, sesuai dengan panduan setahun penuh.
  • South Natuna Sea Block B mendapatkan perubahan terms keekonomian setelah menyelesaikan pengembangan lapangan minyak Forel yang sedang berlangsung.
  • Menyelesaikan program Acid Fracturing pada dua sumur Alur Siwah untuk optimisasi produksi gas masa depan di Aceh.

 Medco Power

  • Medco Power menghasilkan penjualan sebesar 666 GWh, turun 4% tahun ke tahun, terutama karena permintaan listrik yang lebih rendah, 32% dihasilkan dari energi terbarukan pada Kuartal-1 2021.
  • CCGPP 275MW Riau telah 97% selesai, commissioning terus berlanjut dan fasilitas berada sesuai rencana untuk operasi komersial di Kuartal-4 2021.
  • Aliansi strategis dengan Kansai Electric Power Company diselesaikan pada 31 Maret 2021, memperkuat daya saing Medco Power pada proyek pembangkit listrik tenaga gas di masa datang.
  • Pembangunan fasilitas Solar PV 26MWp di Sumbawa sedang berlangsung dengan operasi komersial diharapkan pada Kuartal-1 2022.

 AMNT

  • AMNT memproduksi 48 Mlbs tembaga dan 34 Koz emas dengan terus mengakses bijih dari Fase 7. Pengembangan Fase 8 sedang berlangsung.
  • AMNT memperoleh perpanjangan satu tahun izin ekspor untuk 579.444 Wet Metric Ton dan penyelesaian proyek smelter telah mencapai progress 27% per Januari 2021.

Panduan 2021

Panduan Perusahaan untuk 2021:

  • Produksi Minyak & Gas 95 mboepd
  • Penjualan Listrik 3.000 GWh
  • Biaya produksi migas per unit di bawah AS$10/boe
  • Total belanja modal Minyak & Gas AS$150 juta dan Power AS$65 juta

 

Presiden Direktur Hilmi Panigoro mengatakan, “MedcoEnergi dan masyarakat telah menghadapi masa-masa yang sangat menantang akibat pandemi COVID-19. Kami telah menghasilkan kinerja awal yang positif di 2021 dan MedcoEnergi akan terus mendukung pemulihan serta memperbaharui komitmen kami terhadap pembangunan ekonomi dan sosial jangka panjang yang berkelanjutan”.


1PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”)
2Tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “ Medco Power”)
3Task Force on Climate-Related Financial Disclosure
 

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja 2020 yang telah diaudit

Ikhtisar Kinerja

 Keuangan

  • EBITDA US$502 juta
  • Laba Kotor US$322 juta
  • Hutang Kotor US$2,7 miliar dan Hutang Bersih US$2,3 miliar
  • Kas dan setara kas US$446 juta

 Operasional

  • Produksi Minyak & Gas 100 mboepd
  • Penjualan listrik 2.639 GWh, 31% dari sumber energi terbarukan
  • Biaya produksi Minyak & Gas US$9,0 per boe
  • Belanja modal US$207 juta

Jakarta, 31 Mei 2021 – PT Medco Energi Internasional Tbk1 mengumumkan kinerja keuangan tahun 2020 (“FY2020”).

Roberto Lorato, CEO mengatakan, “Rendahnya permintaan energi akibat pandemi telah berdampak signifikan terhadap kinerja Perseroan tahun lalu. Dalam menyikapi keadaan luar biasa ini, kami segera melakukan adaptasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja, mendukung masyarakat di sekitar operasi dan menjaga likuiditas Perusahaan. Harga komoditas telah membaik pada tahun 2021, namun pandemi belum usai sepenuhnya dan volume gas di beberapa pasar utama Perseroan masih rendah. Kami akan tetap disiplin dan menjaga fleksibilitas untuk memanfaatkan pemulihan yang diharapkan.”

Ikhtisar Keuangan

  • EBITDA sebesar US$502 juta, 20% di bawah tahun 2019 karena permintaan gas dan harga minyak yang rendah.
  • Harga minyak US$40,3/bbl, 36% di bawah tahun 2019 (US$62,5/bbl) dan harga gas US$5,2/mmbtu, 23% di bawah tahun 2019 (US$6,7/mmbtu).
  • Tahun 2020 Perseroan mengalami kerugian sebesar US$189 juta, termasuk satu kali penurunan non-tunai sebesar US$93 juta pada Kuartal-4 tahun 2020. Perseroan melaporkan Laba Bersih sebesar US$9 juta untuk periode Kuartal-4 tahun 2020, sebelum penurunan nilai dan seiring pulihnya harga minyak.
  • AMNT2 melaporkan keuntungan sebesar US$25 juta dengan bijih produktif dari pengembangan Tahap 7 dan didukung oleh kenaikan harga tembaga dan emas.
  • Belanja modal Migas mencapai US$144 juta untuk menyelesaikan proyek Meliwis di Jawa Timur dan pengeboran empat sumur eksplorasi yang berhasil di Natuna. Belanja modal ketenagalistrikan mencapai US$63 juta, untuk pengembangan CCPP Riau dan pengeboran eksplorasi geotermal Ijen.
  • Kas dari operasi setelah belanja modal positif meskipun permintaan energi rendah dengan adanya pengurangan pengeluaran dan sinergi Ophir. Kas dan setara kas adalah US$446 juta.
  • Dukungan dari Pemegang saham dan liability management yang proaktif memungkinkan kelangsungan deleveraging.
  • Hutang mencapai US$2,7 miliar, turun 15% dari 2019. Untuk Restricted Group3, Hutang adalah US$2,3 miliar, turun 6% dan Hutang Bersih3 adalah US$ 2,0 miliar, turun 4% dari 2019. Hutang Bersih terhadap EBITDA3 4,2x.
  • MedcoEnergi telah bergabung dengan Carbon Disclosure Project (CDP) dan akan melaporkan sesuai rekomendasi TCFD4 mulai tahun 2020.
  • Intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan-1 terus membaik, berkurang 12% sejak tahun 2018 dan program pelestarian hutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun telah mengurangi 363.595 ton5 CO2 di atmosfer pada 2020.

 

Ikhtisar Operasi

Minyak & Gas

  • Produksi migas 100 mboepd, dampak dari permintaan gas yang rendah. Permintaan gas berangsur pulih pada tahun 2021 namun masih di bawah normal saat sebelum pandemi.
  • Biaya produksi migas per unit adalah US$9,0 per boe, sesuai panduan.
  • Empat penemuan gas eksplorasi komersial dilakukan pada sumur Bronang-2, Kaci-2, West Belut-1 dan Terubuk-5 di South Natuna Sea Block B PSC.
  • Menyelesaikan integrasi sistem, organisasi dan ruang kantor dari Ophir Energy.

 Medco Power

  • Penjualan ketenagalistrikan adalah 2.639 GWh, 31% berasal dari sumber energi terbarukan.
  • Medco Power membentuk Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company untuk mengoperasikan dan mengembangkan fasilitas IPP gas.
  • Sumur eksplorasi di Ijen, Jawa Timur telah menemukan reservoir uap dan pekerjaan sedang dilakukan untuk membuktikan kelayakan komersial fasilitas geotermal yang baru.
  • Pembangunan CCPP Gas Riau 275MW mencapai 97% dengan target operasi komersial pada Kuartal-4 tahun 2021 dan konstruksi fasilitas Solar PV 26MWp di Sumbawa sedang berlangsung dengan target penyelesaian pada Kuartal-1 tahun 2022.

 AMNT

  • AMNT mulai mengakses bijih produktif dari Tahap 7 dan telah berproduksi sebesar 294 Mlbs tembaga dan 132 Koz emas dari bijih tambang dan pengolahan stockpile di 2020.
  • Pengembangan Tahap 8 sedang berjalan.
  • AMNT memperoleh perpanjangan izin ekspor selama satu tahun sebesar 579.444 Wet Metric Ton.
 

Panduan 2021 

 Panduan Perusahaan untuk 2020:

  • Produksi Minyak & Gas sebesar 95 mboepd
  • Penjualan Listrik 3.000 GWh
  • Biaya produksi Minyak & Gas dibawah US$10/boe
  • Total belanja modal Minyak & Gas US$150 juta dan Power US$65 juta

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, mengatakan "Dengan selesainya aliansi Kansai Electric, keberhasilan eksplorasi, dan AMNT kembali menghasilkan keuntungan, sangat membanggakan melihat MedcoEnergi melewati masa yang sulit ini dan bangkit menjadi Perusahaan yang lebih kuat. Kami juga mulai melihat manfaat dari upaya kami mengendalikan emisi dan kami akan memperbarui sasaran ESG dan Transisi Energi jangka menengah kami.


1PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”)
2PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”)
3Tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “ Medco Power”)
4Task Force on Climate-Related Financial Disclosure
5Penanaman sukarela diatas pemenuhan kewajiban dari perijinan

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company

JAKARTA, 9 April 2021 - PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”) mengumumkan penyelesaian transaksi untuk membentuk aliansi strategis antara PT Medco Power Indonesia ("Medco Power") dengan Kansai Electric Power Company ("Kansai Electric").

Melalui aliansi ini, Medco Power dan Kansai Electric akan bekerja sama melalui suatu unit usaha baru yang dimiliki bersama untuk mengembangkan dan mengoperasikan pembangkit listrik berbahan bakar gas yang sudah ada dan yang baru, serta memperluas bisnis operasi dan pemeliharaan ("O&M") di Indonesia. Aliansi ini menyatukan keahlian teknis global Kansai Electric dengan pengalaman Medco Power dalam mengembangkan dan mengoperasikan pembangkit listrik di Indonesia.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi, mengatakan, “Kami bangga dengan terbentuknya aliansi strategis dengan Kansai Electric dan berharap dapat mengembangkan bisnis kelistrikan secara bersama”.

Eka Satria, Presiden Direktur Medco Power mengatakan “Aliansi dengan Kansai Electric akan semakin memperkuat kapabilitas Medco Power untuk terus mengembangkan bisnis Gas IPP dan O&M di Indonesia, melalui penerapan teknologi terkini dan standar internasional terbaik”.

Didirikan pada tahun 2004, Medco Power adalah produsen listrik terkemuka di Indonesia, dengan kapasitas kontrak bruto ~3.100 MW. Medco Power fokus pada gas dan tenaga terbarukan, serta layanan O&M. Kansai Electric adalah salah satu perusahaan listrik Jepang terbesar yang berada di 13 negara di Asia, Eropa dan Amerika Serikat dengan total kapasitas pembangkit 33,5 GW.

J.P. Morgan bertindak sebagai sebagai penasehat keuangan tunggal Medco Power.

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja Sembilan Bulan 2020

Ringkasan Kinerja

 Keuangan

  • EBITDA US$422 juta
  • Laba kotor US$288 juta
  • Hutang bersih terhadap EBITDA1 3,9x
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas diatas US$600 juta

 Operasional

  • Produksi Minyak & Gas sebesar 100 mboepd
  • Penjualan Tenaga Listrik Medco Power sebesar 1.956 GWh
  • Biaya produksi Minyak & Gas US$7,6 per boe
  • Belanja modal bersih sebesar US$194 juta

Jakarta, 30 November 2020 – PT Medco Energi Internasional Tbk2 mengumumkan kinerja keuangan sembilan bulan tahun 2020 (“9M 2020”).

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi mengatakan, “Rendahnya harga energi akibat pandemi telah berdampak signifikan terhadap operasi dan kinerja kami. Namun di tengah masa sulit ini, kami telah menjalankan sesuai strategi kami di berbagai bidang. Tahun ini kami sukses melakukan eksplorasi di Natuna dan Ijen, menandatangani Aliansi Strategis dengan mitra yang kuat yakni Kansai Electric, memperkuat neraca melalui rights issue yang sukses dan mendapat dukungan penuh, serta melakukan penghematan biaya investasi dan sinergi melalui pembelian kembali dan pembayaran hutang. Kini, menjelang akhir tahun, harga komoditas mulai pulih dan AMNT telah kembali memperoleh keuntungan dari produksi pertama fase 7 melalui kenaikan harga tembaga dan emas. ”

 Ikhtisar Keuangan

  • Dalam sembilan bulan pertama, permintaan energi dan harga komoditas, dipengaruhi oleh pandemi Covid-19. Harga minyak US$39,5/bbl, 37% di bawah 2019 (US$62,5/bbl) dan harga gas US$5,1/mmbtu, 25% di bawah 2019 (US$6,9/mmbtu). Harga minyak di Kuartal ke-3 pulih ke US$40,6/bbl, naik 52% dari US$26,8/bbl di Kuartal ke-2, namun harga gas terus turun di Kuartal ke-3 menjadi US$4,6/mmbtu, dari US$5,2/mmbtu di Kuartal ke-2, karena keterkaitan harga beberapa kontrak gas besar terhadap harga minyak di kuartal sebelumnya. Pada Kuartal ke-4, harga minyak & gas telah kembali ke arah positif.
  • Laba Bersih mengalami kerugian US$130 juta dengan kondisi perdagangan yang sangat sulit terutama di Kuartal ke-2 dimana Laba Bersih mengalami kerugian US$76 juta. Laba Bersih di Kuartal ke-3 mengalami kerugian US$34 juta, sehubungan dry-hole pengeboran laut dalam di Meksiko, harga gas yang rendah mengikuti harga minyak di Kuartal ke-2 dan permintaan listrik yang terus rendah di Medco Power. Sementara, AMNT melaporkan laba Kuartal ke-3 sebesar US$21 juta yang merupakan laba per-kuartal pertama sejak 2016 dengan produksi pertama dari fase 7 ditopang oleh harga tembaga dan emas yang lebih tinggi.
  • EBITDA US$422 juta, turun hanya 5% year-on-year, karena efisiensi biaya dan sinergi dari hasil penyelesaian integrasi Ophir Energy, mengimbangi dampak permintaan energi rendah.
  • Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara US$618 juta pada 30 September, naik dari US$596 juta pada akhir tahun 2019.
  • Belanja modal US$194 juta dimana sebesar US$147 juta digunakan untuk minyak & gas yaitu penyelesaian  Proyek Meliwis di Jawa Timur dan pengeboran eksplorasi yang sukses di Block B Laut Natuna Selatan. Sementara, sebesar US$47 juta digunakan Medco Power, terutama untuk pembangunan Riau PLTGU serta pengeboran eksplorasi geotermal Ijen.
  • Rights issue berhasil diselesaikan pada September dengan 43% oversubscribed dan menghasilkan Rp1.785 miliar (~ US$120 juta) dengan 98% pemegang saham turut berpartisipasi.
  • Pada Q1 2020, Perusahaan melakukan penawaran tender atas US$400 juta 144A / Reg S Senior Notes dan melaksanakan opsi beli untuk sisa Notes pada bulan Agustus.
  • Hutang Bruto pada bulan ke-9 mencapai US$2,5 miliar, turun 6% year-on-year sementara Hutang Bersih US$2 miliar, turun 9% year-on-year. Perseroan akan mempertahankan target leverage sebesar 3,0x dan akan terus mengurangi hutang di setiap kuartal dengan ekspektasi harga komoditas akan pulih dalam waktu dekat.
  • Pada periode setelah pelaporan di November, Perusahaan membayar kembali ~US$170 juta Obligasi Rupiah dan membeli kembali US$6 juta dari USD Notes.

 Ikhtisar Operasional

  • Produksi minyak & gas adalah 100 mboepd, sesuai acuan, meskipun tingkat permintaan gas masih jauh di bawah normal sebelum pandemi Covid-19.
  • Biaya produksi per unit adalah US$7,6 per boe sesuai acuan, meskipun terdapat biaya tambahan untuk menjaga kelangsungan bisnis dan keselamatan Pekerja selama pandemi Covid-19.
  • Program pengeboran dua anjungan sumur di Kerisi, Laut Natuna Selatan, Block B PSC pada bulan Juli meningkatkan produksi minyak dan kemampuan pengiriman gas.
  • Empat penemuan gas hasil eksplorasi komersial di Laut Natuna Selatan, Block B PSC pada sumur-sumur Bronang-2, Kaci-2, West Belut-1 dan Terubuk-5. Penemuan ini akan dipercepat proses pengembangannya pada 2021-22 bersamaan dengan pengembangan Hiu yang telah direncanakan sebelumnya.
  • Medco Power menandatangani Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company untuk mengembangkan fasilitas IPP gas baru di Indonesia.
  • Medco Power menghasilkan penjualan listrik sebesar 1.956 GWh. Pengeboran sumur eksplorasi di Blawan Ijen, Jawa Timur baru-baru ini berhasil menemukan reservoir geotermal dan pengeboran sumur-sumur lanjutan sedang dilakukan untuk membuktikan kelayakan komersial dari pengembangan geotermal di masa depan.
  • Pembangunan Riau PLTGU 275MW saat ini telah mencapai 91%, sementara pembangunan fasilitas 26MWp PV di Sumbawa telah dimulai.
  • Pengembangan fase 7 di AMNT mulai mengakses bijih produktif dengan peningkatan produksi mulai April 2020. Pada 2020, AMNT menghasilkan 192 Mlbs tembaga dan 73 Koz emas dari penambangan dan pemrosesan stockpiles.
 

Panduan Tahun 2020 

 Berdasarkan penurunan permintaan energi jangka pendek, panduan 2020 direvisi sebagai berikut:

  • Produksi Minyak & Gas sebesar 100 – 105 mboepd
  • Biaya produksi Minyak & Gas dibawah US$10/boe
  • Total belanja modal di bawah US$240juta
  • Penjualan daya ketenagalistrikan 2.600 GWh

  

Presiden Direktur MedcoEnergi Hilmi Panigoro mengatakan, “Saya berterima kasih kepada para pemegang saham yang telah berpartisipasi dalam pemesanan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan telah berbagi kesuksesan dengan Medco selama 40 tahun sejarah kami. Dengan adanya aliansi Kansai Electric, eksplorasi yang sukses dan AMNT yang kembali membukukan laba, menjadi suatu kebanggaan melihat MedcoEnergi berkembang di tengah masa yang sulit ini menjadi Perusahaan yang lebih kuat.”

 


1Disetahunkan dan tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” or “Medco Power)
2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”, “Medco” atau “Perseroan”)

Click here to download