Komitmen untuk Berinvestasi di Masa Depan yang Berkelanjutan

Laporan Keberlanjutan: 40 Years Young

Laporan Keberlanjutan 2019 ini memberikan informasi terkini tentang perjalanan keberlanjutan kami dan keberhasilan dan kekurangan dalam menghadapi tantangan global saat ini dengan tetap fokus pada tujuan keberlanjutan jangka panjang kami. Kami akan terus bergerak maju menuju penciptaan nilai dan mewujudkan pertumbuhan bisnis melalui praktik yang berkelanjutan.

MedcoEnergi Merayakan Usianya yang ke-40 Tahun

We Are 40 Years Young!

Berawal pada 1980 sebagai perusahaan jasa pengeboran Indonesia pertama, MedcoEnergi telah berkembang menjadi perusahaan energi dan sumber daya alam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan tiga segmen bisnis utama yaitu: Minyak & Gas, Ketenagalistrikan, dan Pertambangan. Kami berkomitmen terhadap keberlanjutan dengan tiga pilar utama: Kepemimpinan dari dan oleh Pekerja, Pengembangan Sosial dan Lingkungan Hidup, serta Pemberdayaan Masyarakat Lokal.

Operasi Lepas Pantai Kelas Dunia

South Natuna Sea Block B, Riau,Indonesia

Sebuah PSC lepas pantai yang terletak di Laut Natuna Selatan dengan basis hidrokarbon yang besar dan standar Kesehatan, Keselamatan, dan Catatan Lingkungan terbaik di kelasnya. Dengan integrasi aset ini ke dalam portofolio MedcoEnergi melalui akuisisi, maka akan meningkatkan kemampuan dan skala Perseroan sebagai Perusahaan Minyak dan Gas dengan operasi lepas pantai kelas dunia.

Energi Bersih untuk Bumi

Panas Bumi Sarulla, Sumatera Utara, Indonesia

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla telah dimulai tahun 2014, dan akan menghasilkan daya listrik sebesar 3 x 110 MW. Setelah selesai, sebagai kontrak proyek listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia, pembangkit ini akan menghasilkan energi listrik yang bersih dan berkelanjutan dan diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga 1,3 juta ton per tahun.

Monetisasi Cadangan

Blok A, Aceh, Indonesia

Pada bulan Januari 2015, MedcoEnergi menandatangani perjanjian jual beli gas yang bernilai lebih dari AS$ 2 milyar, setara dengan 200 BCF cadangan dari Kontrak Kerja Sama Blok A di Provinsi Aceh, Indonesia. Pembeli gas Blok A adalah perusahaan negara Pertamina, dengan harga gas yang disepakati AS$ 9,45 per MMBTU. Kontrak ini menunjukkan dukungan Perusahaan untuk pengembangan pasar gas domestik Indonesia, disaat yang sama menciptakan nilai bagi perusahaan dan membangun nilai ekonomis penting di provinsi Aceh.

Mengembalikan Aset Strategis Milik Indonesia dari Newmont

Amman Mineral Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, Indonesia

Transaksi ini merupakan pencapaian yang sangat penting bagi Perseroan dan semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah Indonesia. Kami berkomitmen untuk mempertahankan standar kelas dunia dalam keamanan, pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial, serta sumberdaya manusia yang berkualitas tinggi.

Saham

25/10/2020
MEDC-IDX
(IDR)
386
Market Cap
(Trilion IDR)
9,7
Volume
(lot)
1.224.816

Whistleblower

Memastikan MedcoEnergi sebagai tempat yang aman, adil dan nyaman untuk bekerja.
Berita Terkini
Sabtu, 03/10/2020 WIB MedcoEnergi Umumkan Hasil Keuangan Semester Pertama 2020

MedcoEnergi mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2020.

Jumat, 25/09/2020 WIB MedcoEnergi Berhasil Menutup Periode Perdagangan HMETD 2020

MedcoEnergi mengumumkan bahwa Perseroan telah berhasil melakukan penutupan periode perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) tahun 2020

Senin, 07/09/2020 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company

MedcoEnergi mengumumkan penandatanganan aliansi strategis antara PT Medco Power Indonesia dengan Kansai Electric Power Company

Rabu, 26/08/2020 WIB MedcoEnergi Umumkan Hasil Kinerja Kuartal Pertama 2020

MedcoEnergi mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2020.

Selasa, 25/08/2020 WIB Siaran Pers Paparan Publik 2020 dan Kinerja Terkini MedcoEnergi

PT Medco Energi Internasional Tbk telah berpartisipasi dalam Paparan Publik 2020 secarada ring, bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Senin, 20/07/2020 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Gas Perdana Dari Proyek Pengembangan Lapangan Meliwis

MedcoEnergi mengumumkan gas perdana diproduksi pada 13 Juli 2020 dari sumur Meliwis di Wilayah Kerja Lepas Pantai Madura, Jawa Timur.

Kamis, 25/06/2020 WIB Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan MedcoEnergi

MedcoEnergi mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni 2020.

Selasa, 09/06/2020 WIB MedcoEnergi Optimis Terus Beroperasi Saat Pandemi

Memasuki usia ke-40 tahun, MedcoEnergi tetap optimis mampu menghadapi krisis di masa Pandemi COVID-19.

Kamis, 21/05/2020 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja 2019 yang telah diaudit

MedcoEnergi mengumumkan hasil kinerja 2019 laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada 31 December 2019

Senin, 20/01/2020 WIB MedcoEnergi Menerbitkan Obligasi Sebesar US$650 juta

MedcoEnergi mengumumkan penerbitan dari 6x oversubscribed obligasi 144A/Reg S senilai US$650 juta dengan tenor tujuh tahun dengan kupon 6,375%.

MedcoEnergi Umumkan Hasil Keuangan Semester Pertama 2020

Ikhtisar Kinerja

  Keuangan    

  • EBITDA US$305 juta.
  • Laba kotor US$203 juta.
  • Hutang bersih terhadap EBITDA1 3,7x.
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas diatas US$695 juta.

 Operasional

  • Oil and gas production 101 mboepd.
  • Medco Power generated sales of 1,136 GWh.
  • Oil and gas cash production cost US$7.8 per boe.
  • Capex expenditures US$178 million.

 

Jakarta, 3 Oktober 2020 – PT Medco Energi Internasional Tbk2 mengumumkan kinerja keuangan semester pertama (“1H 2020”).

Roberto Lorato, CEO, mengatakan “Menurunnya kebutuhan energi akibat pandemi COVID-19 mengakibatkan harga minyak kuartal kedua berada di bawah US$30/bbl dan memangkas permintaan gas ke level minimum. Menyikapi kondisi luar biasa ini MedcoEnergi menerapkan protokol keselamatan dan kesehatan di tempat kerja untuk melindungi pekerja dan menjaga keberlangsungan usaha. Perusahaan juga mengurangi pengeluaran sebesar US$200 juta dan merevisi panduan produksi tahun 2020 menjadi 100 - 105 mboed. Namun untuk  mengantisipasi masa depan yang lebih baik, segmen minyak dan gas bumi akan terus berinvestasi dalam eksplorasi dan proyek lain memberikan nilai tambah, sedangkan di bidang ketenagalistrikan, Medco Power tengah menyelesaikan Proyek CCGPP Riau 275MW.

Ikhtisar Keuangan

  • Menyelesaikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang oversubscribed sebesar 43% senilai Rp1.785 miliar (~US$ 120 juta) dengan partisipasi 98% pemegang saham.
  • EBITDA 1H 2020 sebesar US$305 juta, turun 5% year-on-year. Efisiensi biaya dan sinergi dari integrasi Ophir Energi mengurangi biaya overhead sebesar US$17 juta, mempertahankan EBITDA untuk tetap stabil meskipun terjadi penurunan permintaan energi dan turunnya realisasi harga minyak sebesar 39% (1H 2020 US$38,7/bbl, 1H 2019 US$63,6/bbl).
  • Membukukan rugi bersih di 1H 2020 sebesar US$96 juta, dengan keuntungan dari segmen minyak dan gas serta ketenagalistrikan mengimbangi  kerugian di Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), impairment keuangan akibat harga minyak dan kerugian pada operasi yang dihentikan.
  • Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara kas sebesar US$695 juta pada 30 Juni, naik dari US$595 juta pada akhir 2019.
  • Perusahaan telah melakukan lindung nilai sebesar 7,5% dari produksi 2020 hingga 2021 dengan rata-rata harga di US$48/bbl dan US$42/bbl untuk memberikan perlindungan terhadap permintaan energi yang lebih rendah.
  • Pada Juni 2020, Perusahaan menandatangani Perjanjian dengan SKK Migas untuk beberapa PSC di Indonesia guna menjaga agar pendapatan Perusahaan dari produksi gas tidak berubah. Hal ini mengacu pada penyesuaian harga gas konsumen sesuai Peraturan Menteri No.89K/2020 dan No.91K/2020.
  • Belanja modal pada 1H 2020 adalah US$178 juta, US$120 juta pada minyak dan gas untuk penyelesaian Proyek Meliwis di Jawa Timur pada Juli, pengeboran eksplorasi yang berhasil di South Natuna dan US$58 juta pada Medco Power untuk pembangunan Riau CCGPP serta pengeboran eksplorasi panas bumi Ijen.
  • Pada Q1 2020, Perusahaan melakukan tender offer untuk obligasi 144A/Reg S Senior Notes sebesar US$400 juta dan pada Agustus melaksanakan call option atas sisa hutang.
  • Hutang bruto1 sebesar US$2,7 miliar, turun 8% year-on-year dengan hutang bersih1 sebesar US$2.074 juta, turun 5% year-on year. Hutang bersih terhadap EBITDA1 pada akhir 1H 2020 adalah 3,7x, Perseroan akan mempertahankan target leverage 3,0x dan akan terus mengurangi hutang dengan ekspektasi bahwa harga komoditas akan pulih kembali dalam waktu dekat.

Ikhtisar Operasional

  • Produksi minyak dan gas adalah 101 mboepd, naik 5% year-on-year setelah akuisisi Ophir. Permintaan gas jauh di bawah kapasitas Perseroan dan di bawah tingkat normal sebelum COVID-19.
  • Biaya tunai per unit adalah US$7,8 per boe, sesuai panduan tahunan dan di bawah 1H 2019 meskipun terdapat pengeluaran sebesar US$8 juta untuk menjaga kelangsungan bisnis selama pandemi COVID-19.
  • Menyusul penemuan eksplorasi komersial pada Q1 2020 di sumur Bronang-2 dan Kaci-2, Perseroan sukses mengebor sumur eksplorasi lanjutan pada September di sumur Terubuk-5. Penemuan ini akan dikembangkan dengan cepat dengan menggunakan infrastruktur PSC South Natuna Sea.
  • Medco Power dan Kansai Electric Power Company telah menandatangani Aliansi Strategis untuk mengembangkan fasilitas IPP gas baru di Indonesia.
  • Medco Power menghasilkan penjualan sebesar 1.136 GWh pada 1H 2020, penurunan 9% year-on-year karena adanya penurunan permintaan listrik di Batam.
  • Eksplorasi sumur baru di Ijen 6-1 dan 5-1, Blawan Ijen, Jawa Timur menemukan reservoir uap yang kuat dan Medco Power sedang melakukan kegiatan eksplorasi pada dua sumur lagi untuk membuktikan kelayakan komersial dari pengembangan panas bumi.
  • Konstruksi CCGPP Riau telah mencapai progres 86% dan diharapkan dapat selesai pada 2021. Sementara konstruksi pada fasilitas PV 26MWp di Sumbawa sudah dimulai.
  • Pengembangan Fase 7 di AMNT mulai mengakses bijih produktif dengan peningkatan produksi mulai April 2020. Pada 1H 2020 AMNT menghasilkan 106 Mlbs tembaga dan 37 Koz emas.

 

Panduan 2020

 Mengikuti penurunan permintaan energi jangka pendek, panduan 2020 yang direvisi sebagai berikut:

  • Produksi Minyak dan Gas sebesar 100 – 105 mboepd
  • Biaya produksi Minyak dan Gas dibawah US$10/boe
  • Total belanja modal dibawah US$240juta
  • Penjualan daya ketenagalistrikan 2.600 GWh

               

 

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi mengatakan, “Saya berterima kasih kepada pemegang saham yang telah berpartisipasi dalam Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan telah berbagi kesuksesan dengan MedcoEnergi selama 40 tahun perjalanan kami. Kedepannya, saya bangga dengan keberhasilan eksplorasi baru-baru ini di Natuna dan aliansi dengan Kansai Electric yang akan membuka peluang untuk memperluas integrasi bisnis Gas dan Ketenagalistrikan Perseroan.”

 



1Disetahunkan dan tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” or “Medco Power”)

2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”, “Medco” atau “Perseroan”)

Click here to download

MedcoEnergi Berhasil Menutup Periode Perdagangan HMETD 2020

Jakarta, 25 September 2020, PT Medco Energi Internasional Tbk1 mengumumkan bahwa Perseroan telah berhasil melakukan penutupan periode perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) tahun 2020. Pemesanan awal telah diterima dari dari 98% pemegang saham, dimana terdapat kelebihan permintaan sebesar 43%. Dana sebesar Rp1.785 miliar (~US$122 juta) akan digunakan untuk kebutuhan umum dan modal kerja Perseroan. Rincian lebih lanjut tersedia dalam laporan Prospektus Perseroan dan Keterbukaan di media massa.

Hilmi Panigoro Presiden Direktur MedcoEnergi mengatakan bahwa, “Saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemegang saham, investor, regulator, dan pemangku kepentingan lain atas kepercayaan dan keyakinan terhadap rencana bisnis Perusahaan dimana kami terus membangun nilai pemegang saham. Penetapan harga HMETD memungkinkan pemegang saham mendapatkan manfaat dari keberhasilan Perseroan dan telah memperkuat struktur permodalan MedcoEnergi menghadapi masa ketidakpastian yang terus masih berlanjut”.



1PT Medco Energi Internasional (“Medco”, “MedcoEnergi” atau "Perseroan")

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Aliansi Strategis dengan Kansai Electric Power Company

JAKARTA, 7 September 2020 - PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”) mengumumkan penandatanganan aliansi strategis antara anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, PT Medco Power Indonesia ("Medco Power") dengan Kansai Electric Power Company ("Kansai Electric").

Melalui aliansi ini, Medco Power dan Kansai Electric akan membentuk unit usaha baru dengan menyatukan keahlian  teknis Kansai Electric yang telah diakui dunia dengan pengalaman Medco Power sebagai Perusahaan yang mengembangkan dan mengoperasikan pembangkit listrik di Indonesia, untuk menghasilkan Pembangkit Tenaga Listrik Independen Berbahan Bakar Gas (“Gas IPP”) dan jasa Operasi dan Pemeliharaan (“O&M”) yang handal.

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi, menyampaikan rasa optimisnya dengan mengatakan, “Kolaborasi teknis dan finansial antara Medco Power dan Kansai Electric ini akan membuka potensi dan pengembangan Perusahaan kami pada sektor Ketenagalistrikan di Indonesia, sejalan dengan strategi Perseroan untuk menjadi pemain sektor energi terkemuka”.

Eka Satria, Presiden Direktur Medco Power, menyampaikan, “Aliansi dengan Kansai Electric akan memperkuat kapabilitas Medco Power untuk dapat terus mengembangkan bisnis Gas IPP dan O&M di Indonesia melalui penerapan teknologi terkini dengan standar internasional yang tinggi”.

Didirikan pada tahun 2004, Medco Power adalah salah satu Produsen Listrik Independen terkemuka di Indonesia untuk tenaga listrik berbahan bakar gas dan energi terbarukan. Medco Power memiliki kapasitas bruto lebih dari 3,3 GW dalam bisnis gabungan IPP dan O&M, di 18 lokasi di Indonesia. Kansai Electric adalah salah satu perusahaan listrik terbesar di Jepang, dengan lini bisnis mulai dari pengadaan bahan bakar, pembangkit listrik, penjualan, dan jasa. Kansai Electric beroperasi di 13 negara yang tersebar di Asia, Eropa, dan AS dengan total kapasitas pembangkit 33,5 GW, dimana sebesar 2,8 GW berlokasi di luar Jepang.

Click here to download

MedcoEnergi Umumkan Hasil Kinerja Kuartal Pertama 2020

Ikhtisar Kinerja

  Keuangan    

  • EBITDA US$181 juta.
  • Laba kotor konsolidasi US$120 juta.
  • Hutang bersih terhadap EBITDA1 3,0x.
  • Likuiditas yang kuat dengan kas dan setara kas US$775 juta.

 Operasional

  • Produksi Minyak dan Gas 101 mboepd.
  • Penjualan Tenaga Listrik Medco Power sebesar 694 GWh.
  • Biaya produksi Minyak dan Gas US$7,7 per boe.
  • Belanja modal sebesar US$67 juta

Jakarta, 26 Agustus 2020 – PT Medco Energi Internasional Tbk2 mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2020 (“1Q 2020”).

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi mengatakan, “Tahun 2020 ini akan diingat atas terjadinya penyebaran Covid-19 secara global dan jatuhnya harga minyak maupun permintaan pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Disaat harga komoditas dan pasar modal mulai berangsur pulih, MedcoEnergi telah menanggapi dengan cepat tantangan ini dengan protokol ketat guna memastikan kesehatan dan keselamatan pekerja kami, serta melakukan penangguhan dan efisiensi pengeluaran sebesar lebih dari US$200 juta untuk menjaga kas dan mendukung neraca keuangan Perseroan. Meskipun harus melakukan pengurangan program belanja modal, saya senang atas keberhasilan kedua temuan eksplorasi kami di Natuna dan Ijen.”

Ikhtisar Keuangan

  • Penawaran Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang sebelumnya telah diumumkan berjalan sesuai rencana, dengan target penyelesaian pada awal September.
  • EBITDA Q1 2020 sebesar US$181 juta, meningkat 13% dari US$160 juta pada Q1 2019 dari hasil akuisisi Ophir Energy Plc pada Juni 2019, melebihi penurunan 15% realisasi harga minyak (Q1 2020 US$51,3/bbl, Q1 2019 US$60,7/bbl). EBITDA Q1 2020 juga setara dengan Q4 2019 (US$183 juta) walaupun realisasi harga minyak turun 18% dibandingkan Q4 2019 (US$62,9/bbl).
  • Laba Bersih pada Q1 2020 mengalami kerugian sebesar US$20 juta, dengan keuntungan dari segmen Migas dan Ketenagalistrikan, diimbangi dengan kerugian di Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), seiring dengan berlanjutnya pengembangan fase 7.
  • Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara kas sebesar US$775 juta pada akhir Q1 2020, naik dari US$544 juta pada Q1 2019 dan US$595 juta pada akhir tahun 2019.
  • Perusahaan telah melakukan lindung nilai sebesar 7,5% dari produksi tahun 2020 hingga 2021 pada harga rata-rata US$48/bbl dan US$42/bbl untuk memberikan buffer terhadap volatilitas harga kedepan.
  • Belanja modal pada Q1 2020 sebesar US$67 juta, Minyak & Gas sebesar US$51 juta, dan Ketenagalistrikan sebesar US$16 juta, turun dari US$130 juta pada Q4 2019 menyusul penyelesaian awal pengembangan Fase 4B Bualuang di Thailand pada Desember 2019 serta penangguhan dan efisiensi atas program belanja modal tahun 2020.
  • Hutang Bersih terhadap EBITDA1 pada akhir Q1 2020 adalah 3,0x, dengan hutang bersih sebesar US$1.961 juta turun dari US$2.038 juta pada Q4 2019. Pada bulan Agustus 2020, Perusahaan menggunakan Call Options terhadap obligasi (Senior Notes) 144A/Reg S sebesar US$400 juta, yang jatuh tempo pada 2022, dan telah melunasi semua hutang yang tersisa dari hasil tender offer yang sukses dilakukan pada awal bulan Maret. Hal ini memungkinkan penurunan tingkat hutang lebih awal serta mengurangi biaya bunga di masa depan.
  • Pada Juni 2020 Perusahaan menandatangani Perjanjian dengan SKK Migas untuk beberapa PSC di Indonesia guna menjaga agar pendapatan Perusahaan dari produksi gas tidak berubah sementara menurunkan harga gas konsumen sesuai dengan Peraturan Menteri No.89K/2020 dan No.91K/2020.

Ikhtisar Operasional

  • Produksi minyak dan gas pada Q1 2020 adalah 101 mboepd, meningkat 10% dari Q1 2019, akan tetapi turun 5% dari Q4 2019 sebagai akibat perpanjangan penghentian operasi Blok A Aceh pada 1Q 2020.
  • Blok A Aceh telah kembali beroperasi penuh pada awal Maret 2020 setelah berhasil menyelesaikan program pemeliharaan fasilitas terjadwal Central Processing Plant (CPP), yang diperpanjang guna menyelesaikan masalah stabilitas lahan yang disebabkan oleh curah hujan musiman yang sangat tinggi.
  • Biaya produksi Minyak dan Gas per unit pada Q1 2020 adalah US$7,7 per boe, sejalan dengan panduan setahun penuh dan stabil dibandingkan Q1 2019.
  • Proyek pengembangan gas Meliwis di Madura Offshore PSC, Jawa Timur telah selesai dan dioperasikan dengan aman pada Juli 2020. Ladang ini dikelola melalui anjungan tak berawak untuk memasok gas ke industri lokal.
  • Lapangan gas Paus Biru di PSC Sampang, lepas pantai Jawa Timur telah memperoleh persetujuan mitra dan SKK MIGAS untuk mengembangkan anjungan kepala sumur tak berawak.
  • Program pengeboran eksplorasi di PSC South Natuna Sea Blok B telah berhasil dilakukan dengan penemuan komersial sumur Bronang-2 dan Kaci-2. Kedua sumur telah diuji dengan hasil gas kering berkualitas tinggi dan membuka beberapa kemungkinan adanya potensi baru untuk kedepannya. Dua sumur eksplorasi lanjutan akan dibor di Blok B sepanjang 2020.
  • Medco Power menghasilkan penjualan 694 GWh pada Q1 2020, peningkatan 11% tahun ke tahun yang sebagian besar dihasilkan oleh kinerja yang lebih tinggi dari fasilitas Sarulla Geothermal.
  • Eksplorasi panas bumi di Blawan Ijen, Jawa Timur baru-baru ini berhasil menemukan reservoir uap pada sumur Ijen 6-1. Pengujian untuk menilai komersialitas sedang berlangsung sementara rig telah pindah untuk mengebor sumur eksplorasi lanjutan Ijen 5-1. Dua sumur eksplorasi berikutnya akan diselesaikan sebelum Q1 2021.
  • Pembangunan CCGPP Riau telah mencapai 84% dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2021.
  • Medco Power juga memulai pekerjaan sipil untuk fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PV) 26MWp di Sumbawa dan berdiskusi dengan PLN untuk penyelesaian desain fasilitas PV 2x25MWp di Bali serta mengamankan lahan untuk proyek tersebut.
  • Amman Mineral Nusa Tenggara Tahap ke-7 telah berhasil mengakses bijih produktif dengan peningkatan produksi mulai April 2020. Selama Q1 2020 AMNT memproduksi 45 Mlbs tembaga dan 16 Koz emas.
  • MedcoEnergi berkomitmen untuk menjaga keselamatan di tempat kerja, kelangsungan bisnis, dan mematuhi protokol kesehatan dan keselamatan COVID-19 sesuai standar tertinggi. Perseroan juga mendukung masyarakat di sekitar operasi dalam memerangi COVID-19 melalui donasi peralatan medis dan alat uji, Alat Pelindung Diri, peralatan sterilisasi dan sanitasi ke rumah sakit, puskesmas dan klinik kesehatan. MedcoEnergi juga mendukung masyarakat dengan melakukan kampanye edukasi yang berfokus pada kebersihan diri, penggunaan masker dan pembatasan jarak sosial.

Panduan Tahun 2020 

Dengan pengurangan pengeluaran sebesar US$200 juta, maka panduan untuk 2020 adalah sebagai berikut:   

  • Produksi Minyak dan Gas 100 – 105 mboepd
  • Biaya produksi minyak dan gas dibawah US$10/boe
  • Total belanja modal dibawah US$240 juta
  • Penjualan Daya Ketenagalistrikan 2.600 GWh

               

             

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi mengatakan, “Dunia dan industri migas terus beradaptasi dengan tantangan yang luar biasa ini yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 dan rendahnya harga minyak. MedcoEnergi akan terus fokus dalam menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja kami dan meminimalkan dampaknya terhadap bisnis Perseroan untuk dapat terus memenuhi komitmen terhadap para pemangku kepentingan”.



1Tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “Medco Power”)
2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”)

Click here to download

Siaran Pers Paparan Publik 2020 dan Kinerja Terkini MedcoEnergi

Jakarta, 25 Agustus 2020 - PT Medco Energi Internasional Tbk telah berpartisipasi dalam Paparan Publik 2020 secara daring, bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan memaparkan langkah-langkah yang telah dilaksanakan dalam memprioritaskan kesehatan dan keselamatan Pekerja dan masyarakat di sekitar wilayah operasi serta meminimalisir gangguan bisnis selama pandemi COVID-19.

Dalam paparan tersebut, Perseroan menegaskan kembali target produksi minyak dan gas pada 2020 adalah sebesar 100-105 MBOEPD, biaya produksi di bawah US$10/BOE dan total belanja modal di bawah US$240 juta.

Perseroan juga membahas hasil kinerja terkini, diantaranya:

  • Keberhasilan program pengeboran eksplorasi Bronang-2 dan Kaci-2 di PSC South Natuna Sea Blok B. Sumur telah diuji dengan hasil gas kering berkualitas tinggi dan membuka potensi baru untuk kedepannya. Dua sumur eksplorasi lanjutan akan dibor di Blok B sepanjang 2020.
  • Lapangan gas Paus Biru di PSC Sampang, di lepas pantai Jawa Timur telah mendapatkan persetujuan dari mitra JV dan SKK MIGAS untuk pengembangan anjungan kepala sumur tak berawak dengan satu sumur pengembangan horisontal.
  • Proyek pengembangan gas lapangan Meliwis di PSC Madura Offshore, Jawa Timur telah beroperasi secara aman, dengan produksi gas Perdana pada 13 Juli 2020. Lapangan dikembangkan dengan anjungan tak berawak dan pipa bawah laut sepanjang 11 km, yang terhubung ke anjungan Maleo untuk mensuplai kebutuhan industri domestik di Jawa Timur sebesar sampai dengan 20 MMCFD.
  • Eksplorasi sumur geotermal di Blawan Ijen, Jawa Timur telah berhasil menemukan sumber cadangan panas bumi. Pengujian untuk penilaian komersialitas sedang berlangsung, sementara rig telah dipindahkan untuk pengeboran sumur eksplorasi panas bumi berikutnya di Ijen.
  • Amman Mineral Nusa Tenggara Tahap ke-7 telah berhasil mengakses bijih produktif dengan peningkatan produksi dimulai sejak April 2020.
  • Pelaksanaan Call Option telah dilakukan pada Agustus 2020 untuk membayar sisa Obligasi USD 5NC3 S144A, yang jatuh tempo pada 2022. Pelaksanaan Call Option merupakan kelanjutan dari proses Tender Offer yang dilakukan pada bulan Maret 2020 terkait Obligasi ini. Melalui proses ini, MedcoEnergi dapat mengurangi posisi hutang lebih awal.

Ronald Gunawan, Direktur Operasi MedcoEnergi mengatakan, “Kami sangat senang dengan keberhasilan Perusahaan dalam melakukan pengeboran eksplorasi di Blok B dan Ijen, dimana hal ini membuka peluang baru terhadap dua dari tiga segmen bisnis utama kami. Perusahaan akan melanjutkan investasi di masa sulit ini dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan pekerja dan kontraktor.”

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Gas Perdana Dari Proyek Pengembangan Lapangan Meliwis

Jakarta, 20 Juli 2020 - PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”) mengumumkan gas perdana diproduksi pada 13 Juli 2020 dari sumur Meliwis di Wilayah Kerja Lepas Pantai Madura, Jawa Timur.

Sumur Meliwis ditemukan pada tahun 2016 ketika gas ditemukan dalam formasi Mundu. Lapangan ini dikembangkan melalui platform tak berawak dan pipa bawah laut sepanjang 11 km ke Maleo Platform untuk memasok hingga 20 MMCFD ke industri dalam negeri di Jawa Timur.

Roberto Lorato CEO MedcoEnergi, mengatakan, “Saya sangat senang bahwa terlepas dari tantangan logistik dan operasional yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, MedcoEnergi menyelesaikan Pengembangan Meliwis dengan aman, dan dalam waktu 4 tahun penemuan lapangan. Ini adalah bukti kemampuan eksekusi MedcoEnergi dan komitmen berkelanjutan kami terhadap semua pemangku kepentingan kami ”

Click here to download

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan MedcoEnergi

Jakarta, 25 Juni 2020 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan") mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni 2020.


Pemegang Saham menyetujui rencana Perseroan untuk menerbitkan maksimum 7.500.000.000 (tujuh miliar lima ratus juta) lembar saham baru untuk Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang direncanakan pada kuartal tiga tahun 2020. Pemegang Saham juga menyetujui agenda rapat untuk menunjuk Auditor tahun 2020, menyetujui Laporan Tahunan 2019 dan Laporan Keuangan yang Diaudit untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019 dan menyetujui remunerasi Dewan Komisaris dan Dewan Direksi untuk tahun 2020.


Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi mengatakan, "Kami memberikan hasil yang solid pada 2019 dan akuisisi Ophir meningkatkan kinerja keuangan Perseroan. Pada peringatan 40 tahun MedcoEnergi di tahun 2020 ini, dunia dan industri kami sedang menghadapi masa yang sangat menantang akibat pandemi coronavirus dan harga minyak yang rendah. Fokus kami tentu menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja, sementara pada saat yang sama meminimalkan dampaknya terhadap bisnis Perusahaan. Kami akan tetap waspada dan mempersiapkan semua kemungkinan untuk dapat terus melanjutkan komitmen kepada pemangku kepentingan”.

Click here to download

MedcoEnergi Optimis Terus Beroperasi Saat Pandemi

Jakarta, 9 Juni 2020 – Memasuki usia ke-40 tahun, MedcoEnergi tetap optimis mampu menghadapi krisis di masa Pandemi COVID-19. Saat ini, Perusahaan terus tumbuh secara berkelanjutan dengan fokus di segmen Minyak & Gas Bumi, Kelistrikan dan Pertambangan. Melalui akuisisi Ophir Energy plc pada 2019, MedcoEnergi menjadi Perusahaan energi terkemuka di Asia Tenggara dengan tingkat produksi di atas 100.000 boe per hari.

Dalam beroperasi, Perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga keselamatan kerja serta mematuhi berbagai protokol penanganan COVID-19 dari Pemerintah. Di masa pandemi, MedcoEnergi juga turut berupaya mendukung pemerintah dan masyarakat melawan COVID-19 dengan menggalang dana dari pekerja dan seluruh anak usahanya sebesar miliaran rupiah yang telah disalurkan oleh Medco Foundations. Jenis bantuan yang disalurkan antara lain perlengkapan medis, fasilitas laboratorium Biosafety Level 2 di Rumah Sakit Kanker Dharmais dan kebutuhan lainnya. Fasilitas ini dibangun untuk mendukung pemerintah dan masyarakat guna mempercepat hasil tes COVID-19. 

Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro menyatakan, "Saat ini, kita tengah menghadapi masa sulit dan berharap kondisi segera kembali normal. Menurunnya tingkat permintaan pasar energi saat ini menurun sementara ketersediaan pasokan meningkat, menjadikan kondisi ini sangat menantang bagi MedcoEnergi. Namun, dengan tekad dan pengalaman yang dimiliki serta komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan, saya tetap optimis, MedcoEnergi dapat terus berkiprah mendukung Pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional serta meraih berbagai prestasi seperti yang sudah dibuktikan selama 40 tahun penjalanannya”.

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Kinerja 2019 yang telah diaudit

Ikhtisar Kinerja

  Keuangan    

  • EBITDA Konsolidasi US$660 juta, pro forma Ophir US$802 juta.
  • Laba Kotor Konsolidasi US$592 juta, pro forma Ophir US$667 juta.
  • Hutang Bersih terhadap EBITDA1 3,4x, pro forma1 Ophir 2,8x.
  • Likuiditas yang kuat dengan kas dan setara kas US$596 juta

 Operasional

  • Produksi minyak dan gas 103 mboepd, pro forma Ophir 115 mboepd.
  • Penjualan Tenaga Listrik Medco Power 2.600 GWh.
  • Biaya per unit minyak dan gas US$9,3 per boe.

Jakarta, 20 Mei 2020 – PT Medco Energi Internasional Tbk2 mengumumkan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 (“2019”).

Roberto Lorato, CEO, mengatakan “Kinerja tahun lalu didominasi oleh keberhasilan akuisisi Ophir Energy plc. Namun, untuk Tahun 2020, hal utama yang akan diingat adalah penyebaran global Covid-19 dan jatuhnya harga minyak. Respons cepat yang MedcoEnergi lakukan dalam menghadapi tantangan baru ini adalah penerapan protokol ketat untuk memastikan kesejahteraan pekerja kami, serta penangguhan dan efisiensi pengeluaran sebesar lebih dari US$200 juta untuk menjaga kas dan mendukung neraca Perusahaan."

Ikhtisar Keuangan

  • Penawaran Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu di 2020, akan diajukan pada Rapat Umum Pemegang Saham pada bulan Juni. Informasi lebih lanjut akan diumumkan secara terpisah.
  • EBITDA US$660 juta, Laba Kotor US$592 juta dengan EBITDA Pro forma Ophir sebesar US$802 juta
  • Akuisisi Ophir secara langsung menambah EBITDA tujuh bulan sebesar US$131 juta setelah dikurangi dengan biaya akuisisi tak berulang sebesar US$35 juta dan biaya integrasi US$10 juta. Pro forma Ophir EBITDA adalah US$238 juta. Sinergi tahunan yang berulang dari akuisisi ini akan di atas US$50 juta.
  • Rugi Bersih sebesar US$27 juta (Rugi Bersih 2018 US$51 juta), dimana laba bersih dari segmen minyak dan gas dan kelistrikan diimbangi dengan rugi yang lebih besar di Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebesar US$49 juta.
  • Belanja modal adalah US$313 juta, pro forma US$356 juta, sesuai dengan panduan.
  • Menyelesaikan penjualan beberapa aset non-inti, termasuk Tunisia, Mexico Block 5, melaksanakan monetisasi pinjaman pemegang saham AMNT dan diikuti dengan dilusi lanjutan kepemilikan di AMNT pada 2019 dan 2020.
  • Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara kas sebesar US$596 juta, dengan dana pembayaran obligasi rupiah yang akan jatuh tempo untuk tahun 2020 dan 2021 sudah tersedia di escrow.
  • Peringkat kredit baru-baru ini ditetapkan kembali di level B+ dari Fitch, B+ dari Standard & Poor, B1 dari Moody's dan A+ dari Pefindo.
  • Rasio Hutang Bersih terhadap EBITDA1 adalah 3,4x, pro forma 2,8x dan di bawah target Hutang Bersih terhadap EBITDA1 3,0x. Hutang Bruto1 adalah US$2,5 miliar.

Ikhtisar Operasional

  • Produksi minyak dan gas 103 mboepd, 115 mboepd proforma Ophir.
  • Biaya tunai per unit US$9,3 per boe, lebih rendah dari acuan Perusahaan.
  • Menyelesaikan pengembangan baru di Bualuang, Thailand dan Temelat, Sumatera Selatan dan pengembangan  sub-sea Buntal-5, Blok B Natuna Selatan. Kemajuan pengembangan gas Meliwis di Jawa Timur telah mencapai 90% pada Mei 2020 dan first-gas diperkirakan sesuai target pada pertengahan tahun.
  • Menyelesaikan dengan sukses pengeboran sumur eksplorasi Bronang-2 di Blok B, Natuna Selatan.
  • Medco Power menghasilkan penjualan listrik 2.600 GWh, turun 4% Year on Year karena adanya pemeliharaan tidak terjadwal di Sarulla Geothermal, Sumatera Utara.
  • Kemajuan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Combined Cycle Riau mencapai 76%, dan sesuai target untuk beroperasi pada 2021.
  • Medco Power menandatangani dua kontrak Operasi & Pemeliharaan baru dengan PLN di Sulut-1, Sulawesi Utara dan Timor-1, Nusa Tenggara Timur.
  • Medco Power juga memenangkan tender untuk membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga Surya (PV) dengan kapasitas 2x25MWp di Bali, sementara fasilitas PV dengan kapasitas 26MWp di Sumbawa sudah memulai konstruksi.
  • Produksi AMNT dari stockpile adalah 130,3 Mlbs tembaga dan 56 Koz emas. AMNT terus melanjutkan pengembangan fase 7 dengan produksi pertama pada pertengahan 2020.

Panduan 2020 

Dengan pengurangan pengeluaran sebesar US$200 juta, maka panduan untuk 2020 adalah sebagai berikut:   

  • Produksi minyak dan gas sebesar 100 – 105 mboepd.
  • Biaya tunai per unit Minyak dan Gas di bawah US$10 per boe.
  • Belanja modal total di bawah US$240 juta.
  • Penjualan listrik sebesar 2.600 GWh.

               

             

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, mengatakan “Saya bangga, memasuki usianya ke-40, Perusahaan mengukuhkan kekuatannya menyelesaikan proyek pengembangan Blok A, Aceh dan akuisisi Ophir Energy, sehingga menempatkan MedcoEnergi sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam terkemuka di Asia Tenggara. Saat ini, dunia sedang menghadapi masa yang penuh tantangan, dan MedcoEnergi akan terus melakukan apa yang selalu dilakukannya, yaitu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dan terus menghasilkan energi yang aman dan terjangkau bagi negara-negara dimana kami beroperasi. ”



1Tidak termasuk PT Medco Power Indonesia (“MPI” atau “Medco Power”)
2PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”)

Click here to download

MedcoEnergi Menerbitkan Obligasi Sebesar US$650 juta

Jakarta, 20 Januari 2020 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan") mengumumkan keberhasilan penerbitan dari 6 kali oversubscribed obligasi 144A/Reg S senilai US$650 juta dengan tenor tujuh tahun dengan kupon 6,375%.

Perusahaan menerima peningkatan peringkat dari B ke B+ (Stabil) dari S&P Ratings dan dari B2 ke B1 (Stabil) dari Moody's, sementara Fitch menegaskan peringkat B+ (Stabil). Peningkatan tersebut mencerminkan peningkatan yang berkelanjutan dalam kinerja Perusahaan melalui peningkatan visibilitas pendapatan, peningkatan skala dan diversifikasi geografis menyusul keberhasilan akuisisi dan integrasi Ophir Energy plc. Perusahaan juga menerima peningkatan peringkat dari B ke BB dari MSCI ESG, setelah penerbitan Laporan Keberlanjutan yang menunjukkan peningkatan yang berkesinambungan untuk mencapai tujuan-tujuan berkelanjutan jangka panjang.

Perusahaan akan menggunakan dana dari obligasi ini untuk menggunakan haknya untuk menebus Obligasi USD yang jatuh tempo pada tahun 2022 dan membayar Obligasi Rupiah yang jatuh tempo pada 2021. (***)

Click here to download