Mengembalikan Aset Strategis Milik Indonesia dari Newmont

Amman Mineral Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, Indonesia

Transaksi ini merupakan pencapaian yang sangat penting bagi Perseroan dan semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah Indonesia. Kami berkomitmen untuk mempertahankan standar kelas dunia dalam keamanan, pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial, serta sumberdaya manusia yang berkualitas tinggi.

Operasi Lepas Pantai Kelas Dunia

South Natuna Sea Block B, Riau,Indonesia

Sebuah PSC lepas pantai yang terletak di Laut Natuna Selatan dengan basis hidrokarbon yang besar dan standar Kesehatan, Keselamatan, dan Catatan Lingkungan terbaik di kelasnya. Dengan integrasi aset ini ke dalam portofolio MedcoEnergi melalui akuisisi, maka akan meningkatkan kemampuan dan skala Perseroan sebagai Perusahaan Minyak dan Gas dengan operasi lepas pantai kelas dunia.

Tonggak Pencapaian Penting MedcoEnergi

Proyek Senoro Hulu dan Hilir LNG

MedcoEnergi sebagai Perusahaan Migas Swasta Nasional dan mitranya telah berhasil memonetisasi lapangan gas Senoro yang dahulu dianggap sebagai stranded gas sehingga dapat menjadi pemasok gas ke kilang Donggi Senoro LNG dan lainnya. Peresmian kedua proyek dilakukan bersamaan dengan pengapalan kargo LNG pertama oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo.

Energi Bersih untuk Bumi

Panas Bumi Sarulla, Sumatera Utara, Indonesia

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla telah dimulai tahun 2014, dan akan menghasilkan daya listrik sebesar 3 x 110 MW. Setelah selesai, sebagai kontrak proyek listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia, pembangkit ini akan menghasilkan energi listrik yang bersih dan berkelanjutan dan diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga 1,3 juta ton per tahun.

Monetisasi Cadangan

Blok A, Aceh, Indonesia

Pada bulan Januari 2015, MedcoEnergi menandatangani perjanjian jual beli gas yang bernilai lebih dari AS$ 2 milyar, setara dengan 200 BCF cadangan dari Kontrak Kerja Sama Blok A di Provinsi Aceh, Indonesia. Pembeli gas Blok A adalah perusahaan negara Pertamina, dengan harga gas yang disepakati AS$ 9,45 per MMBTU. Kontrak ini menunjukkan dukungan Perusahaan untuk pengembangan pasar gas domestik Indonesia, disaat yang sama menciptakan nilai bagi perusahaan dan membangun nilai ekonomis penting di provinsi Aceh.

Saham

30/04/2017
MEDC-IDX
(IDR)
2.990
Market Cap
(Trilion IDR)
10,0
Volume
(lot)
96.802

Whistleblower

Memastikan MedcoEnergi sebagai tempat yang aman, adil dan nyaman untuk bekerja.
Berita Terkini
Senin, 03/04/2017 WIB MedcoEnergi Hasil Laporan Keuangan 2016

Pada hari ini MedcoEnergi telah mengumumkan laporan keuangan konsolidasi yang diaudit untuk periode yang berakhir 31 Desember 2016

Senin, 27/03/2017 WIB MedcoEnergi mengakuisisi hak kepemilikan INPEX di South Natuna Sea Block B

PT Medco Daya Sentosa, anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk telah menandatangani Perjanjian Jual Beli untuk mengakuisisi INPEX Natuna Ltd.

Jumat, 30/12/2016 WIB Penandatanganan Perjanjian Sindikasi Pembiayaan Proyek Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan

PT Medco Energi Internasional Tbk. melalui anak perusahaannya PT Medco Gas Indonesia (“MedcoEnergi”) bergabung dengan PT Bangu ...

Kamis, 17/11/2016 WIB MedcoEnergi Selesaikan Akuisisi Saham ConocoPhillips di South Natuna Sea Block B

PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") dengan bangga mengumumkan telah selesainya akuisisi ConocoPhillips Indone ...

Rabu, 09/11/2016 WIB MedcoEnergi Meningkatkan Hak Partisipasi di Blok A PSC, Aceh

PT Medco Energi Internasional Tbk melalui anak usahanya PT Medco E & P Malaka ( "MedcoEnergi") dengan bangga mengumumkan bahwa

Rabu, 02/11/2016 WIB MedcoEnergi Telah Menyelesaikan Transaksi Akusisi NNT Tepat Waktu

PT Medco Energi Internasional Tbk dengan bangga mengumumkan bahwa Perseroan telah menyelesaikan transaksi akuisisi 50% kepemilikan atas PT Amman Mineral I ...

Senin, 24/10/2016 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Laporan Keuangan 9M16

Pada hari ini MedcoEnergi telah mengumumkan laporan keuangan konsolidasi yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2016 (“9M16").

Jumat, 30/09/2016 WIB Hasil RUPSLB MedcoEnergi dan Laporan Keuangan 1H16

Hari ini PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang ("RUPSLB") dengan dua agenda.

Senin, 19/09/2016 WIB MedcoEnergi dan ConocoPhillips Menandatangani Perjanjian Jual Beli untuk PSC South Natuna Sea Block B

PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau ”Perseroan”) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli (S ...

Senin, 05/09/2016 WIB MedcoEnergi Melepaskan 100% Hak Partisipasinya di PSC Bawean

PT Medco Energi Internasional Tbk melalui anak perusahaannya Medco Bawean (Holding) Pte Ltd (“MedcoEnergi” atau ”Perseroan”), telah menandatangani Perja ...

MedcoEnergi Hasil Laporan Keuangan 2016

Jakarta, 3 April 2017 - PT Medco Energi Internasional Tbk, (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”) hari ini melaporkan laba bersih setahun penuh sebesar USD 185 Juta dibandingkan dengan rugi bersih 2015 sebesar USD 188 Juta. Produksi minyak dan gas 2016 adalah 66 MBOEPD (2015 56 MBOEPD) dan biaya kas per unit $ 8,8 / BOE (2015 $ 12,3 / BOE), EBITDA setahun penuh sebesar USD 274 Juta (2015 USD 220 Juta) dengan porsi Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dibukukan secara metode ekuitas.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur mengatakan bahwa “2016 merupakan tahun transformasi bagi Perusahaan. Meskipun ketidakpastian bisnis terus berlanjut, kami mengambil strategi yang jelas untuk memperoleh aset berproduksi berkualitas pada harga yang menguntungkan. Saya yakin bahwa peningkatan margin operasional akan terus memberikan nilai dan imbal balik bagi investor kami, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya. Kami bangga menjadi unggulan nasional yang kompetitif dan kuat secara finansial.”

Roberto Lorato, CEO mengatakan “Pada 2016 kami bisa melampaui target pencapaian kami di semua bidang. Kami mengakuisisi dua aset produksi strategis besar, terus maju dengan pelaksanaan pembangunan gas Aceh, mencapai tingkat produksi berjalan akhir tahun lebih dari 80 MBOEPD, sambil menyesuaikan organisasi kami dan struktur biaya dan memberikan kinerja HSE yang sangat baik. Di 2017 kita akan bertumpu pada pencapaian ini dan tetap disiplin dalam mengejar tujuan operasional dan keuangan”.

Ikhtisar Operasi

2016 hasil operasional adalah sebagai berikut:

  • Produksi minyak dan gas naik menjadi 66 MBOEPD dibandingkan dengan 56 MBOEPD pada tahun 2015.
  • Pengembangan gas Aceh sesuai anggaran dan perencanaan dan telah mencapai tingkat penyelesaian lebih dari 35%.
  • Tingkat penggantian hidrokarbon sebesar 232% dari produksi, penambahan sertifikasi teknis 880 BCF (gross) gas di lapangan Senoro dan memperoleh perpanjangan 10 tahun untuk Lematang PSC.
  • AMNT produksi tahun penuh adalah 477 juta lbs tembaga dan 798 ribu oz emas.
  • Medco Power menghasilkan produksi listrik 1.7GW dibandingkan dengan 1.3GW pada tahun 2015 dan memenangkan tender untuk pembangunan IPP 275MW di Riau.
  • Memperoleh Penghargaan Lingkungan PROPER Emas untuk Rimau PSC.

Ikhtisar keuangan

2016 hasil keuangan adalah sebagai berikut:

  • Menyelesaikan akuisisi kepemilikan secara tidak langsung sebesar 41,1% di AMNT.
  • Menyelesaikan akuisisi kepemilikan operasi sebesar 40% di South Natuna Sea Block B.
  • Mengkonsolidasi kepemilikan di Blok A Aceh menjadi 85% dengan mengakuisisi 16,67% dari Japex dan 26,67% dari KrisEnergy.
  • Menyelesaikan akuisisi kepentingan Lundin ini 25,8% di Lematang. 

Hasil keuangan lainnya adalah sebagai berikut: 

  • Keuntungan pembelian diskon sebesar USD 551 Juta, sebagian diimbangi oleh penurunan nilai aset sebesar USD 311 juta terutama karena penundaan pengembangan aset Afrika Utara akibat kondisi geopolitik yang menantang.
  • Menurunkan biaya hidrokarbon per unit menjadi USD 8,8 / BOE dibandingkan dengan USD 12,3 / BOE pada tahun 2015.
  • Menghimpun dana sebesar Rp 2,8 Triliun melalui program Obligasi Rupiah dan USD 55 juta melalui Wesel Jangka Menengah. 

Target Pencapaian 2017

  • Produksi minyak dan gas di kisaran 75-80 MBOED.
  • Biaya kas per unit akan tetap di bawah $ 10 / BOE pada tahun 2018, hingga 2020
  • Pengeboran di Blok South Natuna Sea untuk mengakses cadangan hidrokarbon yang belum dimanfaatkan
  • Pengembangan gas Aceh akan dilanjutkan dengan pengeboran di kuartal kedua.
  • Produksi listrik akan berada di kisaran 2,1 – 2,2GWh.
  • Produksi AMNT akan sebesar 300-310 juta lbs untuk tembaga, 400-420 ribu oz untuk emas.
  • AMNT akan menyelesaikan studi kelayakan smelter dan menjalankan rencana penambangan yang baru.

Click here to download

MedcoEnergi mengakuisisi hak kepemilikan INPEX di South Natuna Sea Block B

Jakarta, 27 Maret 2017 - PT Medco Daya Sentosa anak usaha Medco Energi Internasional Tbk telah menandatangani Perjanjian Jual Beli (“SPA”) untuk mengakuisisi INPEX Natuna Ltd (“INL”), anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki dari INPEX Corporation ( “INPEX”) yang memegang 35% hak kepemilikan non-operasi di PSC South Natuna Sea Block B (“SNSB”).

MedcoEnergi sebelumnya telah mengakuisisi 40% kepemilikan Operasi di PSC South Natuna Sea Block B pada bulan November 2016. Hilmi Panigoro mengatakan bahwa akuisisi terbaru ini menunjukkan kepercayaan berkelanjutan terhadap masa depan aset jangka panjang.

Click here to download

Penandatanganan Perjanjian Sindikasi Pembiayaan Proyek Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan

Jakarta, 3 Januari 2016 - PT Medco Energi Internasional Tbk. melalui anak perusahaannya PT Medco Gas Indonesia (“MedcoEnergi”) bergabung dengan PT Bangun Cipta Kontraktor dalam suatu perusahaan konsorsium PT Meta Adhya Tirta Umbulan (“META”), menunjuk PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”) sebagai mandated lead arranger dan bookrunner (“MLAB”) sindikasi pembiayaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (“SPAM”) Umbulan.

Proyek SPAM Umbulan ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2019 dan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional terkait penyediaan kebutuhan air minum bagi 1,3 juta penduduk dengan kapasitas produksi sebesar 4.000 liter air per detik melalui jaringan pipa transmisi sepanjang 93 km dari mata air Umbulan ke lima Perusahaan Daerah Air Minum di Provinsi Jawa Timur.

Proyek yang menelan estimasi investasi sebesar Rp 2,1 triliun ini menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha dan merupakan yang ke-4 di Indonesia yang akan mendapatkan pendanaan serupa. META sebagai badan usaha pemenang lelang menerima dana dukungan pemerintah pusat melalui Dukungan Kelayakan Proyek (Viability Gap Fund), dan memperoleh penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia. IIF dan PT Sarana Multi Infrastruktur juga telah menandatangani perjanjian pembiayaan sindikasi SPAM Umbulan pada tanggal 30 Desember 2016.

Presiden Direktur MedcoEnergi, Hilmi Panigoro mengatakan, “Dengan dukungan dari Pemerintah RI, kami terus mewujudkan komitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan utilisasi akan sumber daya termasuk sumber daya air bagi masyarakat luas dan perkembangan ekonomi di Indonesia.”

Click here to download

MedcoEnergi Selesaikan Akuisisi Saham ConocoPhillips di South Natuna Sea Block B

Jakarta, 17 November 2016 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") dengan bangga mengumumkan telah selesainya akuisisi ConocoPhillips Indonesia Inc Ltd ("CIIL") dan ConocoPhillips Singapore Operations Pte. Ltd. (“CSOP”), keduanya merupakan anak perusahaan dari ConocoPhillips ("COP").

CIIL adalah operator dari PSC South Natuna Sea Block B PSC ("SNSB") dengan hak partisipasi sebesar 40% dan juga merupakan operator dari West Natuna Transportation System (“WNTS”). CSOP mengoperasikan Onshore Receiving Facility (“ORF”) di Singapura. Infrastruktur WNTS beserta jaringan pipa gas Malaysia akan terus memegang peran penting dalam mengkomersialisasikan temuan-temuan minyak dan gas yang ada dan aktivitas eksplorasi yang sedang berlangsung di kawasan Natuna.

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi mengatakan "Prioritas utama kami adalah untuk mempertahankan keamanan operasi dan keberlangsungan usaha. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mempertahankan organisasi yang ada dan melanjutkan rencana program pengeboran pada tahun 2017 dan seterusnya. Kami juga akan mempertahankan skala operasi dan infrastruktur kelas dunia SNSB termasuk standar kesehatan, keselamatan, lingkungan dan kinerja sosial yang terbaik di kelasnya".

Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi, mengatakan bahwa, "Setelah kami menyelesaikan akuisisi PT Newmont Nusa Tenggara, transaksi ini adalah tonggak penting kedua bagi Perseroan tahun ini. Dengan penambahan SNSB, MedcoEnergi tidak hanya akan mendapatkan kemampuan operasi minyak dan gas lepas pantai terintegrasi kelas dunia, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam independen di Indonesia."

Click here to download

MedcoEnergi Meningkatkan Hak Partisipasi di Blok A PSC, Aceh

Jakarta, 9 November 2016 - PT Medco Energi Internasional Tbk melalui anak usahanya PT Medco E&P Malaka (“MedcoEnergi") mengumumkan telah tercapainya kesepakatan untuk mengakuisisi 26,6666% hak partisipasi di Block A Production Sharing Contract ("Blok A") dari KrisEnergy. Penyelesaian transaksi ini menunggu persetujuan dari Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Aceh. Setelah transaksi ini selesai, MedcoEnergi akan memiliki hak partisipasi sebesar 85% di Blok A.

MedcoEnergi juga mengumumkan bahwa Perseroan telah menyelesaikan akuisisi atas 16,6667% hak partisipasi Japex di Block A yang proses awalnya telah diumumkan sebelumnya pada 2 Mei 2016.

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi mengatakan "Meningkatnya kepemilikan kami melalui akuisisi tambahan di Blok A ini, sudah sejalan dengan komitmen kami untuk penambahan nilai bagi pemegang saham dan pembangunan nasional dalam mendukung rencana Pemerintah untuk pembangunan infrastruktur di Aceh. Pengembangan tahap pertama dari sumber daya yang besar di blok ini sesuai dengan perencanaan sebelumnya dan pengaliran gas pertama diharapkan tepat waktu pada Q1 2018."

Informasi

Hak partisipasi saat ini di blok tersebut adalah MedcoEnergi 58,3334% (operator) dan KrisEnergy 41,6666%.

Click here to download

MedcoEnergi Telah Menyelesaikan Transaksi Akusisi NNT Tepat Waktu

Jakarta, 2 November 2016 – PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi” atau “Perseroan”) dengan bangga mengumumkan bahwa Perseroan telah menyelesaikan transaksi akuisisi 50% kepemilikan atas PT Amman Mineral Investama yang memiliki 82.2% kepemilikan atas PT Newmont Nusa Tenggara (“NNT”). Transaksi ini pertama kali diumumkan pada 30 Juni 2016 silam dan sudah mendapatkan persetujuan terkait dari pemerintah dan pemegang saham Perseroan.

PT Newmont Nusa Tenggara mengoperasikan tambang tembaga dan emas Batu Hijau yang berskala dunia di Kepulauan Sumbawa, Indonesia, dan memiliki akses terhadap beberapa prospek eksplorasi dan temuan cadangan yang besar di Elang dimana semuanya termasuk di dalam Kontrak Karya yang dimiliki. Pada tahun 2015, produksi dari Batu Hijau mencapai 240 juta lbs tembaga dan 0,3 juta oz emas.

Presiden Direktur MedcoEnergi, Hilmi Panigoro mengatakan, “Transaksi ini langsung memberikan nilai tambah dan merupakan pencapaian yang sangat penting bagi Perseroan dan semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah Indonesia. Kami bangga dengan komitmen dan prestasi kami dalam pencapaian standar keamanan, lingkungan, tanggungjawab sosial dan sumberdaya manusia yang berkelas dunia. Dengan operasi NNT yang berskala dunia, MedcoEnergi sebagai perusahaan swasta nasional memasuki transformasi dari kelas dunia menjadi berskala dunia.

Demikian pula, Presiden Komisaris MedcoEnergi, Muhammad Lutfi, menekankan bahwa transaksi ini membuktikan dan memperkuat lebih lanjut visi, misi dan nilai-nilai MedcoEnergi. Perseroan beraspirasi menjadi salah satu kontributor utama pembangunan ekonomi nasional, unggul dalam kompetisi global, pelopor dalam mempromosikan kemajuan dan inovasi, serta terdepan dalam memastikan keberlanjutan dalam segala aspek kegiatan Perseroan.

MedcoEnergi dan AP Investment bekerja sama sejak tahun lalu untuk melakukan transaksi ini dan mendapat dukungan positif dari tiga bank BUMN terbesar. AP Investment dipimpin oleh Agus Projosasmito, mantan Presiden Direktur Danareksa Securities.

"Rasa terima kasih yang besar saya haturkan kepada Pemerintah RI yang dapat melihat nilai strategis langsung dari transaksi ini dan hari ini adalah pembuktian lanjut dari dukungan mereka kepada MedcoEnergi, untuk menjadi pelopor global dengan perspektif dan keyakinan kami. Langkah berikutnya bagi Perusahaan adalah turut andil dalam memastikan bahwa negara Indonesia yang kaya akan sumber daya dapat memiliki sumber daya dengan kualitas, efisiensi, dan ultilisasi yang baik sebagai daya saingnya. Akses ke sumber daya energi, mineral dan tenaga kerja berkualitas tinggi adalah hak asasi dari setiap warga Indonesia, dan itulah sebabnya MedcoEnergi ada "kata Arifin Panigoro, Pendiri MedcoEnergi.

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Laporan Keuangan 9M16

IKHTISAR KINERJA 9M16

Operasional

  • Rata-rata produksi sebesar of 63,9 MBOEPD
    • Produksi Minyak – 29,8 MBOPD
    • Produksi Gas – 199,2 MMSCFD  
  • Volume produksi meningkat sebesar 21,1% dibandingkan 9M15
  • Memperoleh persetujuan pemegang saham untuk mengakuisisi 50% saham PT Amman Mineral Investama, yang secara tidak langsung akan mengontrol 82,2% saham di PT Newmont Nusa Tenggara
  • Menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham untuk mengakuisisi 40% Operating Interest di PSC South Natuna Sea Block B

 

Finansial

  • Pendapatan AS$416,9 juta, Laba Kotor AS$159,5 juta dan Laba Operasi AS$86,5 juta
  • EBITDA AS$181,5 juta, marjin EBITDA meningkat menjadi 43,5% dibandingkan 39,5% di 9M15
  • Penurunan cash costs operasional minyak dan gas sebesar 28% dibandingkan 9M15
  • Laba bersih AS$22,3 juta

 

Jakarta, 24 Oktober 2016 – Pada hari ini MedcoEnergi telah mengumumkan laporan keuangan konsolidasi yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2016 (“9M16").

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi menyatakan bahwa "Produksi kami terus menguat dan kami berkeyakinan dapat memenuhi target kami untuk tahun ini. Kami tetap fokus pada upaya efisiensi biaya yang berkesinambungan. Akuisisi Perseroan juga sesuai jadwal dan target kami adalah untuk menyelesaikannya sebelum akhir tahun ini."

Pencapaian Operasi 9M16

  • Volume produksi meningkat sebesar 21,1% dibandingkan 9M15 menjadi 63,9 mboepd. Kenaikan tersebut diraih berkat tambahan kontribusi dari lapangan Senoro-Toili.  
  • MedcoEnergi membukukan harga realisasi minyak rata-rata sebesar AS$ 39,5/bbl atau turun 26,1% dibandingkan 9M15, sementara harga realisasi gas rata-rata sebesar AS$ 4,2/mmbtu atau turun 23,4% dibandingkan 9M15.
  • Perseroan berhasil menurunkan cash costs operasional minyak dan gas per unit sebesar 28% menjadi AS$ 7,9/boe, atau sudah sejalan dengan target tahun 2016 Perseroan yaitu di bawah AS$ 10/boe.
  • Memberikan kontrak EPC (Engineering Procurement and Construction) Block A Aceh kepada JEC untuk membangun fasilitas proyek gas. Konstruksi berjalan sesuai rencana dan di bawah anggaran, dengan target produksi gas pertama pada kuartal I 2018.

Pencapaian Finansial 9M16

  • Membukukan pendapatan sebesar AS$416,9 juta, laba kotor sebesar AS$159,5 juta dan laba operasi yang meningkat sebesar 6,4% menjadi EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) atau Laba Sebelum Biaya Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amotisasi Perseroan meningkat 10% menjadi AS$181,5 juta, dengan marjin EBITDA yang membaik menjadi 43,5% dibandingkan 39,5% pada periode sebelumnya.
  • Laba penghasilan dari operasi yang dilanjutkan periode 9M16 tercatat sebesar AS$22,3 juta, dibandingkan dengan rugi bersih sebesar AS$51,1 juta pada 9M15.
  • Memperoleh persetujuan pemegang saham untuk rencana akuisisi 50% saham PT Amman Mineral Investama yang secara tidak langsung akan mengontrol 82,2% saham PT Newmont Nusa Tenggara. Transaksi ditargetkan rampung pada Oktober 2016. 
  • Menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan Japex untuk mengakuisisi hak partisipasi sebesar 16,67% di Blok A Aceh PSC. Transaksi ditargetkan rampung pada Oktober 2016. 
  • Menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan ConocoPhillips untuk mengakuisisi 40% hak partisipasi dan hak pengendalian operator (Operatorship) di South Natuna Sea, Blok B PSC, bersama dengan jaringan transportasi pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS). Transaksi ditargetkan rampung pada November 2016.  
  • Menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham untuk mendivestasi 100% hak partisipasi di Bawean PSC. Transaksi ditargetkan rampung pada kuartal IV 2016.
  • Memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan target dana awal sebesar AS$150 juta.
  • Meraih total dana Rp 2,5 triliun melalui program Obligasi Rupiah dalam Penawaran Umum Berkelanjutan. Penawaran obligasi sebelumnya mengalami kelebihan pemesanan (oversubscribed) sehingga Perseroan berencana untuk meluncurkan tahap selanjutnya dari program ini pada November 2016.

Click here to download

Hasil RUPSLB MedcoEnergi dan Laporan Keuangan 1H16

Jakarta, 30 September 2016 - Hari ini PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang ("RUPSLB") dengan dua agenda. Agenda pertama yang disetujui adalah akuisisi 50% saham PT Amman Mineral Investama yang secara tidak langsung akan memiliki 82,2% saham di PT Newmont Nusa Tenggara (“Akuisisi”). Agenda kedua yang disetujui adalah peningkatan modal melalui penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham ("HMETD").

Akuisisi tersebut akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pemegang saham dengan memberikan akses terhadap fasilitas operasi bertaraf dunia di Batu Hijau dengan cadangan terbukti sebesar 2,6 miliar lbs tembaga dan 2,7 juta ons emas serta akses kedepan terhadap temuan cadangan undeveloped sebesar 12,9 miliar lbs tembaga dan 19,7 juta ons emas. Transaksi ini akan menambah besaran ekuitas dan portofolio investasi Perseroan, dan akan meningkatkan kontribusi pendapatan Perseroan dari sektor selain energi secara material.

Sementara itu, melalui Penawaran Umum Terbatas, Perseroan akan menggalang dana yang kurang lebih setara dengan AS$ 150 juta. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membayar utang jatuh tempo dan untuk mendanai belanja modal. Setelah HMETD, Perusahaan akan memiliki struktur permodalan yang lebih kuat untuk menunjang kegiatannya yang kian berkembang.

Hari ini Perseroan juga telah mengumumkan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2016 ("1H16"), dengan ikhtisar sebagai berikut.

Pencapaian Operasi 1H16

  • Volume produksi minyak dan gas sebesar 64 MBOEPD mengalami peningkatan sebesar 29% dibandingkan dengan periode 1H15. Kenaikan tersebut diraih berkat kinerja memuaskan berkelanjutan dari lapangan Senoro-Toili. 
  • Perusahaan berhasil menurunkan cash costs operasional minyak dan gas per unit sebesar 32% menjadi AS$ 7.6/boe dibandingkan 1H15, atau sudah sejalan dengan target tahun 2016 Perseroan yaitu di bawah AS$ 10/boe.
  • Pendapatan 1H16 sebesar AS$ 281 juta dengan harga realisasi minyak rata-rata sebesar AS$ 38.3/bbl dan harga realisasi gas rata-rata sebesar AS$ 4.18/mmbtu.
  • Memberikan kontrak EPC (Engineering Procurement and Construction) Block A Aceh kepada JEC untuk membangun fasilitas proyek gas. Produksi gas pertama ditargetkan pada kuartal I 2018.

Pencapaian Finansial 1H16

  • Laba kotor sebesar AS$ 107 juta dan laba operasi sebesar AS$ 58 juta. EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization/ Laba Sebelum Biaya Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amotisasi) Perusahaan meningkat 14% dibandingkan periode  1H15 menjadi AS$ 121 juta, dengan kenaikan marjin EBITDA yang mencapai 11% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
  • Laba penghasilan dari operasi yang dilanjutkan periode 1H16 tercatat sebesar AS$ 11 juta, dibandingkan dengan rugi bersih sebesar AS$ 31 juta pada 1H15.
  • Memperoleh persetujuan pemegang saham untuk rencana akuisisi 50% saham PT Amman Mineral Investama yang akan mengakuisisi 82,2% saham PT Newmont Nusa Tenggara. Transaksi ditargetkan rampung pada Oktober 2016. 
  • Menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan Japex untuk mengakuisisi hak partisipasi sebesar 16.67% di Blok A Aceh PSC. Transaksi ditargetkan rampung pada Oktober 2016. 
  • Menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan ConocoPhillips guna mengakuisisi 40% hak partisipasi dan hak pengendalian operator (Operatorship) di South Natuna Sea, Blok B PSC, bersama dengan jaringan transportasi pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS). Transaksi ditargetkan rampung pada November 2016. 
  • Menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham untuk mendivestasi 100% hak partisipasi di Bawean PSC. Transaksi ditargetkan rampung pada kuartal IV 2016.
  • Meraih total dana Rp 2,5 triliun melalui program Obligasi Berkelanjutan IDR. Penawaran obligasi tersebut mengalami kelebihan pemesanan (oversubscribed) sehingga Perusahaan berencana untuk meluncurkan tahap baru dari program ini pada kuartal IV 2016.

Angka guidance untuk biaya operasional dan belanja modal di tahun 2016 tidak mengalami perubahan. Sementara untuk angka produksi satu tahun tidak termasuk dari hasil akuisisi diperkirakan akan sedikit meningkat dari angka 55 – 60 mboepd seperti yang sudah disampaikan sebelumnya.

CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, mengatakan "Di tengah lingkungan industri yang penuh tantangan, MedcoEnergi terus memperbaharui portofolio aset Perseroan. Fokus kami saat ini adalah mensukseskan proses akuisisi ini dan mengintegrasikan mereka ke dalam organisasi kami. Kinerja operasional aset produksi kami terus meningkat sementara pengembangan Blok A Aceh berjalan sesuai jadwal dan di bawah anggaran. "

Presiden Direktur MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, menambahkan sifat strategis dari akuisisi tersebut sejalan dengan ambisi Perseroan untuk menjadi pemain independen terkemuka di sektor sumber daya alam Indonesia.

Click here to download

MedcoEnergi dan ConocoPhillips Menandatangani Perjanjian Jual Beli untuk PSC South Natuna Sea Block B

Jakarta, 19 September 2016 – PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau ”Perseroan”) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) untuk mengakuisisi ConocoPhillips Indonesia Inc. Ltd. (“CIIL”) dan ConocoPhillips Singapore Operations Pte. Ltd. (“CSOP”), keduanya merupakan anak perusahaan ConocoPhillips (“COP”).

Dengan kepemilikan sebesar 40%, CIIL sebagai Operator dari PSC South Natuna Sea Block B PSC (“SNSB”) juga merupakan Operator dari West Natuna Transportation System (“WNTS”). Sedangkan, CSOP mengoperasikan Onshore Receiving Facility (“ORF”) di Singapura. Infrastruktur WNTS beserta jaringan pipa gas Malaysia akan terus memegang peran penting dalam mengkomersialisasikan temuan-temuan minyak dan gas yang ada dan aktivitas eksplorasi yang sedang berlangsung di kawasan Natuna. Transaksi ini diharapkan selesai pada Q4 2016.

Roberto Lorato, CEO, mengatakan bahwa "Setelah efektif, akuisisi ini akan memberikan tambahan cadangan minyak dan gas yang signifikan dan menambahkan produksi tahunan Perseroan lebih dari 35%. Dengan arus kas yang kuat dikala kondisi harga minyak rendah, transaksi ini secara langsung dapat memberikan peningkatan pendapatan. Hal penting lainnya, kami mengakui SNSB memiliki infrastruktur dan skala operasional yang bertaraf dunia, didukung oleh tim yang berpengalaman dengan catatan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup yang terbaik. Kami berharap dapat mengintegrasikan aset-aset penting ini ke dalam portofolio hulu MedcoEnergi.”

Hilmi Panigoro, Direktur Utama, menambahkan bahwa, “Sebagai perusahaan minyak dan gas swasta nasional, kami terus mencari kesempatan untuk terus meningkatkan kontribusi MedcoEnergi terhadap perekonomian Indonesia. Transaksi ini akan memperkuat kehadiran MedcoEnergi di Indonesia dan meningkatkan kemampuan hulu minyak dan gas Perseroan melalui integrasi operasi lepas pantai kelas dunia.”

Click here to download

MedcoEnergi Melepaskan 100% Hak Partisipasinya di PSC Bawean

Jakarta, 5 September, 2016 – PT Medco Energi Internasional Tbk melalui anak perusahaannya Medco Bawean (Holding) Pte Ltd (“MedcoEnergi” atau ”Perseroan”), telah menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan Hyoil (Bawean) Pte Ltd (“Hyoil”) pada tanggal 1 September 2016, melepaskan 100% hak partisipasi di PSC Bawean melalui penjualan saham di Camar Resources Canada Inc (“CRC”) dan Camar Bawean Petroleum Ltd (“CBPL”). PSC Bawean merupakan aset penghasil minyak lepas pantai yang terletak di Jawa Timur, dengan produksi pada semester pertama 2016 sekitar 670 bopd.


Perseroan telah mengoperasikan PSC Bawean sejak 2004 melalui kepemilikan di CRC. Masa kontrak PSC Bawean akan berakhir pada 2031 sesuai perpanjangan kontrak 20 tahun yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2010.


Roberto Lorato, CEO, mengatakan bahwa "Divestasi ini sejalan dengan rencana kami untuk merasionalisasikan portofolio Perseroan agar tetap fokus pada aset yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi. Divestasi ini juga akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham MedcoEnergi dan HyOil. HyOil memegang posisi yang tepat untuk mengeksplorasi dan mengembangkan PSC Bawean dengan dukungan tim yang berpengalaman”.

Click here to download