Komitmen untuk Keberlanjutan yang Unggul

Laporan Keberlanjutan: Berinvestasi untuk Masa Depan

MedcoEnergi berkomitmen untuk berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Bangsa. Kami telah mengambil langkah nyata untuk meningkatkan kebijakan keberlanjutan dan praktik bisnis kami dengan menggunakan kekuatan kami di sektor Energi untuk kepentingan masyarakat di Indonesia. Kami akan terus berinvestasi untuk masa depan.

Operasi Lepas Pantai Kelas Dunia

South Natuna Sea Block B, Riau,Indonesia

Sebuah PSC lepas pantai yang terletak di Laut Natuna Selatan dengan basis hidrokarbon yang besar dan standar Kesehatan, Keselamatan, dan Catatan Lingkungan terbaik di kelasnya. Dengan integrasi aset ini ke dalam portofolio MedcoEnergi melalui akuisisi, maka akan meningkatkan kemampuan dan skala Perseroan sebagai Perusahaan Minyak dan Gas dengan operasi lepas pantai kelas dunia.

Energi Bersih untuk Bumi

Panas Bumi Sarulla, Sumatera Utara, Indonesia

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla telah dimulai tahun 2014, dan akan menghasilkan daya listrik sebesar 3 x 110 MW. Setelah selesai, sebagai kontrak proyek listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia, pembangkit ini akan menghasilkan energi listrik yang bersih dan berkelanjutan dan diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga 1,3 juta ton per tahun.

Monetisasi Cadangan

Blok A, Aceh, Indonesia

Pada bulan Januari 2015, MedcoEnergi menandatangani perjanjian jual beli gas yang bernilai lebih dari AS$ 2 milyar, setara dengan 200 BCF cadangan dari Kontrak Kerja Sama Blok A di Provinsi Aceh, Indonesia. Pembeli gas Blok A adalah perusahaan negara Pertamina, dengan harga gas yang disepakati AS$ 9,45 per MMBTU. Kontrak ini menunjukkan dukungan Perusahaan untuk pengembangan pasar gas domestik Indonesia, disaat yang sama menciptakan nilai bagi perusahaan dan membangun nilai ekonomis penting di provinsi Aceh.

Mengembalikan Aset Strategis Milik Indonesia dari Newmont

Amman Mineral Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, Indonesia

Transaksi ini merupakan pencapaian yang sangat penting bagi Perseroan dan semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah Indonesia. Kami berkomitmen untuk mempertahankan standar kelas dunia dalam keamanan, pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial, serta sumberdaya manusia yang berkualitas tinggi.

Saham

16/12/2018
MEDC-IDX
(IDR)
720
Market Cap
(Trilion IDR)
12,8
Volume
(lot)
187.713

Whistleblower

Memastikan MedcoEnergi sebagai tempat yang aman, adil dan nyaman untuk bekerja.
Berita Terkini
Senin, 10/12/2018 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Penelaahan Terbatas Periode Sembilan Bulan Tahun 2018

MedcoEnergi mengumumkan hasil Limited Review laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 30 September 2018

Kamis, 15/11/2018 WIB Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa MedcoEnergi

MedcoEnergi menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada hari Kamis, 15 November 2018.

Kamis, 02/08/2018 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Keuangan Semester Pertama 2018

PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan hasil keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2018.

Kamis, 19/07/2018 WIB FITCH Meningkatkan Peringkat Outlook MedcoEnergi dari

Peringkat Outlook ini direvisi karena adanya peningkatan profil keuangan MedcoEnergi yang didorong oleh harga minyak dan gas yang kuat.

Selasa, 17/07/2018 WIB Hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi MedcoEnergi

PT Medco Energi International Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Obligasi pada hari Senin 16 Juli dan Selasa 17 Juli 2018.

Senin, 14/05/2018 WIB Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa MedcoEnergi

MedcoEnergi menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST dan RUPSLB) pada hari Senin, 14 Mei 2018.

Selasa, 08/05/2018 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Operasi Komersial Unit ketiga Sarulla Geothermal

MedcoEnergi hari ini mengumumkan operasi komersial unit ketiga dan terakhir dalam pengembangan tahap pertama dari Proyek Tenaga Panas Bumi Sarulla.

Kamis, 03/05/2018 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Keuangan 1Q 2018

PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan hasil keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir 31 Maret 2018.

Rabu, 11/04/2018 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Laporan Audit 2017

MedcoEnergi mengumumkan laba bersih sebesar US$127,8 juta dan kenaikan volume produksi minyak dan gas sebesar 31,5% untuk periode yang berakhir 31 Desember 2017.

Kamis, 29/03/2018 WIB Medco Daya Abadi Lestari Mengkonsolidasi Kepemilikan di MedcoEnergi

PT Medco Daya Abadi Lestari, telah mengkonsolidasikan kepemilikan saham keluarga Panigoro di Medco Energi dan menjadikannya pemegang saham dengan kepemil ...

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Penelaahan Terbatas Periode Sembilan Bulan Tahun 2018

IKHTISAR KINERJA PERIODE SEMBILAN BULAN TAHUN 2018

Finansial

  • Laba kotor sebesar US$498,4 juta naik sebesar 68% dibanding tahun sebelumnya.
  • EBITDA sebesar US$450,2 juta naik sebesar 47% dibanding tahun sebelumnya.
  • Rasio hutang bersih terhadap EBITDA tanpa Medco Power, turun menjadi 3,2x.
  • Likuiditas yang kuat dengan kas dan setara kas diatas US$500 juta.

 

Operasional

  • Produksi minyak dan gas bumi 83,7mboepd; meningkat 9% kuartal ke kuartal.
  • Pedoman produksi setahun dapat dipertahankan pada level 85mboepd.
  • Penandatanganan mandat bersama IFC untuk menambah kepemilikan saham di Medco Power.
  • Penjualan listrik sebesar 2.001 GWh, meningkat 30% dibanding tahun sebelumnya.
  • Biaya per unit minyak dan gas bumi sebesar US$8,8/boe.
  • Tarakan PSC telah diperpanjang selama 20 tahun hingga 2042.

Jakarta, 10 November 2018 - PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perusahaan”) mengumumkan hasil Penelaahan Terbatas (Limited Review) laporan keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir pada 30 September 2018 (“9M 2018”).

 Roberto Lorato, CEO Perusahaan mengatakan bahwa “kinerja sembilan bulan cukup solid dengan pencapaian EBITDA yang lebih tinggi serta membaiknya marjin operasi sebagai hasil kedisiplinan dalam efisiensi biaya. Pada tahun 2015 kami menetapkan rasio hutang bersih terhadap EBITDA sebesar 3,0x dan saya senang dengan progres yang membaik dalam mencapai target.”

 Ikhtisar Keuangan

  • Laba kotor US$498,4 juta, 68% lebih tinggi dibandingkan sembilan bulan pertama tahun 2017, marjin laba kotor sebesar 54%, lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun 2017 sebesar 50%. Diatas 95% dari Pendapatan Perusahaan diterima dalam mata uang dolar AS, sekitar 60% dari pengeluaran dibayar dalam mata uang Rupiah.
  • EBITDA mencapai US$450,2 juta, 47% lebih tinggi dari sembilan bulan pertama tahun 2017 didorong oleh peningkatan harga komoditas, harga jual listrik, volume produksi yang stabil, serta diikuti dengan dikonsolidasikannya Medco Power. Harga minyak dan gas bumi masing-masing meningkat sebesar 39% dan 11% menjadi US$68,8/bbl dan US$6,1/mmbtu, disamping itu rata-rata harga jual listrik (diluar komponen bahan bakar) meningkat sebesar 36% dari tahun ke tahun.
  • Rasio hutang bersih terhadap EBITDA, tanpa Medco Power adalah 3,2x, lebih rendah dibanding periode akhir tahun 2017 sebesar 3,6x, dan 6,6x pada akhir tahun 2016, hal ini seiiring dengan target Perusahaan sebesar 3,0x di Q1 2019. Rasio hutang bersih terhadap EBITDA secara konsolidasi adalah 3,6x, lebih rendah dibandingkan akhir tahun 2017 sebesar 4,5x.
  • Segmen minyak dan gas bumi membukukan laba bersih sebesar US$113,1 juta, sedangkan secara konsolidasi, Perusahaan membukukan kerugian sebesar US$11,1 juta sebagai akibat dari kerugian non-tunai dari afiliasi pertambangan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”). AMNT telah menyelesaikan penambangan tahap-6 dari tambang Batu Hijau di Q3 2017, dan saat ini pendapatan AMNT berasal dari hasil pengolahan stock-pile.
  • Dalam kondisi harga yang tidak menentu saat ini, likuiditas Perusahaan cukup kuat dengan kas dan setara kas di atas US$500 juta. Atas total produksi Perusahaan, 67% dari kontrak gas jangka panjang telah memiliki kuantitas take-or-pay, dimana sebesar 35% berkontrak dengan harga jual tetap (fixed price), dan 32% berkontrak dengan harga gas yang terhubung pada harga komoditas. Pada tahun 2019, komposisi 20% dari produksi minyak telah memiliki kontrak lindung nilai pada harga Brent setara US$50/bbl.
  • Perusahaan telah melakukan pembiayaan ulang (refinancing) kembali dan menggabungkan fasilitas Reserve Based Lending (RBL) dari Senoro dan Blok A menjadi RBL tunggal yang dapat digunakan untuk membiayai pengembangan lebih lanjut.
  • Pengeboran, efisiensi, serta penangguhan proyek, dan didukung oleh nilai tukar yang menguntungkan, memungkinkan Perusahaan untuk mengurangi belanja modal di tahun 2018 menjadi US$340 juta. Pedoman terhadap belanja modal konsolidasi perusahaan tahun di 2019 adalah US$270 juta, yang akan digunakan untuk mengurangi beban hutang dan mempertahankan likuiditas.
  • Perusahaan telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk penambahan modal perusahaan tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu hingga 10% dari saham yang diterbitkan dengan harga minimum Rp868/saham, ekuivalen dengan US$100 juta. Perusahaan secara berkelanjutan melakukan diskusi untuk penempatan saham dengan para pembeli yang memenuhi syarat.

 

Ikhtisar Operasional

  • Rata-rata produksi minyak dan gas bumi untuk sembilan bulan terakhir di tahun 2018 mencapai 83,7 mboepd, meningkat 9% kuartal ke kuartal. Produksi gas dari Blok A Aceh mulai meningkat dari 34 mmscfd menuju 83 mmscfd pada akhir tahun 2018.
  • Perusahaan terus mempertahankan panduan produksi sepanjang tahun 2018 sebesar ~85 mboepd dengan kapasitas produksi hingga 100 mboepd, sesuai dengan permintaan gas dari pelanggan. Panduan produksi minyak dan gas bumi untuk tahun 2019 yaitu 85mboepd.
  • Biaya per unit minyak dan gas bumi sebesar US$8,8/boe. Perusahaan tetap mempertahankan panduan biaya ini untuk berada dibawah US$10/boe pada tahun 2019 dan 2020.
  • Perusahaan telah memperoleh perpanjangan kontrak selama 20 tahun untuk PSC Tarakan dari Pemerintah Indonesia.
  • Medco telah menandatangani mandat dengan International Finance Corporation untuk meningkatkan kepemilikan di Medco Power. Perusahaan telah menunjuk JPMorgan guna mengidentifikasi investor strategis kedua bagi Medco Power terkait pengembangan lebih lanjut.
  • Kapasitas terpasang (gross) Medco Power meningkat lebih dari 10% tahun ke tahun menjadi 2,819MW, menyusul operasi komersial unit ketiga dan yang terakhir pada bulan Mei lalu dari fase satu Sarulla Geothermal. Panduan kapasitas terpasang (gross) pada tahun 2019 adalah 2,835MW.
  • Pembangkit Listik Tenaga Uap (CCPP) Riau telah mendapatkan Deklarasi Pembiayaan dari PLN pada bulan September 2018. Proyek ini sedang dalam tahap pembangunan, yang diharapkan dapat beroperasi secara komersial pada Q2 2021.
  • AMNT akan terus melakukan pengembangan tahap-7, dan telah mendapat kepastian komitmen pendanaan lebih dari US$1,2 miliar dari empat bank terkemuka di Asia. Tahap-7 diharapkan dapat mulai berproduksi pada paruh kedua tahun 2020.

 

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi, mengatakan bahwa “Saya sangat puas dengan hasil pencapaian dalam sembilan bulan ini dan juga telah diterbitkannya Sustainability Report Perusahaan yang dengan jelas menjabarkan berbagai komitmen jangka panjang Perusahaan dalam melaksanakan praktik-praktik terbaik atas pelaksanaan operasi dan pengembangan yang berkelanjutan.”

Click here to download

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa MedcoEnergi
MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Keuangan Semester Pertama 2018

RINGKASAN KINERJA SEMESTER PERTAMA 2018

Finansial

  • EBITDA di atas US$300 juta, lebih tinggi 50% di banding tahun sebelumnya
  • Laba kotor sekitar US$320 juta, lebih tinggi 60% dibanding tahun sebelumnya 
  • Rasio hutang bersih terhadap EBITDA yang telah dianualisasi dipertahankan pada level 3.5x
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas serta yang dibatasi penggunaannya di atas US$500 juta

Operasional

  • Produksi minyak dan gas sebesar 82,4 mboepd; turun dibandingkan tahun sebelumnya karena penyesuaian permintaan pelanggan gas. Estimasi produksi 2018 dipertahankan pada> 85 mboepd
  • Ramp up penjualan gas Aceh dimulai pada awal Agustus, meningkatkan kapasitas produksi harian hingga 100 mboepd
  • Biaya per unit minyak dan gas US$8,5 per boe
  • Penjualan tenaga listrik menjadi sebesar 1,3GWh, naik 28% dari tahun sebelumnya
  • Unit 110 MW ketiga dari Sarulla tahap satu sudah dijalankan

Jakarta, 2 Agustus 2018 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") mengumumkan kinerja keuangan semester pertama yang berakhir 30 Juni 2018 ("1H 2018").

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi, mengatakan, “Kinerja operasional kami yang kuat dan fokus kami terhadap biaya produksi memungkinkan kami untuk memanfaatkan harga komoditas yang menguntungkan saat ini. Dengan selesainya Sarulla tahap 1 dan memasuki operasi komersial dan Aceh dalam tahap commissioning, kami harus memastikan kelancaran operasi kedua proyek tersebut agar terus memberikan hasil yang semakin baik.”

Ikhtisar Keuangan

  • EBITDA semester pertama 2018 sebesar US$301,3 juta, 50,4% lebih tinggi dari paruh pertama tahun 2017 yang didorong oleh membaiknya harga komoditas dan volume yang stabil, bersamaan dengan telah dikonsolidasikannya Medco Power. Harga minyak dan gas masing-masing meningkat 35% dan 9% menjadi US$66,8 per bbl dan US$6,0 per mmbbtu dan harga rata-rata penjualan listrik naik 56% menjadi 4,19c / kwh, tidak termasuk biaya bahan bakar.
  • Laba kotor sebesar US$319,8 juta, 61,5% lebih tinggi dari paruh pertama tahun 2017, dengan marjin laba kotor 55% lebih tinggi dibandingkan 49% pada semester pertama tahun 2017. Lebih dari 95% pendapatan semester pertama Perseroan diterima dalam dolar AS, dan sekitar 60% dari pengeluaran dibayarkan dalam rupiah.
  • Pendapatan bersih US$ 41,4 juta, lebih rendah 35% dari semester pertama 2017 karena meski kinerja minyak dan gas meningkat, namun diimbangi dengan adanya kerugian dalam afiliasi pertambangan Perseroan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang mulai menggiatkan pengembangan tahap 7 dari tambang Batu Hijau.
  • Efisiensi di pengeboran dan proyek pengembangan serta penangguhan biaya disertai perubahan nilai tukar dollar AS yang memberikan dampak positif  telah memungkinkan Perseroan untuk memangkas panduan belanja modal 2018 sebesar ~15%.
  • Medco Power Indonesia menggalang dana sebesar Rp.1,2 triliun melalui obligasi konvensional dan obligasi syariah dalam transaksi di pasar modal pertamanya.
  • Rasio hutang bersih terhadap EBITDA yang telah dianualisasi adalah 3,5x, atau 3,2x tanpa Medco Power.

Ikhtisar Operasional

  • Pada semester pertama 2018, rata-rata produksi minyak dan gas adalah 82,4 mboepd, lebih rendah dari semester pertama 2017 karena penyesuaian permintaan pasar gas. Perusahaan mempertahankan estimasi produksi sepanjang tahun 2018 sebesar 85 mboepd dengan kapasitas produksi yang dimiliki hingga 100 mboepd, menyesuaikan permintaan dari para pelanggan gas.
  • Biaya per unit minyak dan gas adalah US$8,5 per boe, sejalan dengan target Perseroan untuk mempertahankan biaya per unit di bawah US$10 per boe
  • Peningkatan produksi gas Aceh dimulai pada awal Agustus, dengan nilai proyek di bawah anggaran.
  • Kapasitas terpasang bruto Medco Power Indonesia naik 20% dibandingkan tahun lalu menjadi 2,795MW setelah operasi komersial pada bulan Mei dari unit ketiga dan terakhir dari fase pertama fasilitas Sarulla Geothermal.
  • Di semester pertama tahun 2018 AMNT telah meningkatkan pembangunan fase 7 tambang Batu Hijau ke kapasitas penuh dan telah mendapatkan fasilitas pinjaman pertamanya dari sebuah bank internasional. Amman saat ini sedang dalam proses penunjukan kontraktor Front End Engineering and Design untuk pembangunan smelter.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi, mengatakan “Melalui semester pertama di tahun 2018 ini, MedcoEnergi mampu memperkuat posisi fundamentalnya dan berkontribusi secara signifikan terhadap ekonomi negara dengan menyediakan energi yang kompetitif dan terjangkau serta mampu memperluas kapasitas produksi dan kontribusi pajak kami. Kami akan melanjutkan rencana kami untuk memberikan keuntungan bagi para pemangku kepentingan kami serta berinvestasi di masa depan.”

Click here to download

FITCH Meningkatkan Peringkat Outlook MedcoEnergi dari

Jakarta, 19 Juli 2018 – Fitch Ratings hari ini mempertahankan peringkat B emiten PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") dan menaikkan peringkat Outlook perusahaan dari ‘Stabil’ menjadi ‘Positif’. Peringkat Outlook ini direvisi karena adanya peningkatan profil keuangan MedcoEnergi yang didorong oleh harga minyak dan gas yang kuat. Revisi peringkat menjadi Positif ini menyusul revisi serupa yang dilakukan oleh Moody pada bulan Januari 2018 lalu.

Roberto Lorato, Direktur dan CEO PT Medco Energi Internasional Tbk mengatakan, "Kami bersyukur atas meningkatnya peringkat Outlook Perseroan. Revisi ini mencerminkan kemampuan Perseroan yang konsisten dalam menjalankan komitmennya. Kami akan terus memperhatikan efisiensi biaya dan deleveraging di tengah kondisi tingginya harga komoditas saat ini."

Click here to download

Hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi MedcoEnergi

Jakarta, 17 Juli 2018 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan") menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (“RUPO”) pada hari Senin 16 Juli dan Selasa 17 Juli 2018.

RUPO diadakan untuk meminta persetujuan pemegang obligasi dalam menyeragamkan Akta Perwalian Obligasi PUB IDR II Medco Energi Internasional dengan instrumen lainnya. Dengan adanya amandemen tersebut, Perusahaan akan mempertahankan rasio Utang terhadap Ekuitas tidak lebih dari 3: 1; dan EBITDA untuk rasio Beban Keuangan Bersih tidak kurang dari 1: 1.

Roberto Lorato, Direktur dan CEO PT Medco Energi Internasional Tbk, mengatakan "Ini adalah perubahan administratif dan kami berterima kasih kepada pemegang obligasi atas persetujuan mereka. Dengan kondisi harga komoditas yang tetap kuat serta Sarulla unit III dan proyek pengembangan Aceh mulai meningkatkan produksinya, kami memiliki arus kas operasi yang cukup kuat. Dengan persetujuan rapat ini, kami berharap dapat melanjutkan peningkatan yang stabil dalam struktur modal dan kinerja operasi kami.”

Click here to download

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa MedcoEnergi

Jakarta, 14 Mei 2018 - PT Medco Energi International Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan") menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPST dan RUPSLB) pada hari Senin, 14 Mei 2018.

Para Pemegang Saham RUPSLB menyetujui Peningkatan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu hingga sepuluh persen dari modal yang ditempatkan dan disetor Perusahaan. Kegiatan peningkatan modal ini diharapkan akan selesai dalam waktu dua tahun dengan harga minimum Rp1.305 per lembar sahamnya, menjadi harga penutupan rata-rata untuk 25 hari perdagangan sebelumnya sebelum pengumuman. Hasil dari peningkatan modal ini akan digunakan untuk keperluan umum perusahaan, termasuk peningkatan struktur modal, modal kerja atau investasi masa depan.

Para pemegang saham juga menyetujui program pembelian kembali saham, untuk mendukung Program Kepemilikan Saham bagi Karyawan dan Manajemen Perusahaan.

Selama RUPST Pemegang Saham menyetujui Laporan Tahunan 2017 dan Laporan Keuangan Konsolidasi yang telah diaudit, menunjuk Kantor Akuntan Publik yang terdaftar, Purwantono, Sungkoro & Surja (perusahaan anggota dari Ernst & Young Global Limited) untuk melakukan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2018, dan juga menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk periode Januari - Desember 2018.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur PT Medco Energi International Tbk, mengatakan bahwa "Tahun 2017 adalah tahun yang sukses bagi Perusahaan. Dengan persetujuan dari RUPS Luar Biasa hari ini, kami yakin untuk terus meningkatkan kinerja kami dan terus memenuhi komitmen kami kepada para pemangku kepentingan."

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Operasi Komersial Unit ketiga Sarulla Geothermal

Jakarta, 8 Mei 2018 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan") hari ini mengumumkan operasi komersial unit ketiga dan terakhir dalam pengembangan tahap pertama dari Proyek Tenaga Panas Bumi Sarulla ("Proyek"). Operasi komersial unit pertama dan kedua dari Proyek ini telah dimulai pada tanggal 18 Maret 2017 dan 2 Oktober 2017.

Proyek ini adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kontrak tunggal terbesar di dunia dan terletak di distrik Pahae Jae dan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Proyek senilai US $ 1,7 miliar ini menghasilkan sekitar 330MW listrik, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik bagi 2,1 juta rumah tangga Indonesia. Proyek ini disponsori oleh konsorsium Medco Power Indonesia, ITOCHU Corporation, Kyushu Electric Power Co., INPEX, dan Ormat Technologies.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi, mengatakan “Saya sangat senang dengan penyelesaian Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 330MW ini, karena menunjukkan dukungan Perusahaan yang berkelanjutan terhadap pembangunan ekonomi Indonesia dan komitmen kami untuk memberikan nilai kepada para pemangku kepentingan kami.”

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Keuangan 1Q 2018

RINGKASAN KINERJA 1Q 2018

Operasional

  • Rata-rata produksi mencapai 85,5 mboed
    • Produksi Minyak – 33,9 mboed, produksi gas – 274,1 mmscfd
    • Biaya per Unit mencapai US$8,3 per boe

Finansial

  • EBITDA sebesar US$148,0 juta, lebih tinggi 41.1% dibanding 1Q 2017
  • Laba bruto sebesar US$151,6 juta, lebih tinggi 43.7% dibanding 2017
  • Rasio hutang bersih terhadap EBITDA yang telah dianualisasi sebesar 3.2x (3.5x termasuk MPI)
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas serta yang dibatasi penggunaannya sebesar  US$633,8 juta

Jakarta, 3 Mei 2018 – PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") mengumumkan hasil keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir 31 Maret 2018 ("1Q 2018").

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi, mengatakan,“Bersama dengan hasil 1Q 2018, kami dengan senang hati mengumumkan penemuan gas baru di Sumatera Selatan yang akan memperbesar cadangan dan produksi gas kami untuk pasar domestik. Integrasi Medco Power Indonesia telah berjalan dengan baik dan kami berharap dapat lebih mendayagunakan portofolio gas dan keterampilan teknis kami untuk menangkap peluang pertumbuhan yang pesat di sektor ini."

Ikhtisar Operasional

  • Produksi migas 1Q 2018 sebesar 85,5 mboepd, lebih besar dari angka kuartal empat 2017 dan panduan setahun 2018 namun 6% di bawah kuartal pertama 2017 karena menurunnya permintaan dari pelanggan gas.
  • Produksi dari MPI di 1Q 2018 adalah 593 GWh, 36% di atas kuartal pertama 2017 setelah adanya operasi komersial dari panas bumi Sarulla unit I dan unit II pada bulan Maret dan Oktober 2017. Unit III dan unit terakhir dari pengembangan fase I Sarulla diperkirakan akan memasuki operasi komersial pada pertengahan Mei.
  • Perusahaan dengan senang hati mengumumkan penemuan gas baru di sumur eksplorasi Nowera-1 di Sumatera Selatan. Sumur tersebut mengeluarkan gas pada bulan Februari dan mengalirkan volume komersial setelah menembus formasi Baturaja yang mengandung gas karbonat di kedalaman 120 kaki. Pengujian dan penilaian lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan ukuran sumber daya sebelum komersialisasi.
  • Pembangunan gas di Blok A Aceh masih sesuai dengan jadwal dan anggaran dengan proses komisioning gas yang telah dicapai pada 25 Maret lalu. Produksi di lapangan ini akan meningkat hingga kapasitas penuh 58 bbtud menjelang akhir kuartal kedua.
  • PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”) afiliasi usaha pertambangan Perseroan terus menghasilkan pendapatannya dari pengolahan stock-pile setelah tahap-6 paripurna di 2017. Pengembangan tahap-7 di tambang Batu Hijau dan pemboran untuk proses penilaian pada sumber daya Elang masih terus digiatkan.

Ikhtisar Keuangan

  • Pendapatan sebesar US$288,9 juta lebih tinggi 36% dari kuartal pertama 2017 karena harga realisasi minyak yang lebih tinggi sebesar US$63,3 per bbl (+ 22,7%) dan US$5,7 per mmbtu (+ 3,6%) untuk gas. MPI menyumbang 19,7% dari pendapatan Perseroan di kuartal pertama, dengan harga jual yang lebih tinggi sebesar US$4,41 sen / kwh (+ 59,1%).
  • Biaya per unit terus menjadi area fokus dengan biaya per unit US$8,3 per boe, sejalan dengan fokus Perseroan untuk mempertahankan biaya per unit di bawah US$10.0 per boe.
  • Perusahaan mencatatkan laba bruto US$151,6 juta, lebih tinggi 43,7% dari kuartal pertama 2017 dengan margin laba bruto 52,5%, lebih tinggi dari 49,6% pada kuartal pertama 2017.
  • Perseroan mencatatkan EBITDA sebesar US$148,0 juta, 41,1% lebih tinggi dari kuartal pertama 2017 dengan margin EBITDA meningkat menjadi 51,2%, lebih tinggi dari 49,3% pada kuartal pertama 2017.
  • Perseroan membukukan laba bersih sebesar US$21,6 juta, dibandingkan dengan US$43,1 juta pada kuartal pertama 2017. Tanpa adanya keuntungan yang bersifat non-recurring item sebesar ~US$20 juta pada kuartal pertama 2017, laba bersih di 1Q 2018 menurun akibat permintaan dari pelanggan gas yang lebih rendah dan telah paripurnanya AMNT tahap-6 pada 2017.
  • Pada bulan Januari 2018, Perusahaan memperoleh US$500 juta melalui obligasi US$ tujuh tahun dengan kupon 6,75%. Hutang kuartal pertama setelah kas yang dibatasi penggunaannya tidak banyak berubah di US$2,5 miliar. Hutang bersih terhadap EBITDA yang dianualisasi membaik menjadi 3,5x dan 3,2x tanpa MPI.
  • AMNT terus mengalami kemajuan menuju ke arah IPO dan Perseroan mendilusikan kepemilikannya di AMNT menjadi 32.3% selama kuartal pertama. AMNT sedang bernegosiasi untuk mendapatkan suntikan dana kas tambahan yang dapat mengakibatkan dilusi lebih lanjut.

Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi, mengatakan, “Ini adalah awal yang baik untuk tahun 2018, meskipun permintaan gas yang sementara ini lebih rendah dari beberapa pelanggan kami. Pada kuartal kedua 2018, fokus kami adalah untuk secara aman menyelesaikan pengembangan dan komisioning Blok A Aceh dan integrasi MPI. Dengan harga komoditas yang membaik dan posisi keuangan kami yang lebih kuat, kami akan terus melanjutkan rencana investasi di masa depan.”

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Laporan Audit 2017

IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA 2017

Operasional

  • Produksi Minyak dan Gas meningkat 31,5% dibandingkan tahun sebelumnya
  • Rata-rata produksi mencapai 86,8 MBOEPD (66,0 MBOEPD pada tahun 2016)
    • Produksi Minyak – 35,1 MBOPD
    • Produksi Gas – 278,0 MMSCFD
    • Biaya per Unit mencapai US$9,1/BOE

Finansial

  • EBITDA sebesar US$434,2 juta (US$267,7 juta in 2016)
  • Laba bersih sebesar US$127,1 juta (US$184,8 juta in 2016)
  • Rasio Hutang Bersih terhadap EBITDA sebesar 3.7x (tanpa MPI) dan sama dengan pencapaian di 2014
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya sebesar US$635 juta

 

Jakarta, 11 April 2018 – PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”) mengumumkan laba bersih sebesar US$127,8 juta dan kenaikan volume produksi minyak dan gas sebesar 31,5% untuk periode yang berakhir 31 Desember 2017 (“2017”).

Roberto Lorato, CEO, mengatakan bahwa “Kami cukup senang dengan hasil ini yang mencerminkan penguatan kinerja operasi, seiring dengan keberhasilan upaya program efisiensi bisnis yang cukup kompleks, termasuk integrasi dari aset South Natuna Sea.”

Pencapaian Operasional

  • Produksi minyak dan gas naik menjadi 86,8 MBOEPD atau tumbuh sebesar 31,5% dibandingkan tahun lalu, didorong oleh kinerja yang kuat dari blok South Natuna Sea setelah diakuisisinya asset tersebut pada kuartal keempat 2016, serta diikuti dengan produksi yang lebih tinggi dari lapangan Senoro, dan penurunan lebih rendah di ladang Sumatera Selatan dan Rimau. Reserve Replacement Ratio tahunan (RRR) untuk 2017 dan untuk rata-rata 3 tahunan menunjukkan sekitar 1,3x.
  • Proyek Blok A Aceh telah sesuai jadwal dan anggaran dengan commisioning gas yang dicapai pada 25 Maret 2018 lalu, dan kapasitas penuh Blok ini akan meningkat hingga 58 BBTUD selama kuartal kedua 2018.
  • Di kuartal keempat tahun 2017, Perseroan meningkatkan kepemilikannya di Medco Power Indonesia ("MPI") dari 49,0% menjadi 88,6%, dan Perseroan mulai mengkonsolidasikan MPI dalam laporan keuangannya. Sebagai perusahaan listrik nasional yang berfokus pada energi gas, energi terbarukan yang bersih, MPI mengoperasikan pembangkit dengan kapasitas bruto sebesar 526MW dan menyediakan layanan operasi dan pemeliharaan untuk pembangkit yang menghasilkan 2.150 MW, Perseroan berharap dapat menghasilkan sinergi yang signifikan di masa depan dari portofolio ladang gas yang dioperasikan, fasilitas LNG, dan tenaga gas baru MPI. Namun, fokus jangka pendek MPI adalah menyelesaikan pembangunan fasilitas panas bumi Pusaka mini-hydro dan fasilitas panas bumi Sarulla Unit 3, yang keduanya diharapkan akan mencapai operasi komersial pada kuartal kedua tahun 2018.
  • Pada tahun 2017, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”), afiliasi penambangan Perseroan telah menyelesaikan studi kelayakan pembangunan fasilitas smelter dan telah membayar kembali fasilitas pinjaman akuisisi dan mezzanine. Pada kuartal keempat, AMNT sudah memulai pengembangan fase-7 dari tambang Batu Hijau yang ada dari sumber pembiayaan internal, dan kemudian memperoleh pendanaan lebih lanjut untuk pembangunannya. Pada 2017, pengeboran appraisal terhadap asset tambang Elang sedang berlanjut dan ini telah memungkinkan AMNT untuk meningkatkan besaran ekspektasi sumber daya aset tambang Elang.


Pencapaian Finansial

  • Pendapatan setahun penuh naik menjadi US$925,6 juta, meningkat 56,9% dibandingkan tahun 2016 karena produksi yang lebih tinggi dan harga komoditas yang membaik. Harga realisasi rata-rata adalah US$51,5/BBLS (+21,8% year-on-year) untuk minyak dan US$5,5/MMBTU (+ 25,7% year-on- year) untuk gas. Pendapatan dari MPI turut menyumbang 7% dari total pendapatan perusahaan di tahun 2017 setelah dikonsolidasikan pada kuartal keempat.
  • Perseroan terus berfokus pada efisiensi dengan biaya tunai tahun 2017 sebesar US$9,1 / BOE, lebih rendah dari komitmen Perusahaan untuk menjaga biaya per unit di bawah US$10/BOE hingga 2020.
  • EBITDA melonjak 62,2% year-on-year menjadi US$434,2 juta, dengan peningkatan marjin EBITDA menjadi sebesar 46,9% (45,4% pada tahun 2016). Hutang bersih terhadap EBITDA adalah 3,7x di 2017 tanpa MPI, dan 4,6x termasuk MPI; keduanya jauh di bawah level 6,5x pada tahun 2016.
  • Di sisi laba, Peseroan membukukan laba bersih sebesar US$127,1 juta, dibandingkan dengan US$184,8 juta pada tahun 2016. Hasil di tahun 2017 mencakup beberapa biaya tidak berulang, termasuk penyesuaian pra-penjualan atas aset yang dimiliki untuk dijual, dan termasuk beban bunga dan pembiayaan AMNT untuk pelunasan hutang akuisisi dan hutang mezzanine (US$ 62,3 juta), pelepasan biaya untuk lindung nilai harga komoditas (US$135,7 juta) serta paket terminasi dini untuk karyawan tetap dan kontrak tertentu (US$20,4 juta).
  • Pada kuartal keempat 2017, Perusahaan telah menyelesaikan proses “Hak Memesan Tanpa Efek terlebih Dahulu” (HMETD) dengan rasio 1 saham baru untuk tiap 3 saham baru dengan perolehan dana tambahan sekitar US$195 juta dengan sekitar US$200 juta dana tambahan dari waran yang diharapkan akan dilaksanakan mulai Juli 2018 dan seterusnya.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, mengatakan, “Kinerja Perseroan cukup baik di tahun 2017 meskipun lingkungan bisnis yang cenderung berubah, dan kami berada diposisi yang baik untuk tetap kompetitif di masa mendatang. Aksi korporasi yang sukses, termasuk akuisisi saham pengendali di MPI, penerbitan obligasi USD kedua dan pelaksanaan transaksi HMETD juga telah memperkuat struktur modal kami serta turut memberikan nilai kepada para pemegang saham.”

Click here to download

Medco Daya Abadi Lestari Mengkonsolidasi Kepemilikan di MedcoEnergi

PT Medco Daya Abadi Lestari (“Medco Daya”), pemegang saham PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perusahaan”) menginformasikan Perusahaan bahwa efektif per tanggal 28 Maret 2018, telah mengkonsolidasikan kepemilikan saham keluarga Panigoro di MedcoEnergi atas nama Medco Daya dan menjadikannya pemegang saham dengan kepemilikan sebesar 50% lebih di MedcoEnergi.

Konsolidasi dilakukan melalui penyaluran 7.523,96 juta saham MedcoEnergi secara kolektif dari Encore Energy Pte. Ltd. dan Clio Capital Ventures. Ltd, kepada Medco Daya. Saham telah ditransaksikan silang di Bursa Efek Indonesia melalui penyelesaian di pasar negosiasi dengan harga rata-rata Rp 1.357 per saham dan perpindahan kepemilikan saham saat ini tidak mengakibatkan perubahan kendali atas MedcoEnergi.

Medco Daya dimiliki sepenuhnya oleh anggota Keluarga Panigoro yang dipimpin oleh Bapak Arifin Panigoro.

Click here to download