Mengembalikan Aset Strategis Milik Indonesia dari Newmont

Amman Mineral Nusa Tenggara, Sumbawa Barat, Indonesia

Transaksi ini merupakan pencapaian yang sangat penting bagi Perseroan dan semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah Indonesia. Kami berkomitmen untuk mempertahankan standar kelas dunia dalam keamanan, pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial, serta sumberdaya manusia yang berkualitas tinggi.

Operasi Lepas Pantai Kelas Dunia

South Natuna Sea Block B, Riau,Indonesia

Sebuah PSC lepas pantai yang terletak di Laut Natuna Selatan dengan basis hidrokarbon yang besar dan standar Kesehatan, Keselamatan, dan Catatan Lingkungan terbaik di kelasnya. Dengan integrasi aset ini ke dalam portofolio MedcoEnergi melalui akuisisi, maka akan meningkatkan kemampuan dan skala Perseroan sebagai Perusahaan Minyak dan Gas dengan operasi lepas pantai kelas dunia.

Tonggak Pencapaian Penting MedcoEnergi

Proyek Senoro Hulu dan Hilir LNG

MedcoEnergi sebagai Perusahaan Migas Swasta Nasional dan mitranya telah berhasil memonetisasi lapangan gas Senoro yang dahulu dianggap sebagai stranded gas sehingga dapat menjadi pemasok gas ke kilang Donggi Senoro LNG dan lainnya. Peresmian kedua proyek dilakukan bersamaan dengan pengapalan kargo LNG pertama oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo.

Energi Bersih untuk Bumi

Panas Bumi Sarulla, Sumatera Utara, Indonesia

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla telah dimulai tahun 2014, dan akan menghasilkan daya listrik sebesar 3 x 110 MW. Setelah selesai, sebagai kontrak proyek listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia, pembangkit ini akan menghasilkan energi listrik yang bersih dan berkelanjutan dan diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga 1,3 juta ton per tahun.

Monetisasi Cadangan

Blok A, Aceh, Indonesia

Pada bulan Januari 2015, MedcoEnergi menandatangani perjanjian jual beli gas yang bernilai lebih dari AS$ 2 milyar, setara dengan 200 BCF cadangan dari Kontrak Kerja Sama Blok A di Provinsi Aceh, Indonesia. Pembeli gas Blok A adalah perusahaan negara Pertamina, dengan harga gas yang disepakati AS$ 9,45 per MMBTU. Kontrak ini menunjukkan dukungan Perusahaan untuk pengembangan pasar gas domestik Indonesia, disaat yang sama menciptakan nilai bagi perusahaan dan membangun nilai ekonomis penting di provinsi Aceh.

Saham

19/06/2018
MEDC-IDX
(IDR)
1.130
Market Cap
(Trilion IDR)
20,0
Volume
(lot)
341.492

Whistleblower

Memastikan MedcoEnergi sebagai tempat yang aman, adil dan nyaman untuk bekerja.
Berita Terkini
Senin, 14/05/2018 WIB Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa MedcoEnergi

MedcoEnergi menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST dan RUPSLB) pada hari Senin, 14 Mei 2018.

Selasa, 08/05/2018 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Operasi Komersial Unit ketiga Sarulla Geothermal

MedcoEnergi hari ini mengumumkan operasi komersial unit ketiga dan terakhir dalam pengembangan tahap pertama dari Proyek Tenaga Panas Bumi Sarulla.

Kamis, 03/05/2018 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Keuangan 1Q 2018

PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan hasil keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir 31 Maret 2018.

Rabu, 11/04/2018 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Laporan Audit 2017

MedcoEnergi mengumumkan laba bersih sebesar US$127,8 juta dan kenaikan volume produksi minyak dan gas sebesar 31,5% untuk periode yang berakhir 31 Desember 2017.

Kamis, 29/03/2018 WIB Medco Daya Abadi Lestari Mengkonsolidasi Kepemilikan di MedcoEnergi

PT Medco Daya Abadi Lestari, telah mengkonsolidasikan kepemilikan saham keluarga Panigoro di Medco Energi dan menjadikannya pemegang saham dengan kepemil ...

Jumat, 26/01/2018 WIB MedcoEnergi Memenangkan “Upstream Company of the Year”

MedcoEnergi telah menerima penghargaan "Upstream Company of the Year" tahun 2017, dalam acara yang diselenggarakan oleh APAC Energy Council, 24 Januari 2018 di Si ...

Kamis, 25/01/2018 WIB MedcoEnergi Menerbitkan Obligasi 7NC4 Sebesar US$ 500 Juta

MedcoEnergi mengumumkan keberhasilan penerbitan obligasi 7NC4 sebesar US$ 500 juta, tenor tujuh tahun serta kupon sebesar 6,75%.

Jumat, 05/01/2018 WIB MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Laporan Audit 9M 2017

MedcoEnergi mengumumkan laba bersih sebesar US$164,3 juta dan kenaikan volume produksi minyak dan gas sebesar 38,3% untuk periode yang berakhir 30 September 2017.

Kamis, 21/12/2017 WIB MedcoEnergi Berhasil Merampungkan Periode Perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

Target perolehan dana dari IDR 2.640 miliar (lebih kurang US $ 195 juta), mengalami kelebihan penawaran lebih kurang 45%.

Kamis, 30/11/2017 WIB MedcoEnergi Memenuhi Persyaratan Terakhir untuk Penerbitan HMETD

MedcoEnergi mengumumkan telah memperoleh surat pernyataan efektif dari OJK untuk penerbitan HMETD-nya.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa MedcoEnergi

Jakarta, 14 Mei 2018 - PT Medco Energi International Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan") menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPST dan RUPSLB) pada hari Senin, 14 Mei 2018.

Para Pemegang Saham RUPSLB menyetujui Peningkatan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu hingga sepuluh persen dari modal yang ditempatkan dan disetor Perusahaan. Kegiatan peningkatan modal ini diharapkan akan selesai dalam waktu dua tahun dengan harga minimum Rp1.305 per lembar sahamnya, menjadi harga penutupan rata-rata untuk 25 hari perdagangan sebelumnya sebelum pengumuman. Hasil dari peningkatan modal ini akan digunakan untuk keperluan umum perusahaan, termasuk peningkatan struktur modal, modal kerja atau investasi masa depan.

Para pemegang saham juga menyetujui program pembelian kembali saham, untuk mendukung Program Kepemilikan Saham bagi Karyawan dan Manajemen Perusahaan.

Selama RUPST Pemegang Saham menyetujui Laporan Tahunan 2017 dan Laporan Keuangan Konsolidasi yang telah diaudit, menunjuk Kantor Akuntan Publik yang terdaftar, Purwantono, Sungkoro & Surja (perusahaan anggota dari Ernst & Young Global Limited) untuk melakukan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2018, dan juga menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk periode Januari - Desember 2018.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur PT Medco Energi International Tbk, mengatakan bahwa "Tahun 2017 adalah tahun yang sukses bagi Perusahaan. Dengan persetujuan dari RUPS Luar Biasa hari ini, kami yakin untuk terus meningkatkan kinerja kami dan terus memenuhi komitmen kami kepada para pemangku kepentingan."

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Operasi Komersial Unit ketiga Sarulla Geothermal

Jakarta, 8 Mei 2018 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan") hari ini mengumumkan operasi komersial unit ketiga dan terakhir dalam pengembangan tahap pertama dari Proyek Tenaga Panas Bumi Sarulla ("Proyek"). Operasi komersial unit pertama dan kedua dari Proyek ini telah dimulai pada tanggal 18 Maret 2017 dan 2 Oktober 2017.

Proyek ini adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kontrak tunggal terbesar di dunia dan terletak di distrik Pahae Jae dan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Proyek senilai US $ 1,7 miliar ini menghasilkan sekitar 330MW listrik, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik bagi 2,1 juta rumah tangga Indonesia. Proyek ini disponsori oleh konsorsium Medco Power Indonesia, ITOCHU Corporation, Kyushu Electric Power Co., INPEX, dan Ormat Technologies.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi, mengatakan “Saya sangat senang dengan penyelesaian Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 330MW ini, karena menunjukkan dukungan Perusahaan yang berkelanjutan terhadap pembangunan ekonomi Indonesia dan komitmen kami untuk memberikan nilai kepada para pemangku kepentingan kami.”

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Keuangan 1Q 2018

RINGKASAN KINERJA 1Q 2018

Operasional

  • Rata-rata produksi mencapai 85,5 mboed
    • Produksi Minyak – 33,9 mboed, produksi gas – 274,1 mmscfd
    • Biaya per Unit mencapai US$8,3 per boe

Finansial

  • EBITDA sebesar US$148,0 juta, lebih tinggi 41.1% dibanding 1Q 2017
  • Laba bruto sebesar US$151,6 juta, lebih tinggi 43.7% dibanding 2017
  • Rasio hutang bersih terhadap EBITDA yang telah dianualisasi sebesar 3.2x (3.5x termasuk MPI)
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas serta yang dibatasi penggunaannya sebesar  US$633,8 juta

Jakarta, 3 Mei 2018 – PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") mengumumkan hasil keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir 31 Maret 2018 ("1Q 2018").

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi, mengatakan,“Bersama dengan hasil 1Q 2018, kami dengan senang hati mengumumkan penemuan gas baru di Sumatera Selatan yang akan memperbesar cadangan dan produksi gas kami untuk pasar domestik. Integrasi Medco Power Indonesia telah berjalan dengan baik dan kami berharap dapat lebih mendayagunakan portofolio gas dan keterampilan teknis kami untuk menangkap peluang pertumbuhan yang pesat di sektor ini."

Ikhtisar Operasional

  • Produksi migas 1Q 2018 sebesar 85,5 mboepd, lebih besar dari angka kuartal empat 2017 dan panduan setahun 2018 namun 6% di bawah kuartal pertama 2017 karena menurunnya permintaan dari pelanggan gas.
  • Produksi dari MPI di 1Q 2018 adalah 593 GWh, 36% di atas kuartal pertama 2017 setelah adanya operasi komersial dari panas bumi Sarulla unit I dan unit II pada bulan Maret dan Oktober 2017. Unit III dan unit terakhir dari pengembangan fase I Sarulla diperkirakan akan memasuki operasi komersial pada pertengahan Mei.
  • Perusahaan dengan senang hati mengumumkan penemuan gas baru di sumur eksplorasi Nowera-1 di Sumatera Selatan. Sumur tersebut mengeluarkan gas pada bulan Februari dan mengalirkan volume komersial setelah menembus formasi Baturaja yang mengandung gas karbonat di kedalaman 120 kaki. Pengujian dan penilaian lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan ukuran sumber daya sebelum komersialisasi.
  • Pembangunan gas di Blok A Aceh masih sesuai dengan jadwal dan anggaran dengan proses komisioning gas yang telah dicapai pada 25 Maret lalu. Produksi di lapangan ini akan meningkat hingga kapasitas penuh 58 bbtud menjelang akhir kuartal kedua.
  • PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”) afiliasi usaha pertambangan Perseroan terus menghasilkan pendapatannya dari pengolahan stock-pile setelah tahap-6 paripurna di 2017. Pengembangan tahap-7 di tambang Batu Hijau dan pemboran untuk proses penilaian pada sumber daya Elang masih terus digiatkan.

Ikhtisar Keuangan

  • Pendapatan sebesar US$288,9 juta lebih tinggi 36% dari kuartal pertama 2017 karena harga realisasi minyak yang lebih tinggi sebesar US$63,3 per bbl (+ 22,7%) dan US$5,7 per mmbtu (+ 3,6%) untuk gas. MPI menyumbang 19,7% dari pendapatan Perseroan di kuartal pertama, dengan harga jual yang lebih tinggi sebesar US$4,41 sen / kwh (+ 59,1%).
  • Biaya per unit terus menjadi area fokus dengan biaya per unit US$8,3 per boe, sejalan dengan fokus Perseroan untuk mempertahankan biaya per unit di bawah US$10.0 per boe.
  • Perusahaan mencatatkan laba bruto US$151,6 juta, lebih tinggi 43,7% dari kuartal pertama 2017 dengan margin laba bruto 52,5%, lebih tinggi dari 49,6% pada kuartal pertama 2017.
  • Perseroan mencatatkan EBITDA sebesar US$148,0 juta, 41,1% lebih tinggi dari kuartal pertama 2017 dengan margin EBITDA meningkat menjadi 51,2%, lebih tinggi dari 49,3% pada kuartal pertama 2017.
  • Perseroan membukukan laba bersih sebesar US$21,6 juta, dibandingkan dengan US$43,1 juta pada kuartal pertama 2017. Tanpa adanya keuntungan yang bersifat non-recurring item sebesar ~US$20 juta pada kuartal pertama 2017, laba bersih di 1Q 2018 menurun akibat permintaan dari pelanggan gas yang lebih rendah dan telah paripurnanya AMNT tahap-6 pada 2017.
  • Pada bulan Januari 2018, Perusahaan memperoleh US$500 juta melalui obligasi US$ tujuh tahun dengan kupon 6,75%. Hutang kuartal pertama setelah kas yang dibatasi penggunaannya tidak banyak berubah di US$2,5 miliar. Hutang bersih terhadap EBITDA yang dianualisasi membaik menjadi 3,5x dan 3,2x tanpa MPI.
  • AMNT terus mengalami kemajuan menuju ke arah IPO dan Perseroan mendilusikan kepemilikannya di AMNT menjadi 32.3% selama kuartal pertama. AMNT sedang bernegosiasi untuk mendapatkan suntikan dana kas tambahan yang dapat mengakibatkan dilusi lebih lanjut.

Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi, mengatakan, “Ini adalah awal yang baik untuk tahun 2018, meskipun permintaan gas yang sementara ini lebih rendah dari beberapa pelanggan kami. Pada kuartal kedua 2018, fokus kami adalah untuk secara aman menyelesaikan pengembangan dan komisioning Blok A Aceh dan integrasi MPI. Dengan harga komoditas yang membaik dan posisi keuangan kami yang lebih kuat, kami akan terus melanjutkan rencana investasi di masa depan.”

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Laporan Audit 2017

IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA 2017

Operasional

  • Produksi Minyak dan Gas meningkat 31,5% dibandingkan tahun sebelumnya
  • Rata-rata produksi mencapai 86,8 MBOEPD (66,0 MBOEPD pada tahun 2016)
    • Produksi Minyak – 35,1 MBOPD
    • Produksi Gas – 278,0 MMSCFD
    • Biaya per Unit mencapai US$9,1/BOE

Finansial

  • EBITDA sebesar US$434,2 juta (US$267,7 juta in 2016)
  • Laba bersih sebesar US$127,1 juta (US$184,8 juta in 2016)
  • Rasio Hutang Bersih terhadap EBITDA sebesar 3.7x (tanpa MPI) dan sama dengan pencapaian di 2014
  • Likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya sebesar US$635 juta

 

Jakarta, 11 April 2018 – PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”) mengumumkan laba bersih sebesar US$127,8 juta dan kenaikan volume produksi minyak dan gas sebesar 31,5% untuk periode yang berakhir 31 Desember 2017 (“2017”).

Roberto Lorato, CEO, mengatakan bahwa “Kami cukup senang dengan hasil ini yang mencerminkan penguatan kinerja operasi, seiring dengan keberhasilan upaya program efisiensi bisnis yang cukup kompleks, termasuk integrasi dari aset South Natuna Sea.”

Pencapaian Operasional

  • Produksi minyak dan gas naik menjadi 86,8 MBOEPD atau tumbuh sebesar 31,5% dibandingkan tahun lalu, didorong oleh kinerja yang kuat dari blok South Natuna Sea setelah diakuisisinya asset tersebut pada kuartal keempat 2016, serta diikuti dengan produksi yang lebih tinggi dari lapangan Senoro, dan penurunan lebih rendah di ladang Sumatera Selatan dan Rimau. Reserve Replacement Ratio tahunan (RRR) untuk 2017 dan untuk rata-rata 3 tahunan menunjukkan sekitar 1,3x.
  • Proyek Blok A Aceh telah sesuai jadwal dan anggaran dengan commisioning gas yang dicapai pada 25 Maret 2018 lalu, dan kapasitas penuh Blok ini akan meningkat hingga 58 BBTUD selama kuartal kedua 2018.
  • Di kuartal keempat tahun 2017, Perseroan meningkatkan kepemilikannya di Medco Power Indonesia ("MPI") dari 49,0% menjadi 88,6%, dan Perseroan mulai mengkonsolidasikan MPI dalam laporan keuangannya. Sebagai perusahaan listrik nasional yang berfokus pada energi gas, energi terbarukan yang bersih, MPI mengoperasikan pembangkit dengan kapasitas bruto sebesar 526MW dan menyediakan layanan operasi dan pemeliharaan untuk pembangkit yang menghasilkan 2.150 MW, Perseroan berharap dapat menghasilkan sinergi yang signifikan di masa depan dari portofolio ladang gas yang dioperasikan, fasilitas LNG, dan tenaga gas baru MPI. Namun, fokus jangka pendek MPI adalah menyelesaikan pembangunan fasilitas panas bumi Pusaka mini-hydro dan fasilitas panas bumi Sarulla Unit 3, yang keduanya diharapkan akan mencapai operasi komersial pada kuartal kedua tahun 2018.
  • Pada tahun 2017, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”), afiliasi penambangan Perseroan telah menyelesaikan studi kelayakan pembangunan fasilitas smelter dan telah membayar kembali fasilitas pinjaman akuisisi dan mezzanine. Pada kuartal keempat, AMNT sudah memulai pengembangan fase-7 dari tambang Batu Hijau yang ada dari sumber pembiayaan internal, dan kemudian memperoleh pendanaan lebih lanjut untuk pembangunannya. Pada 2017, pengeboran appraisal terhadap asset tambang Elang sedang berlanjut dan ini telah memungkinkan AMNT untuk meningkatkan besaran ekspektasi sumber daya aset tambang Elang.


Pencapaian Finansial

  • Pendapatan setahun penuh naik menjadi US$925,6 juta, meningkat 56,9% dibandingkan tahun 2016 karena produksi yang lebih tinggi dan harga komoditas yang membaik. Harga realisasi rata-rata adalah US$51,5/BBLS (+21,8% year-on-year) untuk minyak dan US$5,5/MMBTU (+ 25,7% year-on- year) untuk gas. Pendapatan dari MPI turut menyumbang 7% dari total pendapatan perusahaan di tahun 2017 setelah dikonsolidasikan pada kuartal keempat.
  • Perseroan terus berfokus pada efisiensi dengan biaya tunai tahun 2017 sebesar US$9,1 / BOE, lebih rendah dari komitmen Perusahaan untuk menjaga biaya per unit di bawah US$10/BOE hingga 2020.
  • EBITDA melonjak 62,2% year-on-year menjadi US$434,2 juta, dengan peningkatan marjin EBITDA menjadi sebesar 46,9% (45,4% pada tahun 2016). Hutang bersih terhadap EBITDA adalah 3,7x di 2017 tanpa MPI, dan 4,6x termasuk MPI; keduanya jauh di bawah level 6,5x pada tahun 2016.
  • Di sisi laba, Peseroan membukukan laba bersih sebesar US$127,1 juta, dibandingkan dengan US$184,8 juta pada tahun 2016. Hasil di tahun 2017 mencakup beberapa biaya tidak berulang, termasuk penyesuaian pra-penjualan atas aset yang dimiliki untuk dijual, dan termasuk beban bunga dan pembiayaan AMNT untuk pelunasan hutang akuisisi dan hutang mezzanine (US$ 62,3 juta), pelepasan biaya untuk lindung nilai harga komoditas (US$135,7 juta) serta paket terminasi dini untuk karyawan tetap dan kontrak tertentu (US$20,4 juta).
  • Pada kuartal keempat 2017, Perusahaan telah menyelesaikan proses “Hak Memesan Tanpa Efek terlebih Dahulu” (HMETD) dengan rasio 1 saham baru untuk tiap 3 saham baru dengan perolehan dana tambahan sekitar US$195 juta dengan sekitar US$200 juta dana tambahan dari waran yang diharapkan akan dilaksanakan mulai Juli 2018 dan seterusnya.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, mengatakan, “Kinerja Perseroan cukup baik di tahun 2017 meskipun lingkungan bisnis yang cenderung berubah, dan kami berada diposisi yang baik untuk tetap kompetitif di masa mendatang. Aksi korporasi yang sukses, termasuk akuisisi saham pengendali di MPI, penerbitan obligasi USD kedua dan pelaksanaan transaksi HMETD juga telah memperkuat struktur modal kami serta turut memberikan nilai kepada para pemegang saham.”

Click here to download

Medco Daya Abadi Lestari Mengkonsolidasi Kepemilikan di MedcoEnergi

PT Medco Daya Abadi Lestari (“Medco Daya”), pemegang saham PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perusahaan”) menginformasikan Perusahaan bahwa efektif per tanggal 28 Maret 2018, telah mengkonsolidasikan kepemilikan saham keluarga Panigoro di MedcoEnergi atas nama Medco Daya dan menjadikannya pemegang saham dengan kepemilikan sebesar 50% lebih di MedcoEnergi.

Konsolidasi dilakukan melalui penyaluran 7.523,96 juta saham MedcoEnergi secara kolektif dari Encore Energy Pte. Ltd. dan Clio Capital Ventures. Ltd, kepada Medco Daya. Saham telah ditransaksikan silang di Bursa Efek Indonesia melalui penyelesaian di pasar negosiasi dengan harga rata-rata Rp 1.357 per saham dan perpindahan kepemilikan saham saat ini tidak mengakibatkan perubahan kendali atas MedcoEnergi.

Medco Daya dimiliki sepenuhnya oleh anggota Keluarga Panigoro yang dipimpin oleh Bapak Arifin Panigoro.

Click here to download

MedcoEnergi Memenangkan “Upstream Company of the Year”

JAKARTA, 26 Januari 2018 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi") mengumumkan bahwa Perusahaan telah menerima penghargaan "Upstream Company of the Year" tahun 2017, dalam acara yang diselenggarakan oleh APAC Energy Council, 24 Januari 2018 di Singapura.

MedcoEnergi terpilih di antara semua perusahaan hulu yang ada di wilayah Asia Pasifik dan berhasil masuk dalam final nominasi 3 perusahaan dimana dua perusahaan energi lainnya berasal dari Australia dan Singapura.

Pada 2017 juga, MedcoEnergi juga telah menerima dua penghargaan untuk "Deal of the Year" atas akuisisi 40% saham South Natuna Sea Block B, dan "Executive of the Year" yang diberikan kepada CEO kami, Roberto Lorato.

Ronald Gunawan, Direktur & COO Perusahaan, mengatakan "Pada tahun 2017, MedcoEnergi telah berhasil mentransformasi dirinya menjadi perusahaan E&P lepas pantai dan darat yang terintegrasi melalui akuisisi 40% saham yang dioperasikan di South Natuna Sea Block B. Kami juga telah berhasil mengintegrasikan aset ini dengan baik, tanpa adanya gangguan bisnis, dan juga pada saat yang sama mempertahankan operasi dengan aman. Kami telah mengkonsolidasikan berbagai operasi kami dengan efisien dan mencapai biaya produksi kurang dari US$ 10 / BOE, sehingga perusahaan terus dapat memberi nilai lebih bagi para stakeholder kami."

Untuk informasi tentang award dan assosiasi ini bisa diunduh lebih lanjut dalam situs www.energycouncil.com

Click here to download

MedcoEnergi Menerbitkan Obligasi 7NC4 Sebesar US$ 500 Juta

JAKARTA, 25 Januari 2018 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan") mengumumkan keberhasilan penerbitan obligasi 7NC4 144A / Reg S sebesar US$ 500 juta dengan kelebihan permintaan sebanyak delapan kali, tenor tujuh tahun serta kupon sebesar 6,75%.

Moody's telah menaikkan peringkat B2 emiten dari Positif menjadi Stabil, sementara Fitch dan Standard & Poor's menegaskan kembali peringkat B Stabil bagi emiten. Perusahaan akan menggunakan dana dari obligasi ini untuk membayar hutang perusahaan.

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi, mengatakan "Permintaan kuat dari para investor obligasi ini mencerminkan realisasi komitmen Perusahaan yang konsisten baik terhadap kinerja operasional maupun rencana deleveraging. Kami berhasil memproduksi minyak dan gas yang lebih tinggi dari yang dianggarkan dan tetap mempertahankan efisiensi biaya serta baru saja melaksanakan rights issue dengan sukses."

Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi, mengatakan "Kami senang dengan hasil penerbitan obligasi ini, dan juga peningkatan peringkat credit outlook yang mencerminkan kepercayaan pada perusahaan. Kami akan terus melanjutkan rencana perusahaan demi memberikan keuntungan bagi semua pemangku kepentingan kami. "

Click here to download

MedcoEnergi Mengumumkan Hasil Laporan Audit 9M 2017

IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA 9M 2017

Operasional

  • Produksi Minyak dan Gas meningkat 38,3%  
  • Rata-rata produksi mencapai 88,3 MBOEPD (63,9 MBOEPD in 9M 2016)
    • Produksi Minyak – 35,5 MBOPD
    • Produksi Gas – 283,6 MMSCFD
    • Biaya per Unit mencapai $8,1/BOE sesuai komitmen untuk mempertahankan biaya per unit di bawah $10/BOE

Finansial

  • EBITDA sebesar US$310,9 juta (US$180,11 juta untuk 9M 2016)
  • Laba bersih sebesar US$164,3 juta  (rugi bersih US$149,61 juta untuk 9M 2016)
  • Hutang bersih berkurang 5% dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2016
  • Likuiditas yang kuat dengan uang kas, setara kas dan kas yang dibatasi penggunaannya lebih dari US $ 485 juta ditambah dengan piutang usaha sebesar US $ 180 juta.

 

1 Disajikan kembali dari hasil keuangan 9M 2016 yang tidak diaudit

Jakarta, 5 January 2018 – PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi” atau “Perseroan”) mengumumkan laba bersih sebesar US$164,3 juta dan kenaikan volume produksi minyak dan gas sebesar 38,3% untuk periode yang berakhir 30 September 2017 (“9M 2017”).

Roberto Lorato, CEO, mengatakan bahwa “Kami terus menunjukkan penguatan hasil kinerja operasi, yang dipadukan dengan keberhasilan upaya efisiensi biaya, dapat memungkinkan kami untuk merealisasikan keuntungan secara penuh dari harga komoditas yang membaik.”

Pencapaian Operasional di 2017

  • Produksi Minyak dan Gas sebesar 88,3 MBOEPD atau 38,3% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang didorong oleh performa yang baik dari South Natuna Sea Block B setelah diakuisisinya asset ini pada Q4 2016 serta berlanjutnya penjualan gas yang cukup tinggi dari aset di Senoro.
  • Pembangunan di Blok A, Aceh berjalan dengan baik dengan konstruksi keseluruhan mencapai 66,7% pada November 2017 dengan Central Processing Plant sekarang hampir 90% selesai.
  • Perseroan baru-baru ini meningkatkan kepemilikan efektifnya di perusahaan afiliasi Medco Power Indonesia ("MPI"), dari 49,0% menjadi 88,6%. MPI adalah produsen IPP yang saat ini mengoperasikan lebih dari 526MW kapasitas terpasang gross, seiring dengan operasi komersial pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla Unit 1 pada bulan Maret 2017 dan Unit 2 pada bulan Oktober 2017. Posisi keuangan MPI akan dikonsolidasikan mulai periode Q4 2017 kedepan.
  • Afiliasi pertambangan Perseroan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara ("AMNT"), terus mencatatkan kemajuan yang baik di pengembangan pabrik peleburannya dengan menyelesaikan studi kelayakan dan semakin mendekati penyelesaian rencana re-financing.

Pencapaian Finansial di 9M 2017

  • Total pendapatan sebesar US$597,5 juta, meningkat sebesar 52,6% dibandingkan tahun lalu diakibatkan produksi yang lebih tinggi dan kenaikan harga komoditas. Rata-rata harga realisasi menjadi sebesar US$49,5/BBLS (+25,2% dari tahun lalu) untuk harga minyak dan US$5,5/MMBTU (+31,9% dari tahun lalu) untuk harga gas.
  • Perseroan mencatat laba bruto sebesar of US$300,2 juta dengan marjin laba bruto sebesar 50,2%. Perseroan terus menitikberatkan cash costs sebagai fokus, di mana unit cash costs yang tercatat selama 9M 2017 sebesar US$8,1/BOE, sesuai dengan komitmen perseroan untuk di bawah US$10/BOE sampai dengan 2020.
  • EBITDA meningkat sebesar 72,6% dibandingkan tahun lalu menjadi US$310,9 juta, dengan perbaikan pada marjin EBITDA menjadi 52,0% dibandingkan 46,0% di 9M 2016.
  • Perseroan membukukan laba bersih sebesar US$164,3x juta, dibandingkan rugi bersih US$149,6 juta tahun lalu.
  • Net debt to EBITDA yang dianualisasi menjadi sebesar 4,1x (tidak termasuk kas yang dibatasi penggunaannya sebesar US$85 juta), di bawah 6,3x pada tahun 2016 dan terendah sejak 2014.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, mengatakan "Saya senang dengan hasil keuangan sembilan bulan ini, karena kami terus memberikan apa yang kami janjikan kepada para investor. Dengan suksesnya penyelesaian rights issue, kami dapat memperkuat struktur permodalan kami ke depan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.”

Click here to download

MedcoEnergi Berhasil Merampungkan Periode Perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

JAKARTA, 21 Desember 2017 - PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perseroan") telah berhasil merampungkan periode perdagangan untuk HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu). Target perolehan dana dari IDR 2.640 miliar (lebih kurang US $ 195 juta), mengalami kelebihan penawaran lebih kurang 45%.

Dana hasil HMETD ini akan digunakan untuk melunasi hutang, sementara itu dana hasil pelaksanaan waran akan digunakan untuk modal kerja dan pembayaran hutang. Proses penjatahan final beserta pengembalian kelebihan dana dari hasil perdagangan, akan berakhir pada tanggal 27 dan 28 Desember 2017. Periode pertama pelaksanaan waran akan dimulai pada tanggal 1 Juli 2018 dengan harga IDR 625 per waran. Informasi lebih lanjut tersedia di media massa maupun prospektus Perusahaan.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur MedcoEnergi, mengatakan bahwa, "Saya ingin menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada para pemegang saham, investor, regulator dan pemangku kepentingan lainnya atas kepercayaan dan keyakinan terhadap rencana bisnis kami seiring dengan peningkatan nilai pemegang saham. HMETD ini memungkinkan pemegang saham yang ada untuk berbagi kesuksesan perusahaan dan memperkuat struktur permodalan Perseroan. Selain itu, hal ini juga akan memberikan landasan kuat bagi kami untuk terus melakukan deleveraging".

Click here to download

MedcoEnergi Memenuhi Persyaratan Terakhir untuk Penerbitan HMETD

JAKARTA, 30 November 2017 – PT Medco Energi Internasional Tbk ("MedcoEnergi" atau "Perusahaan") dengan ini mengumumkan telah memperoleh surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). Selanjutnya, Perusahaan akan menawarkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) kepada para pemegang saham lama, dimana mereka berhak untuk membeli satu saham baru atas tiga saham lama yang telah mereka miliki sebelumnya. Dalam setiap saham baru nantinya pemegang saham juga berhak mendapatkan waran untuk ditukarkan dengan satu saham baru di kemudian hari ("Penawaran" ).

Sekitar 4,40 miliar saham baru akan segera diterbitkan, ditambah lagi dengan 4,40 miliar saham susulan yang akan diterbitkan jika dan saat para pemegang saham memutuskan untuk melaksanakan waran mereka. Semua saham baru akan memiliki hak dan karakteristik yang sama dengan saham yang lama. Penawaran ini akan berlaku bagi para pemegang saham yang telah terdaftar sebelum tanggal 8 Desember 2017.

HMETD yang sepenuhnya sudah ditanggung ini akan selesai pada bulan Desember 2017 dan akan menghasilkan dana sebesar Rp 2,64 miliar yang akan digunakan untuk pembayaran hutang. Sementara itu, dana yang didapatkan dari waran akan diperuntukan untuk modal kerja.

Pembelian saham baru akan ditawarkan pada harga Rp 600 per saham dan pemegang saham yang sudah melaksanakan HMETD, dapat melaksanakan waran mereka di salah satu dari tiga periode waktu berikut ini:
1. Antara tanggal 1 Juli 2018 - 31 Desember 2018, dengan harga pelaksanaan Rp 625 per saham.
2. Antara tanggal 1 Januari 2019 - 31 Desember 2019, dengan harga pelaksanaan Rp 650 per saham.
3. Antara tanggal 1 Januari 2020 - 11 Desember 2020, dengan harga pelaksanaan 675 per saham.

Rincian lebih lanjut dari Penawaran ini tersedia dalam prospektus Perusahaan yang dimuat di dalam website dan surat kabar.

Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi, mengatakan bahwa "Ini adalah kesempatan besar bagi pemegang saham untuk menggunakan haknya, berbagi kesuksesan perusahaan di masa depan sekaligus memperkuat struktur permodalan Perusahaan.

Click here to download