Amman Mineral Nusa Tenggara

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) adalah perusahaan pertambangan yang diperoleh MedcoEnergi melalui akuisisi 50% saham di PT Amman Mineral Investama yang secara tidak langsung mengontrol 82,2% saham AMNT pada 2 November 2016. AMNT mengoperasikan 87.000ha tambang tembaga dan emas yang terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara, Indonesia. Pada tingkat produksi saat ini, usia tambang Batu Hijau diperkirakan akan terus berlanjut sampai 2023. AMNT saat ini juga mengeksplorasi bagian-bagian lain di wilayah Kontrak Karya-nya seperti prospek eksplorasi Elang. 

Lokasi : Tambang tembaga dan emas yang berlokasi Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat di area seluas 87.000ha sekitar 550 meter di atas permukaan laut. 81 km dari kota Mataram
Kontrak : Kontrak Karya generasi ke-4 ditandatangani tahun 1986, berlaku selama 30 tahun dari awal produksi pada tahun 2000
Kepemilikan : PT Amman Mineral Internasional 82,2%, Pukuafu Indah 17,8%
Tambang Produksi : Tahap ekstraksi tembaga & emas di Batu Hijau
Cadangan Terbukti & Terduga : 2.305 juta lbs tembaga, 3,4 juta oz emas
Sumber Daya : 7,851 juta lbs tembaga, 8,1 juta oz emas (termasuk cadangan)
Produksi 2016 : 478 juta lbs tembaga, 0,8 juta oz emas
Fasilitas : Batu Hijau memiliki fasilitas pengolahan dengan kapasitas 120.000 TPD, fasilitas penggilingan, fasilitas pipa perakitan untuk pengelolaan tailing, pergudangan, 158 MW powerplant batubara, pelabuhan dengan terminal feri, layanan udara dan situs kota untuk perumahan dan sekolah
Potensi Pengembangan : Elang dengan estimasi sumber daya 12,945 juta lbs tembaga, 19,7 juta oz emas dengan potensi untuk menghasilkan 300-430 juta lbs tembaga dan 0,35-0,60 juta oz emas per tahun
Organisasi : Lebih dari 4.300 karyawan dan 5.000 kontraktor